Catatan Reporter: semoha KPK tidak jadi contoh lagi sebagai penegak hukum yang terhukum
Antasari Bantah Dilobi Untung Friday, 13 June 2008 JAKARTA (SINDO) Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar membantah pernah dihubungi Jamdatun Untung Udji Santoso sebelum penangkapan Artalyta Suryani. Menurut Antasari,saat peristiwa penangkapan itu, dirinya sedang berada di ruang penyadapan KPK. "Tidak, tidak ada telepon. Yang penting, waktu itu tidak ada interaksi. Telepon tidak diangkat, masak nyambung," ungkap Antasari di Gedung KPK Jakarta kemarin. Bahkan,Antasari menyatakan, jika memang ada sambungan telepon dengan Untung, percakapan itu akan tersadap penyidik KPK. "Kalau ada kontak (dengan saya), tentunya kontak itu tersadap. Waktu itu terjadi, saya ada di ruang penyadapan," tandasnya. Sebelumnya, dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terungkap fakta bahwa Artalyta pernah meminta bantuan Untung untuk menelepon Antasari. Fakta itu terlihat setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) memutar rekaman hasil penyadapan penyidik KPK. Dalam rekaman itu,Artalyta meminta agar Untung menelepon Antasari terkait penangkapan dirinya. Namun, Untung mengatakan bahwa Antasari tidak mengangkat teleponnya. Bahkan,Untung sempat memerintahkan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Wisnu Subroto untuk menelepon Antasari.Tetapi, juga tidak tersambung. Lebih lanjut Antasari menyatakan, dari fakta persidangan yang terungkap, kemungkinan besar kasus ini akan berkembang. Bahkan, KPK bisa membuka penyidikan baru jika memang ditemukan fakta baru dalam persidangan. "Jadi, fakta persidangan itu bisa dijadikan buktiawalyangcukupuntukmelakukan penyidikan baru, yang tentunya terkait masalah perkaranya," jelas Antasari. Salah satu kasus yang bisa berkembang adalah penyebutan nama Si Joker oleh Artalyta. Lalu, mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kemas Yahya Rahman menyimpulkan bahwa Si Joker merupakan sebutan untuk Djoko Tjandra, pemilik Bank Bali yang juga debitor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).Antasari tidak secara tegas menyebut bahwa Joker yang dimaksud adalah Djoko Tjandra. Namun, dia membenarkan bahwa percakapan soal Joker tidak terkait substansi perkara Urip dan Artalyta. Tetapi, atas dasar indikasi keterkaitan, menurut Antasari, pihaknya telah menetapkan cegah tangkal (cekal) terhadap Djoko Tjandra yang belakangan dikabarkan telah berada di Singapura. Sementara itu, Jaksa Agung Hendarman Supandji membenarkan adanya rencana menangkap Artalyta Suryani, jika KPK belum menangkapnya. "Ditunggu dua jam,KPK sudah menangkap, jadi kami tidak jadi,"ungkap Hendarman seusai menghadiri rapat kerja (raker) dengan Komisi VIII di Gedung DPR,Jakarta,kemarin. Meski demikian, mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) ini membantah penangkapan itu bagian dari konspirasi untuk mengamankan kasus suap yang melibatkan anak buahnya, Jaksa Urip Tri Gunawan. "Itu bukan skenario, pernah dilaporkan kepada saya," jelasnya. Hendarman mengaku sebelumnya Kejagung sudah mengetahui indikasi suap yang dilakukan Artalyta. Untuk itu,perintah penangkapan sudah diberikan. "Kalau suap harus ditangkap," tandasnya. Mengenai hasil rekaman Artalyta dengan Untung Udji Santoso dan Kemas Yahya Rahman, Jaksa Agung mengaku belum bisa menindaklanjutinya. Menurut dia, pihaknya masih menunggu persidangan terdakwa Artalyta Suryani. Perkembangan selama persidangan akan menjadi bahan masukan pada jajaran pengawasan Kejagung. (rijan irnando purba/ dian widiyanarko) Sumber : SINDO ++++++++++++++++++++++++++++ Catatan Reporter: namanya juga pengacara tugas nya memberla yang berani bayarkan 13/06/2008 08:05 WIB OC Kaligis Nilai Rekaman Dialog Artalyta Tidak Signifikan Fitraya Ramadhanny - detikcom Jakarta - Rekaman dialog Artalyta Suryani dengan mantan Jampidsus Kemas Yahya Rahman dan Jampidum Untung Udji Santoso, diungkap di pengadilan. Rekaman soal skenario penangkapan juga makin menyudutkan Ayin. Pengacaranya, OC Kaligis, menilai rekaman itu tidak signifikan. "Ada atau tidak ada rekaman dialog, itu tetap kasusnya perdata," kata OC Kaligis kepada detikcom, Jumat (13/6/2008). Menurut Kaligis, dialog Artalyta dengan Kemas adalah wajar-wajar saja. Tidak ada yang salah seseorang menanyakan pekembangan suatu kasus, apalagi setelah Kejagung menyatakan menutup penyelidikan kasus BLBI. "Seperti misalnya saya jaksa terus ditanya sudah bagaimana perkembangannya. Saya jawab sudah diumumkan. Ini amat sangat ringan, nggak ada pengaruhnya membocorkan rahasia perkembangan penyelidikan setelah tanggal 29 Februari 2008 (pengumuman Kejagung-red)," imbuhnya. Menurut Kaligis, sasaran dari rekaman itu adalah orang-orang Kejagung dan bukan kliennya. "Ada nggak hubungan Artalyta, kalau sampai dibawa ke Kemas dan Untung. Itu mesti ditanyanya ke Urip (Jaksa Urip Tri Gunawan)," cetus Kaligis. Kaligis menegaskan kasus kliennya jelas-jelas perdata dengan mengacu pada puluhan saksi dan aturan yang ada termasuk soal kebijakan release and discharge. Kaligis mempersilakan Kejagung menuntut kliennya secara perdata. "Sejauh mana keterlibatan Artalyta, itu sama sekali tidak terbukti. Sudah dibilang ini perdata. Korek saja aturannya, kalau Artalyta terlibat, masuk saja dari situ (perdata)," pungkas Kaligis. ( fay / nrl ) Sumber : Detik +++++++++++++++++++++++++++++++++ B.J. Habibie Temui Yudhoyono Kamis, 12 Jun 2008 | 20:05 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta:Mantan Presiden RI ke-3, Baharuddin Jusuf Habibie, menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (12/6). Dalam pertemuan yang berlangsung kurang lebih 1 jam itu, Habibie memberikan masukan soal penguatan BUMN strategis seperti PT PAL dan PT Dirgantara Indonesia. "Beliau memberi masukan soal BUMN dan industri strategis, misalnya PT PAL dan PT DI," kata Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng, di kantor kepresidenan, usai pertemuan. Turut hadir dalam pertemuan itu Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie dan Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa. Andi mengatakan, selain soal BUMN strategis, keduanya membahas masalah kebangsaan. Bagaimana Indonesia menghadapi globalisasi, menarik keuntungan dari situasi yang ada di dunia sekarang ini, memperkuat kemandirian dan aset nasional. "Sebagai anggota Dewan Mantan Pemimpin Dunia, Pak Habibie menceritakan pengalamannya," katanya. Pertemuan ini, kata Andi, adalah pertemuan ketiga kali. "Pak Habibie selalu terbuka untuk berdialog dengan Presiden," katanya. Dalam diskusi kali ini, Presiden dan Habibie membahas soal penguatan kemandirian Indonesia, daya saing dan peradaban. Ninin Damayanti Sumber : Tempo ++++++++++++++++++++ Jum'at, 13 Juni 2008 Metro Menguak 'Rahasia' Rumah Presiden Ada seonggok batu besar yang mengucurkan air. PUBLIK mendapat "berkah" setahun menjelang pemilihan umum. Istana Kepresidenan Republik Indonesia akhirnya dibuka kembali untuk umum setelah sekitar empat tahun ditutup. Memang, tidak sejak 1945 rumah negara menjadi "tempat umum", tapi setidaknya sudah dibuka pada 1975-1988 dan 2003-2004. Program wisata ke Istana Negara diberi nama Kunjungan Wisata Istana Kepresidenan. Setiap calon pengunjung hanya perlu berbekal kartu tanda pengenal dan mendaftar ke loket di halaman kantor Sekretariat Negara di Jalan Majapahit, Jakarta Pusat. Tempat-tempat yang dikunjungi, antara lain, Ruang Serba Guna Sekretaris Negara. Ruang ini berukuran 20x20 meter berdinding kaca yang ditutup tirai putih. Di dalam ruangan terpampang layar putih ukuran besar dan sekitar 120 bangku ditata rapi persis bioskop. Di situlah pengunjung menyaksikan film singkat 10 menit tentang sejarah Istana Negara dan Istana Merdeka. Suasana megah juga didukung oleh lampu kristal besar terjuntai di langit-langit. Sambil menunggu rombongan berikutnya, pengunjung dihibur alunan lagu-lagu keroncong dan orkes Melayu yang sangat Indonesia. "Ma, presidennya mana? Aku sudah ngantuk, nih," celetuk Sherly, 10 tahun, yang jenuh menunggu, awal Juni lalu. Dari bioskop, pemandu wisata akan mengajak kita melihat-lihat Istana Merdeka dan Istana Negara. Sebelum memasuki dua tempat itu, pengunjung melewati gerbang yang "dijaga" dua arca Gardapala setinggi satu meter dan detektor logam. Nah, di sisi kiri gerbang berdiri Masjid Baiturahim yang dibangun pada 1958-1961 oleh RM Soedarsono. Di depannya ada seonggok batu besar yang mengucurkan air. "Itu mata air asli," kata Ketut, si pemandu. Di samping gerbang, menjulang pohon gede banget. Tumbuhan rindang ini umurnya sekitar 300 tahun sejak diketahui tumbuh pada 1870. Sekitar 100 meter dari situ, air muncrat ke udara hingga setinggi 17 meter yang dikelilingi delapan air mancur yang berukuran lebih kecil. Di tengahnya ada kolam air yang di sisi-sisinya terukir relief 45 kelopak bunga. Di dekatnya sebuah tiang setinggi 17 meter menjulang mengibarkan sang Saka Merah-Putih. "Artinya 17 Agustus 1945," ucap Ketut. Di seberang air mancur, gedung putih-besar Istana Merdeka menghadap ke Tugu Monumen Nasional (Monas) di Jalan Merdeka Utara. Di selasarnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono biasa menerima tamu negara. Di anak tangga, pengunjung diizinkan mengambil gambar. Ada lagi ruang Credential (ruang transit), Ruang Jepara, Ruang Tamu Ibu Presiden, Ruang Jamuan, serta Serambi Belakang. Proses pendaftaran wisata dimulai dengan mengambil nomor urut di tempat pendaftaran. Lalu menukar kartu tanda penduduk dengan tanda pengenal "Istana Kepresidenan RI Tour Istana." Semua barang bawaan, termasuk tas, kamera, dan handycam mesti ditinggal di sana. Disediakan tempat penjualan suvenir, makanan ringan, serta ruang tunggu. Tur baru dimulai jika pengunjung sudah memenuhi kuota, yakni dua bus ukuran dengan daya tampung masing-masing 25 orang. Tiap kelompok didampingi seorang pemandu, salah satunya, ya, Ketut tadi. Kunjungan tuntas hanya dalam 20 menit. "Wah, acara jalan-jalannya seru, tapi tidak ada Pak Presiden," ujar Sherly lagi. CORNILA DESYANA Bagaimana Kalau Mau ke Istana ISTANA Kepresidenan memang milik rakyat, tapi bukan berarti setiap orang bisa sembarangan keluar-masuk gedung itu. Alasannya, di situlah kantor pusat pemerintahan republik ini. Di dalamnya ada Presiden Indonesia yang "menguasai" 17 ribu lebih pulau dengan sekitar 220 juta penduduk. Tentu faktor keamanan menjadi sangat penting. Nah, sebelum berkunjung ke Istana Kepresidenan ada baiknya Anda membaca tips ini: 1. Pengunjung dewasa jangan menggunakan celana panjang berbahan jins dan sandal jepit. 2. Bawalah kartu tanda pengenal seperti KTP, SIM, atau paspor. 3. Tak perlu membawa kamera atau handycam karena pemotretan hanya boleh dilakukan oleh panitia. 4. Cukup membawa uang Rp 15 ribu untuk membayar foto di depan Istana yang berukuran 10R. Tak ada biaya tiket masuk. 5. Kunjungan wisata dibuka setiap Sabtu-Minggu pukul 09.00-17.00 WIB. Pendaftaran pengunjung ditutup pukul 16.00. CORNILA DESYANA +++++++++++= -- ********************************** Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya ************************************ [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ ANDA INGIN BERUBAH ? Apakah Anda menderita fobia, insomnia, psikosomatis, mudah pusing, berdebar debar, sesak nafas, nyeri ulu hati, leher kaku, sakit mag, dsb. ? Apakah Anda memiliki kebiasaan buruk, mania, kecanduan makan, kecanduan rokok, gangguan/penyimpangan seksual, tidur berlebihan, obsesif kompulsif, malas, menunda pekerjaan, lari dari masalah dsb. ? Apakah tiba tiba suka muncul perasaan negatif seperti gelisah, gampang marah, panik, gugup, bingung, lupa, sedih, sunyi dsb. yang semakin lama semakin buruk dan sulit dikendalikan ? Apakah Anda merasa semakin terpuruk dan berlarut larut, terperangkap dalam "penjara emosi" seperti : malu, fobia, cemas, stress, takut, malas, depresi, rendah diri, rasa bersalah, rasa gagal dsb. ? Apakah Anda mulai merasa frustasi, lelah, tidak berdaya, paling bernasib buruk, sial dan sangat menderita ? HUBUNGI KLINIK S.E.R.V.O, SEKARANG ! Hotline : (021) 554 6009, 5574 5555 http://klinikservo.wordpress.com/kesaksian/ ------------- Ingin dikusi bersama rekan milis Taman Bintang lainnya ? Invite [EMAIL PROTECTED] melalui Yahoo Messenger (YM) Anda http://messenger.yahoo.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
