11/06/2008 15:10 WIB Hakim-hakim Malaysia Pernah Dikirim ke Kamp untuk Didoktrin *Rita Uli Hutapea* - detikcom <http://ad.detik.com/link/peristiwa/prs-zyrex012008.ad> *Kuala Lumpur* - Hakim-hakim Malaysia pernah dikirimkan ke sebuah kamp untuk didoktrin semasa pemerintahan PM Mahathir Mohamad. Para hakim itu diancam dengan pemecatan sebagai cara menekan mereka agar membuat putusan yang pro-pemerintah.
Hal itu dicetuskan seorang hakim senior Malaysia, Ian Chin, seperti diberitakan harian lokal, Borneo Post, dan dilansir kantor berita *AFP*, Rabu (11/6/2008). Hakim Chin menyampaikan hal itu sebelum hearing atas perseteruan mengenai hasil pemilu Maret lalu di negara bagian Sarawak. "Sekarang, meski dia (Mahathir) tidak lagi menjadi PM sehingga tak bisa lagi melanjutkan ancamannya untuk memecat para hakim, namun partai koalisi yang dipimpinnya masih ada," kata Hakim Chin. Menurut Chin, dirinya pernah menjadi target Mahathir terkait penolakannya atas pandangan Mahathir dalam dua kasus fitnah tahun 1997 silam. Sedangkan hakim yang setuju dengan pandangan Mahathir langsung dipromosikan ke Pengadilan Federal. Setelah kasus itu, Chin dikirimkan ke sebuah kamp selama 5 hari bersama-sama hakim-hakim lainnya dan perwira kehakiman. "Itu merupakan upaya mendoktrin mereka yang menghadiri kamp tersebut agar memiliki pandangan bahwa kepentingan pemerintah lebih penting daripada semua hal lainnya saat kami mempertimbangkan penilaian kami," kata Chin. Juru bicara Mahathir Sufi Yusoff mengaku telah mendengar komentar Chin tersebut. Namun dia belum bersedia mengomentari hal tersebut. Sumber : Detik -- ********************************** Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist ************************************ [Non-text portions of this message have been removed]
