*Penemu "Blue Energy" Undang Menristek*

Djoko Suprapto mengundang Menteri Riset dan Teknologi (Menristek),
Kusmayanto Kadiman, agar menyaksikan kemampuannya mengubah air menjadi bahan
bakar alternatif dan alat pembangkit listrik Jodhipati, di rumahnya, Dusun
Turi, Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis
(19/6).

"Salah satu yang kami undang besok adalah Pak Menristek," kata humas
Jodhipati, Catur Suryadi, saat ditemui di rumah Djoko di Dusun Turi, Rabu
(18/6).

Selain Menristek, yang bakal hadir dalam presentasi penemuan Djoko Suprapto
adalah Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Masyarakat Teknologi Terbarukan
Indonesia, Komnas HAM, dan ahli proteksi.

Ditanya mengenai hadirnya perwakilan dari Komnas HAM, Catur mengaku, ada
kaitannya dengan masalah hukum yang kini sedang dihadapi bosnya itu.

Sebelumnya, Djoko sempat dikabarkan menghilang dari rumahnya. Bahkan
berbagai spekulasi pun bermunculan, termasuk adanya dugaan penculikan yang
dilakukan oleh orang tak dikenal.

Kemudian Djoko menghadapi gugatan dari pihak Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta (UMY) dalam dugaan penipuan yang mengakibatkan kerugian meteriil
dan immateriil.

Pria berusia 48 tahun itu, dianggap tidak menunjukkan niat baik dan tidak
menepati janjinya untuk mengembalikan biaya yang telah dikeluarkan UMY untuk
proyek pembangkit listrik Jodhipati senilai Rp1,5 miliar.

Sehari menjelang presentasinya itu, terlihat adanya kesibukan yang cukup
berarti di depan rumah Djoko. Beberapa orang sibuk memasang tenda untuk para
tamu undangan.

Sedang beberapa pekerja di bengkel yang berjarak sekitar 200 meter dari
rumahnya itu, juga terlihat sibuk mempersiapkan peralatan yang bakal
dipublikasikan. "Biar besok tidak mengecewakan, semua persiapan sudah kami
lakukan sebaik mungkin," kata Catur menambahkan.

Kendati sudah lama menjadi juru bicara Djoko, namun Catur sendiri mengaku
tidak mengerti teknologi yang dikembangkan bosnya itu, kecuali hanya bisa
menjelaskan bahwa di dalam air terkandung oksigen dan hidrogen. "Pemisahan
dua unsur ini bisa menghasilkan energi panas yang dapat menjadi bahan bakar
alternatif. Selama ini Pak Djoko menyebutnya sebagai bahan bakar alternatif,
bukan `Blue Energy` yang sampai sekarang masih menjadi perdebatan," kata
Catur, menerangkan.

Sebelumnya` Djoko telah mempertontonkan kemampuan alat pembangkit Jodhipati
dan kemampuannya mengubah air menjadi bahan bakar alternatif di depan
Komandan Kodim 0810 Nganjuk, Letkol (Art) Chrisetyono dan Dosen Sekolah
Tinggi Teknologi Angkatan Darat Malang, Kapten Budi Santoso, Rabu (18/6)
siang sekitar.

Menurut Budi, penemuan Djoko merupakan hal biasa yang bisa diuji melalui
ilmu matematika dan ilmu fisika, sehingga tidak ada yang aneh dalam penemuan
tersebut.

[TMA, Ant]
http://gatra.com/artikel.php?id=115792


-- 
**********************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya
http://reportermilist.multiply.com/
************************************


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke