*Catatan reporter: mengangkat Kedua tangan dan berdoa "Oh tuhan berilah
rahmat dan rizky mu pada saudara ku buruh di perusahaan yang terancam PHK"
Amin..*

   Edisi. 16/XXXVII/09 - 15 Juni 2008
        *Ekonomi dan Bisnis*
  *Industri Sepatu*
Setelah Datang Talak dari NikePutus dengan Nike Inc., Hartati Murdaya bakal
punya gandengan baru. Ribuan buruh pabrik menuntut kepastian.

Dua puluh tahun mestinya sudah dekat menuju kawin perak. Tapi pengusaha
Hartati Murdaya urung menyelenggarakan pesta itu karena pasangannya, Nike
Inc., kukuh tak mau bersatu. Kerja sama PT Hardaya Aneka Shoes Industry,
Tangerang, Banten, dengan perusahaan sepatu Amerika Serikat itu berakhir
September nanti.

Kerja sama perusahaan Hartati yang lain, Nagasakti Paramashoes Industry,
dengan produsen sepatu olahraga itu juga akan berakhir tahun depan. "Ini
sudah final," kata Erin Dobson, Corporate Responsibility Communication
Director Nike Inc., saat mengundang Tempo dan dua media lain pertengahan Mei
lalu di Jakarta.

Keputusan ini sesuai dengan memorandum of agreement yang diteken kedua belah
pihak pada 31 Juli 2007. Prajna Murdaya mewakili Grup Central Cipta Murdaya,
sedangkan Nike diwakili Eric Sprunk, Vice President Global Footwear.
Muhammad Lutfi, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, menjadi saksi.
Lewat perjanjian ini, napas Hardaya diperpanjang setahun, dan Nagasakti dua
tahun.

Kata putus itu sudah final meskipun Hardaya dan Nagasakti mampu memperbaiki
kualitas produk yang dipesan Nike. Soal inilah yang jadi penyebab Nike
mengucapkan talak tiga kepada Hartati. Nike menilai kualitas produk kedua
pabrik itu hanya grade B, sementara Nike mensyaratkan grade A. "Kami
berharap perpisahan ini berjalan baik," kata Erin.

Tahun lalu, ketika perjanjian itu diteken, 14 ribu buruh Hardaya dan
Nagasakti mendatangi kantor Nike di gedung Bursa Efek Indonesia.
Sampai-sampai staf asing Nike harus diungsikan ke Singapura. Ketika itu,
Hartati juga berang karena dia bakal kehilangan pesanan 400 ribu pasang
sepatu senilai US$ 8 juta atau sekitar Rp 73 miliar sebulan.

Pengusaha yang menurut Forbes Asia memiliki kekayaan US$ 430 juta atau
sekitar Rp 3,8 triliun itu juga mesti mengeluarkan biaya pesangon sampai Rp
363 miliar untuk 14 ribu buruh Hardaya dan Nagasakti. "Kedua belah pihak
sudah sama-sama capek," kata Hartati pekan lalu. Menurut istri pengusaha
Murdaya Widyawimarta Poo ini, sudah tak ada keuntungan lagi yang bisa diraup
dari kerja sama itu.

Kendati kontrak dengan Nike putus, Hartati tak akan memberhentikan buruhnya.
"Tidak ada tradisi itu di perusahaan kami," ujarnya. Dia yakin mesin
pabriknya akan menderu lagi pada Januari nanti. "Kami akan memegang lima
merek, termasuk merek sendiri, League," kata Hartati. Nilainya tidak lebih
kecil dibandingkan dengan Nike.

Hartati menceritakan, pesanan baru itu datang dari pemilik merek yang
sebelumnya mempercayakan produksinya ke perusahaan Cina dan Vietnam. Mereka,
katanya, kecewa lantaran kondisi bisnis di kedua negara itu tak lagi
menguntungkan. Selain melayani pesanan, Hartati menyatakan, perusahaannya
akan berfokus pada League.

Saat ini, Grup Central Cipta tengah mengembangkan 500 titik penjualan League
di seluruh Indonesia. "Saya ajak karyawan pindah ke bagian penjualan,"
ujarnya. Menurut dia, ribuan karyawannya menyadari kondisi yang terjadi. Itu
sebabnya dia merasa tak perlu repot-repot mensosialisasi kebijakan
manajemen.

Tapi sebagian besar dari 7.000 buruh Hardaya rupanya tetap saja kebingungan.
Isu akan dipindahkannya para buruh ke perusahaan lain cukup memanas dalam
beberapa pekan terakhir. "Kami khawatir dipindahkan ke pabrik kayu lapis di
luar Jawa," ujar Makmun, seorang karyawan di bagian produksi.

Suherman, Ketua Serikat Pekerja Hardaya, mengatakan hal yang sama. Manajemen
Hardaya, ujarnya, belum juga membicarakan nasib ribuan karyawan ini, apakah
diberhentikan atau dipindahkan ke pabrik lain. Dalam enam bulan ini, sudah
700 buruh mengundurkan diri tanpa pesangon memadai. "Kami butuh kepastian,"
katanya.

*Anne L. Handayani, Vennie Melyani, Ayu Cipta (Tangerang)*


Sumber : Majalah Tempo


-

-- 
**********************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist
************************************


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke