perbincangan dengan seorang Ustad pada acara pengajian yang saya ikuti
tentang masalah negara sekuler atau Negara agama cukup menarik. dan berikut
ini adalah kesimpulan yang saya dapat dari perbincangan tersebut. kita semua
pasti sering mendengar istilah sekuler. banyak yg pro, banyak juga yang anti
Atau menentang  hal itu. adapun sekuler sendiri adalah suatu paham yg
memisahkan kehidupan Atau urusan beragama dg  urusan negara. artinya urusan
negara dan agama punya jalur Atau area masing-masing, diyakini oleh penganut
paham ini bahwa keduanya tidak bisa berkumpul Atau jalan bersama

Yang anti sekuler ini umumnya umat islam, karena hal  itu bertentangan
dengan ajaran agama islam sendiri yg menegaskan bahwa agama harus jadi "way
of life" sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad, hingga beliau dijuluki
Qur'an berjalan. mulai dari cara beliau dlm makan dan minum, memimpin Atau
membina rumah tangga serta bagaimana dlm memperlakukan dan mendidik anak
istri, dalam berdagang, bagaimana beliau bergaul dg para tetangga dan umat
manusia lainnya, dlm memimpin pemerintahan dan juga saat memimpin perang !
beliau selalu menegaskan dlm setiap peperangan dilarang utk membunuh anak2,
wanita, orang tua, bahkan dilarang utk menebang pepohonan ! beliau selalu
mempraktekan bahwa islam adalah rahmatan lilalamin, rahmat utk alam semesta
!

Banyak diantara umat islam yg anti paham sekuler ini, mengecam negara-negera
sekuler dan berkeinginan mewujudkan tatanan dunia baru yang berlandaskan
islam. sebagai muslim saya setuju, hanya saja hal itu menurut saya masih
sangat jauh utk diwujudkan. pasti akan banyak sekali kendala yang
menghalangi terwujudnya hal itu. apalagi di jaman modern seperti sekarang
ini, orang menginginkan kebebasan yang sebebas-bebasnya nya tanpa batasan.
baik dalam hal berpakaian, makanan, bergaul ( maunya free seks ) dll
pokoknya bebas!

Seharusnya ada seorang pemimpin yg jadi panutan umat, dicintai Ada dihormati
oleh rakyatnya. sebagaimana yg dilakukan oleh nabi dan para sahabat dengan
selalu  memberi contoh akhlak yg baik dalam kehidupan sehari-hari nya.
itupun butuh perjuangan puluhan tahun untuk mewujudkan negara islam
tersebut. saya pernah dengar dari Motivator Handal bapak mario teguh berkata
bahwa seorang pemimpin awalnya harus bisa meneladan kan* Atau menjadi
teladan, kemudian baru menegaskan, setelah itu barulah bisa mengharuskan kpd
bawahan atau pengikutnya. tanpa ketiga tahapan itu, akan sulit bagi bawahan
untuk benar-benar respek apalagi cinta kpd atasan Atau pemimpinnya tersebut
! yg banyak terjadi bawahan hanya merasa takut kepada atasan, bukan respek.

Di depan atasan terlihat begitu hormat, tapi saat di belakangnya mungkin
sering ngomongin Atau

menjelekkan. jelas akan jauh berbeda sikap bawahan yg respek apalagi cinta
kepad atasan Atau

pemimpinnya.  seperti sebuah syair lagu Bang iwan fals berikut ini : hujan
air mata dari pelosok

negeri, saat melepas engkau pergi. berjuta kepala tertunduk haru. terbayang
jasa
mu, terbayang jiwa sederhanamu..... tentu akan terasa indah hidup ini jika
punya pemimpin
yang mau berkorban untuk rakyat ! kata-kata mutiara " pemimpin adalah
pelayan untuk rakyatnya ",

benar-benar diwujudkan di alam nyata sebagaimana dipraktekan oleh nabi &
para sahabat, bukan hanya sbg dongeng sebelum tidur !

Selain itu yg mungkin akan jadi kendala yaitu akhlak dari orang-orang yg
menginginkan perubahan itu sendiri. saran saya, mari kita mulai dari diri
kita sendiri utk  melakukan perubahan, dalam

kehidupan kita sehari-hari. karena menurut pendapat saya, hampir semua
diantara kita adalah penganut paham sekuler ini ! hanya saja mungkin kita
tdk menyadarinya. contoh kecil saya lihat ada yg selalu mengejar untuk
shalat berjamaah, setelah itu shalat sunah sampai telat masuk kerja, eeeeh
ternyata gak punya teman,  kerjanya pun malas2an*. jadi terlihat lucu kan
hal sepeterti itu ? bukankah itu menunjukan kita pun sekuler, tanpa sadar
memisahkan antara pekerjaan dengan agama, memisahkan pergaulan denga agama ?
padahal setahu saya agama itu diadakan salah satunya adalah untuk mengatur
pergaulan manusia ? agar hubungan antar manusia bisa berjalan harmonis.
sebagaimana nabi dan para sahabat yg mempraktekan ajaran agama dlm kehidupan
nyata se-hari2 !?
Jadi, sekali lagi, mari kita mulai dari diri kita masing2. denga belajar &
memberi contoh akhlak yang baik, hingga kelak entah kapan, insya Allah
tatanan dunia baru yg berasaskan islam bisa terwujud......amin, Demikian
ksimpulan diskusi kecil dengan seorang ustad tersebut, semoga bisa
bermanfaat.


-- 
Best Regard
Erwin Arianto,SE
エルイン アリアント (内部監査事務局)
-------------------------------------
SINCERITY, SPEED,  INOVATION & INDEPENDENCY


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke