Catatan reporter: beranikah polisi menggugat Lapindo... Kan yang punya seorang mentri.. ayo polisi buktikan nyalimu jangan cuma bisa nilang aja..Priiit......lapindo di tilang karena nyusahin rakyat..
Jum'at, 13 Juni 2008 Headline Polisi Diminta Gunakan Temuan Davies "Polisi bisa minta pengadilan meminta data dari Davies." *JAKARTA* -- Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional Dewan Perwakilan Rakyat, Djoko Susilo, meminta polisi menggunakan hasil penelitian Richard Davies sebagai dasar proses hukum kasus lumpur Lapindo. "Polisi bisa minta pengadilan meminta data dari Davies," katanya di Jakarta kemarin. Menurut Djoko, hasil penelitian bisa menjawab simpang-siur ihwal penyebab semburan lumpur yang menenggelamkan lebih dari 600 hektare lahan di Sidoarjo itu. Jika perlu, katanya, Davies diundang adu argumen dengan peneliti yang menyimpulkan semburan dipicu oleh faktor alam. Davies, ahli geologi Universitas Durham, Inggris, menyatakan semburan lumpur dipicu oleh pengeboran di sumur Banjar Panji-1, Porong, Sidoarjo. Hasil penelitiannya dimuat di jurnal *Earth Planetary Science and Letters*. Meski bertentangan dengan hasil Tim Pengawas Penanganan Lumpur Lapindo Dewan Perwakilan Rakyat, Djoko yakin penelitian Davies bisa dipertanggungjawabkan. Apalagi penelitian Davies melibatkan ahli geologi dari Australia, Indonesia, dan Amerika Serikat. "Dia tidak asal bunyi, karena kredibilitasnya dipertaruhkan," katanya. Selain sebagai dasar proses hukum, penelitian Davies akan digunakan oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) untuk mengajukan permohonan banding atas gugatan mereka terhadap Lapindo. Menurut Direktur Eksekutif Walhi Berry Nahdian Forqan, temuan itu bisa dijadikan dasar bagi siapa pun untuk menggugat PT Lapindo Brantas. Meski demikian, kata Berry, Walhi akan mempelajarinya lebih dulu karena temuan itu pernah digunakan Walhi saat menggugat Lapindo. Tapi, waktu itu, temuan yang dijadikan lampiran tidak diindahkan oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menyidangkan tuntutan korban Lapindo. PT Lapindo Brantas tidak akan membuat publikasi internasional untuk membantah temuan Davies. Vice President Lapindo Brantas Yuniwati Teryana mengaku pihaknya punya data kuat bahwa semburan itu akibat gempa di Yogyakarta. Namun, menurut dia, Lapindo tak berani membuka bukti dan data secara luas karena bersifat rahasia. "Ini menyangkut data milik pemerintah yang sifatnya *confidential*," katanya. Dia menjelaskan, sosialisasi data itu masih terbatas di kalangan kampus dan peneliti. Jika dibutuhkan, katanya, data itu akan dibuka kelak. Staf ahli pengeboran Lapindo, Edi Sutriono, dan ahli geologi Bambang Istadi mengaku siap berhadapan dengan Davies. Ilmuwan Inggris itu disebut bukan ahli pengeboran. Menurut dia, data penelitiannya berasal dari Rudy Rubiandini, Ketua Tim Investigasi Luapan Lumpur Lapindo. "Padahal asumsi yang digunakan salah," kata Edi. *AQIDA SWAMURTI | SUTARTO | YULIAWATI | AMIRULLAH* Sumber : KORAN tempo -- ********************************** Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya ************************************ [Non-text portions of this message have been removed]
