*Catatan reporter: tenang hutan Indonesia masih banyak silahkan di tebang
sesukanya biar habis...*

Polisi Diminta Periksa Petugas Perhutani
Rabu, 18 Jun 2008 | 05:37 WIB

TEMPO Interaktif, BANDUNG:Para aktivis Serikat Petani Pasundan dan
Konsorsium Pembaharuan Agraria meminta polisi memeriksa karyawan Perhutani
di Kabupaten Ciamis. Mereka menduga, banyak oknum petugas Perhutani ikut
menjual kayu dari Ciamis.

"Kami mendukung polisi berpatroli di kawasan Perhutani. Tapi mohon, jangan
warga yang jadi kambing hitam" kata Imam Bambang, Deputi Serikat Petani
Pasundan Ciamis di Bandung, Selasa (17/6).

Sejak Sabtu 14 Juni lalu, sekurangnya 300 personil Kepolisian Daerah Jawa
Barat mengelar operasi ke areal Hutan Cigugur, Kecamatan CIgugur, Kabupaten
Ciamis. Operasi itu untuk memburu pelaku pembalakan yang marak terjadi di
kawasan tersebut.

Patroli polisi itu dilakukan bersama petugas Perhutani. Patroli umumnya
dilakukan malam hari, saat para pembalak itu melakukan aksinya di Hutan
Cigugur.

Menurut Imam, sekitar 600 hektare hutan di kawasan itu habis terbabat. Ia
mempertanyakan, sejauhmana pengawasan Perhutani dalam hal ini, "Bagaimana
mungkin Perhutani tidak tahu soal pembabatan hutan di lahan seluas itu?"
ujar Imam.

Dihubungi terpisah, juru bicara Perhutani Unit III Jawa Barat – Banten
Ronald mengatakan tengah menggelar operasi di Ciamis untuk menanggulangi
penebangan hutan ilegal. "Aparat yang diturunkan sebanyak 630 orang gabungan
polisi dengan aparat Perhutani," ujarnya.

Ronald tidak menampik kemungkinan adanya keterlibatan petugas Perhutani.
Pihaknya, kata dia, akan mendukung penegakan hukum termasuk kepada orang
Perhutani sendiri. "Kalau memang ada orang Perhutani yang terlibat, kami
tangkap sekalian," katanya.



sumber : tempo
++++++++++++++

Rabu, 18 Juni 2008
Nasional Permohonan Izin Eksploitasi Hutan Madukoro dari Bupati Pelalawan

*JAKARTA *-- Bupati Pelalawan Tengku Azmun Jaafar diketahui memerintahkan
bawahannya membuat permohonan izin eksploitasi hutan alam untuk PT Madukoro,
perusahaan yang disebut-sebut terafiliasi dengan PT Riau Andalan Pulp and
Paper (RAPP).

Hal ini diungkapkan Budi Surlani, bawahan Azmun, saat bersaksi dalam sidang
di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi kemarin.

"Saya menandatangani permohonan izin untuk area di daerah Sei Kutub," kata
Budi di hadapan ketua majelis hakim Kresna Menon. Menurut dia, area hutan
tersebut termasuk hutan alam.

Mantan Direktur Utama Madukoro Andriyama Putra membenarkan soal tersebut.
Dia mengaku pada 2001 dihubungi oleh Budi Surlani untuk meminjamkan
perusahaannya. "Dia diminta oleh Bupati Pelalawan untuk mencari perusahaan
untuk dibuatkan izin usaha kehutanan," katanya.

Azmun diduga melakukan korupsi dalam penerbitan izin usaha pemanfaatan hutan
kayu dan hutan tanaman kepada 15 perusahaan. Dia memerintahkan bawahannya,
Budi Surlani dan Anwir Yamadi, mencari dan membuat beberapa perusahaan untuk
diterbitkan izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu dan hutan tanaman.

Izin diterbitkan walaupun diketahui bahwa perusahaan-perusahaan tersebut
tidak memiliki kemampuan mengelola area hutan. Azmun dan bawahannya diduga
mendapatkan keuntungan dari pengambilalihan perusahaan yang tidak memiliki
kemampuan pengelolaan tersebut kepada perusahaan terafiliasi dengan RAPP.

Andriyama lalu mengungkapkan bahwa dia bersama Budi pernah berkunjung ke
rumah Azmun pada 20 Juli 2001. "Saat itu Pak Azmun menanyakan apakah Mas
Budi sudah menyampaikan keinginannya kepada saya (untuk meminjam
perusahaan)," katanya.

Azmun membantah jika dikatakan pernah bertemu dengan Andri di rumahnya.
"Pada 17 Juli saya sedang berada di Lemhannas Jakarta," katanya.

Namun, Andriyama menyatakan tetap pada keterangannya. "Pada pertemuan itu
Pak Azmun bahkan membuat disposisi untuk pembuatan izin," katanya.

Margaretha, mantan komisaris Madukoro, mengaku sering disuruh Budi
mencairkan cek. "Pada 6 Januari 2006, saya mencairkan cek sebesar Rp 500
juta yang kemudian disetorkan kepada istrinya," katanya.

Selain itu, Margaretha mengaku pernah mentransfer uang sebesar Rp 100 juta
kepada Azmun di Bank Central Asia. *EKA UTAMA APRILIA *

sumber : koran tempo


-- 
**********************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya
http://reportermilist.multiply.com/
************************************


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

ANDA INGIN BERUBAH ? 

Apakah Anda menderita fobia, insomnia, psikosomatis, mudah pusing, berdebar 
debar, sesak nafas, nyeri ulu hati, leher kaku, sakit mag, dsb. ? 

Apakah Anda memiliki kebiasaan buruk, mania, kecanduan makan, kecanduan rokok, 
gangguan/penyimpangan seksual, tidur berlebihan, obsesif kompulsif, malas, 
menunda pekerjaan, lari dari masalah dsb. ? 

Apakah tiba tiba suka muncul perasaan negatif seperti gelisah, gampang marah, 
panik, gugup, bingung, lupa, sedih, sunyi dsb. yang semakin lama semakin buruk 
dan sulit dikendalikan ? 

Apakah Anda merasa semakin terpuruk dan berlarut larut, terperangkap dalam 
"penjara emosi" seperti : malu, fobia, cemas, stress, takut, malas,  depresi, 
rendah diri, rasa bersalah, rasa gagal dsb. ? 

Apakah Anda mulai merasa frustasi, lelah, tidak berdaya, paling bernasib buruk, 
sial dan sangat menderita ?

HUBUNGI KLINIK S.E.R.V.O, SEKARANG ! 

Hotline : (021) 554 6009, 5574 5555

http://klinikservo.wordpress.com/kesaksian/

-------------

Ingin dikusi bersama rekan milis Taman Bintang lainnya ? 
Invite [EMAIL PROTECTED] melalui Yahoo Messenger (YM) Anda 
http://messenger.yahoo.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke