Thursday, September 18, 2008 12:37 AM
From: "Da'iah Lulu Tv TPI" < @gmail.com>
View contact details
To: [EMAIL PROTECTED]
Yang Terlupa di Bulan Ramadhan
Friend..
Namanya juga manusia tak luput dari kehilafan (iya kan?) tapi jangan
dijadikan alasan untuk
membuat diri kita menjadi jauh dari perbaikan. Secar gitulho, bulan Ramadhan
adalah bulan Muhasabah. Alhamdulillah Alloh masih memberi umur untuk
merasakan nikmatnnya ibadah di bulan yang mulia ini. Jadi jangan kita
sia-siain. Tanam dari dalam hati keinginan untuk memperbaiki kualitas ibadah
Romadhan kali ini dari Romadhan tahun lalu. Lebih baik dan bertambah baik.
Oke..??
Friend..
Kalo niat udah tertancap dengan kuat, maka harus terus
dijaga. Ibarat baterai harus terus di charge biar nggak lowbat. Begitu juga
dengan amalan Ramadhan harus terus menerus diisi dengan amal yang mulia.
Karena waktu hanya ada dua pilihan, kalo nggak diisi dengan kebaikan ya..
akan diisi dengan keburukan.
Friend..
Ada beberapa hal yang sering kita abaikan di bulan yang penuh
ampunan ini. Memang sih hal yang sepele tapi ini berpengaruh besar terhadap
kualitas ibadah puasa kita. Antara lain :
1. Menyia-nyiakan Waktu
Waktu adalah pedang, apabila tidak bisa menggunakannya
dengan baik maka kita sendiri yang akan terluka, seperti itu pepatah Arab
menyampaikan bahwa pentingnya memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknnya.
Terlebih lagi di bulan Romadhan yang penuh dengan kebaikan, pahala yang
dilipat gandakan, dan istimewa dari bulan-bulan lainnya.
Karena itu Friend, kegiatan yang kurang bermanfaat di
taruh diurutan yang paling belakang dan mendahulukan amalan yang jauh lebih
bermanfaat. Contohnnya : Daripada nonton TV, lebih baik tadarus Al Quran.
Secara gitu lho, Romadhan adalah bulan diturunkannya Al Quran (kitab pembeda
antara yang Haq dan Bathil). Belum lagi kebaikan yang diberikan bagi yang
membaca Al Quran dilipat gandakan. Misalnnya kita baca surat Al Baqoroh, ayat
pertama Alif, Lam,
Mim. Kita membaca tiga huruf, nilai pahala dan kebaikannya bukan tiga
jumlahnnya melainkan sepuluh kali lipat. Jadi kita membaca Alif, Lam, Mim,
masing-masing sepuluh kebaikan. Jumlahnnya tiga puluh kebaikan. Subhanalloh,
bonus ini hanya berlaku di bulan Ramadhan lho
Friend..
Sayang banget kan,
kalo kegiatan yang banyak kita lakukan nggak bermanfaat, nggak dapat kebaikan
sama sekali. Karena itu kita harus pilih kegiatan yang bermanfaat Bisa dengan
menghafal Al Quran, Hadits, Tadarus, Membaca buku ilmiah khususnya islam
tentang kajian fiqih shoum agar tambah motivasi kita untuk berpuasa dan banyak
kegiatan lainnya yang jadi pilihan tepat dan membawa kebaikan yang berlimpah.
2. Konsumsi Makanan Berlebihan
Namanya juga puasa wajar dong kalo tambah 3 piring.
Deu.. tau deh yang lagi puasa, mentang-mentang nggak makan dan minum, jadi
ketika sahur dan berbuka perut padat dengan aneka makanan dan minuman. Nggak
kasihan pada alat pencernaan kita jadi yang jadi arena tinju lantaran aneka
makanan dan minuman saling beradu (he..he
).
Friend..
Makanan ketika sahur dan berbuka juga jangan dibiarkan
tersisa. Sayang banget kan,
kalo dibuang gitu aja. Jadi mubazir. Padahal Alloh SWT mengingatkan : Makan
dan minumlah kamu, dan jangan berlebihan. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai
orng yang berlebih-lebihan. (QS. Al Arof : 31).
3. Memasak Aneka Makanan
Terkadang untuk mempersiapkan makanan berbuka harus
menguras banyak waktu, mulai dari mempersiapkan bahan-bahan masakan disiang
hari sampai pada proses memasak yang begitu banyak, sehingga sedikit sekali
waktu yang tersisa untuk membaca tadarus Al Quran. Memang memasak juga
merupakan kegiatan yang bermanfaat, mempersiapkan makanan berbuka untuk
keluarga merupakan amal yang bernilai ibadah. Tetapi jangan terlalu letih,
khawatir ibadah sholat wajib dan sholat sunnah tarawih menjadi alasan untuk
tidak sanggup mengerjakan bahkan dilewatkan. Sayang banget kan, padahal
ibadah yang sunnah di bulan
Ramadhan nilainya sama seperti mengerjakan ibadah wajib.
4. Bergadang Demi Kesenangan
Bergadang jangan bergadang
Kalau tiada gunanya
Begitu kiranya syair lagunya yang dilantunkan oleh raja
dangdut H. Rhoma Irama. Memang benar kalau bergadang itu tiada gunanya kalau
hanya sekedar untuk kesenangan dan kepuasan sendiri. Misalnya : menghabiskan
waktu dengan bergadang semam suntuh demi untuk kegiatan yang tidak
bermanfaat, nonton TV, bercanda, ngobrol, hanya sekedar kumpul dengan
beberapa makanan ringan. Kegiatan seperti itu di bulan Ramadhan jelas-jelas
tidak membawa manfaat. Akibat dari bergadang yang semalam suntuk, di pagi dan
siang harinya tubuh menuntut untuk istirahat, maka habislah waktu Ramadhan
dengan tidur sepanjang hari. Kalau ditanya ia berdalih dengan gampang saja,
Tidur di bulan Ramadhan itu kan,
juga ibadah. Padahalkan ada ibadah yang lebih besar pahalanya yakni membaca
Al Quran dan berzikir.
5. Amalan-amalan Ringan yang Diabaikan
Tidak sedikit kaum muslimin yang menjadikan bulan
Ramadhan sebagai bulan yang mewajibkan kita untuk berpuasa. Padahal banyak
sekali malan-amalan yang lebih bernilai. Memulai dari amalan yang ringan
namun dilakukan terus-menerus. Contohnya ibadah sunnah. Jika sholat dhuha
yang dilakukan secara terus-menerus atau rutin. InsyaAlloh apabila ibadah
yang ringan dilakukan dengan baik, maka melakukan ibadah yang berat akan
terasa lebih mudah.
6. Aktifitas Buruk Menjelang Sholat Tawawih
Biasanya hal ini dilakukan oleh kebanyakan para remaja
yang senang menghabiskan hari-harinya dengan bermain gitar, nongkrong di
pinggir jalan, bahkan ada juga diantara mereka yang bermain kartu dengan
alasan menunggu waktu sahur atau jaga di malam hari.
7. Mengabaikan 10 Hari Terakhir di Bulan Ramadhan
Iman itu ada kadang bertambah dan berkurang. Tak ubahnya
dengan amalan-amalan yang dilakukan di bulan Ramadhan, kadang suka ada rasa
malas untuk konsisten dengan amal baik. Tadarus mulai sayup-sayup, tarawih
pun semakin sedikit jumlah jamaahnnya apalagi kalau tiba di sepuluh hari
sebelum hari raya. Sayangnnya banyak diantara kita yang bercabang pikirannya
di sepuluh ramadhan akhir ini. Contohnnya berbelanja kebutuhan selama bulan
suci ramadhan, membuat kue lebaran, mempersiapkan tiket pulang kampung.
Fenomenannya bisa dilihat-lihat dengan jelas di masjid-masjid dengan jumlah
jamaah semakin berkurang. Padahal puncak dari ibadah shoum Ramadhan adalah,
dianjurkannya kepada kaum muslimin untuk melakukan itikaf dan berkonsentrasi
penuh dalam ibadah.
Friend..
Nyok kite fastabiqul khoiroot. Berlomba-lomba dalam
kebaikan.
(Penulis. Daiah Lulu Susanti)
Sebab Kemenangan Perang Badar
Posted: 17 Sep 2008 09:28 PM CDT
Friend..
Dalam perang Badar pasukan Islam hanya memiliki sepertiga dari kekuatan
musuh. Tetapi mengapa bisa meraih kemenangan? Ini yang menarik untuk kita
ketahui bersama sebagai acuan diri kita agar menjadi insan yang disetiap saat
senantiasa melakukan perubahan menuju arah kebaikan.
Friend..
Sewaktu Rosululloh menyampaikan dakwahnya, hanya
sebagian kecil saja yang menerima. Mereka adalah orang yang dibukakan
hatinnya dengan hidayah Alloh. Selebihnnya berada dalam kemusyrikan.
Rosululloh dan para sahabatnnya menjadi sasaran dari kemarahan kaum
Musyrikin, meraka mulai mengejek Rosululloh, menyksa, menteror, memboikot dan
bahkan mengancam untuk membunuh.
Bagaimana dengan kaum Muslimin? Mereka tetap tabah,
terhadap segala macam ancaman yang datang dari kaum Kafir. Sampai akhirnya
kaum Muslimin diusir dari kampung halamannya. Dengan hati yang tabah
Rosululloh dan kaum Mauslimin pindah ke Yatsrib (Madinah).
Friend..
Bagaimana sebab terjadinya perang badar?
Pangkal terjadinya adalah ketika kaum Kafir Quraisy
serta kaum Munafiq termakan oleh hasutan kaum Yahudi. Ada dua orang yang
sombong yang menjadi
provokator para penduduk untuk menyerbu Madinah.
Awalnya Rosululloh belum menanggapi kaum Kafir Quraisy.
Barulah setelah Alloh SWT memerintahkan untuk berperang, maka Rosululloh
menyeru kaum Muslimin untuk berperang.
Friend..
Rosululloh yang menjadi panglima parang mengetahui bahwa
jumlah musuh lebih banyak. Pada malam jumat, tanggal 11 Ramadhan tahun kedua
Hijriyyah memohon doa pada Alloh SWT agar kaum Muslimin dimenangkan. Alloh
mengabulkan doa Rosululloh, serangkaian pertolongan Alloh bermunculan antara
lain diawali dengan turunnya hujan di malam hari yang membawa rahmat bagi
kaum Muslimin, sebaliknnya menjadi malapetaka banjir terhadap musuh-musih
islam.
Perang pun berlangsung dengan keadaan yang tidak
seimbang. Pihak Musyrik Quraisy berkekuatan sekitar 1000 tentara dengan
,mengendarai 300 ekor kuda dan 700 ekor unta. Mereka juga menggenggam senjata
yang sangat lengkap dan logistik yang memadai. Sebaliknnya kaum Muslimim
hanya berkekuatan 313 tantara, 2 ekor kuda dan 70 ekor unta secara
bergantian. Sedangkan senjata yang dibawa seadanya dan logistik secukupnya.
Friend..
Meski demikian, Alloh sengaja membuktikan bahwa pasukan
yang memiliki kekuatan pasukan yang besar, tidak selamanya mampu mengalahkan
pasukan yang jauh lebih kecil tapi militan.
Dengan pertolongan Alloh semata, akhirnya pasukan besar
yang menolak kehadiran Islam berhasil dikalahkan oleh pasukan Islam yang
sedikit tapi bersih.
Dan sesungguhnya Alloh telah menolongmu dalam (perang)
Badar sedang jumlahmu sangat sedikit. Karena itu takutlah kepada Alloh agar
kamu dapat berterimakasih. (QS : Al Imron : 123)
(Penulis. Daiah Lulu Susanti)
Memetik keindahan hikmah Itikaf
Posted: 17 Sep 2008 09:13 PM CDT
Ibadah yang dipelihara,
diutamakan dan sangat terpelihara oleh Rosululloh SAW adalah Itikaf.
Kemudian bagaimana seharusnnya masjid menjadi marak dengan suasana penuh
dengan ke-khusyuan Itikaf?
Friend..
Itikaf adalah berdiam atau tinggal di masjid dengan adab-adab tertentu, pada
masa tertentu, dan diniatkan sebagai ibadah serta bentuk taqorrub kepada
Alloh SWT. Itikaf sebagai sarana perenungan yang efektif bagi kaum Muslim
dalam memelihara dan meningkatkan kualitas hidup keislamannya. Amalan ini
juga sebagi upaya untuk memakmurkan masjid.
Sesungguhnya yang memakmurkan masjid adalah orang-orang
yang beriman kepada Alloh dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat,
menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Alloh SWT;
maka merekalah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat
petunjuk. (QS. At Taubah :18)
Friend..
Para ulama telah berijma bahwa Itikaf merupakan iabadah yang
disyariatkan dan disunahkan oleh Nabi Muhammad SAW .
Dari Abu Hurairah RA bahwa Rosululloh SAW senantiasa
selama beritikaf pada setiap bulan Ramadhan selama sepuluh hari, dan ketika
tahun kewafatannya beliau beritikaf selama dua puluh hari. (HR. Bukhori).
Friend..
Sering kali orang awam mengira bahwa selama beritikaf
ia tidak boleh melakukan ini dan itu, sehingga ini yang menjadi persepsi yang
menakutkan dan memberatkan Itikaf. Padahal semua itu tidaklah dilarang dan
dan tidak pula membatalkan Itikaf seseorang.
Friend..
Lantas apa saja hal-hal yang disunnahkan , diperbolehkan
dan yang membatalkan selama Itikaf ? Berikut penjelasannya :
Hal-hal yang disunnahkan selama Itikaf
1. Memperbanyak melakukan ibadah-ibadah sunnah seperti
sholat, membaca Al Quran, bertasbih, berzikir dan istighfar.
2. Mengakaji ilmu-ilmu agama. Mentelaah tafsir, hadits,
biografi para orang sholeh, dan buku islami lainnya.
3. Tidak menyibukan diri dengan amalan dan ucapan yang
tidak bermanfaat.
4. Hendaknya seorang yang Itikaf tidak diam saja
lantaran mengira bahwa itu adalah bentuk taqorrub (mendekatkan diri) kepada
Alloh SWT, karena diam bukanlah suatu ibadah. Akan tetapi pembicaraan yang
baik lebih utama daripada diam.
Hal-hal yang dibolehkan selama Itikaf
1. Keluar dari tempat Itikaf untuk mengantar
keluarganya. Karena Rosululloh pun ketika sedang beritikaf keluar dari
masjid untuk mengantar Shafiyah yang menjenguknya.
2. Menyisir rambut, mencukur rambut, memotong kuku,
membersihkan badan dan memakai minyak wangi.
3. Keluar dari masjid untuk keperluan manusiawi, seperti
buang hajat, mandi, menjenguk orang sakit dan mengantar jenazah.
4. Boleh makan dan minum selama ia menjaga kebersihan
masjid.
Hal-hal yang membatalkan selama Itikaf
1. Keluar dari masjid tanpa ada keperluan meskipun hanya
sebentar. Sehingga dalam Itikaf sunnah cukup baginya memperbaharui kembali
niatnnya untuk beritikaf ketika hendak masuk lagi ke dalam masjid. Sedangkan
dalam Itikaf yang wajib; seperti nazar Itikaf selama sehari lalu ia keluar
dari masjid tanpa sebab di tengah hari, maka Itikafnya telah batal dan ia
harus mengulang lagi dari awal.
2. Murtad dari agama Islam.
3. Haidh dan nifas.
4. Hilangnya akal karena gila atau mabuk-mabukan.
5. Berjimak dengan istri. (QS. Al Baqoroh : 187)
6. Pergi sholat jumat (bagi yang membolehkan Itikaf di
Mushola yang tidak dipakai sholat jumat).
Friend..
Itu tadi penjelasan singkat tentang hal-hal yang
disunnahkah, diperbolehkan dan yang membatalkan Itikaf seseorang. Kemudian
apa saja hikmah yang bisa kita petik selama melaksanakan ibadah Itikaf
sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan :
1. Mengejar ketinggan dalam beribadah
Friend..
Sering kali kita belum bisa memaksimalkan waktu dengan
baik di bulan Ramadhan. Ketika berada di sepuluh hari pertama dan kedua di
bulan Ramadhan, diri kita lalai dan sibuk dengan kegiatan pribadi kita
sehingga kurangnnya waktu untuk taqorrub pada Alloh SWT. Itikaf merupakan
ibadah yang dilakukan sepuluh hari akhir di bulan Ramadhan sekaligus mengejar
ketinggalan kita dalam beribadah. Sebagai sarana yang tepat untuk
menyempurnakan ibadah-ibadah kita.
2. Tolak ukur keberhasilan
Friend..
Kalau kita bisa memaksimalkan ibadah pada awal dn
pertengahan bulan Ramadhan, maka disepuluh akhir Ramadhan ibadah kita harus
lebih maksimal lagi, lebih semangat meraih berkah dan pahala yang berlipat
ganda. Ibnu Qoyyib berkata : Seorang pekerja yang cerdik akan mengakhirinya
dengan yang terbaik. Dan Itikaf memberikan peluang kepada kita untuk
mewujudkan hikmah ini.
3. Menuju taqwa
Dalam QS. Al Baqoroh : 183 menjelakan bahwa tujuan orang
Mumin berpuasa adalah menjadi Muttaqin (orang yang bertaqwa). Proses
penempaan diri selama di bulan Ramadhan akan menghasilkan insan yang bertaqwa
paska Ramadhan. Sehingga ibadah yang dilakukan di bulan Ramadhan dengan giat
dan penuh semangat akan dilakukan juga setelah Ramadhan. Itikaf selama
sepuluh hari di bulan Ramadhan merupakan peluang yang paling kondusif untuk
mencapai pribadi yang bertaqwa.
4. Mengendalikan nafsu
Ramadhan merupakan bulan pengendalian diri kita,
mengndalikan ambisi, keinginan dan syahwat yang selalu menuntut lebih, baik
itu berupa makanan, minuman, atau keperluan hidup lainnya. Dan Itikaf selama
sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan menyadarkan bahwa ia masih sehat
dengan makanan dan minuman yang sederhana dan asupan yang sedikit. Rutinitas
selama Itikaf akan memberikan pelajaran pembiasaan diri untuk mampu
mengandalikan nafsu di luar Ramadhan.
5. Hati yang terpaut dengan masjid
Ada
tujuh golongan yang dinaungi oleh Alloh dengan naungan-Nya pada dimana tidak
ada naungan apapun kecuali naungan dari-Nya ; pemimpin yang adil dan lelaki
yang hatinya terpaut dengan masjid. (HR. Bukhori)
6. Peluang mendapatkan Lailatul Qodar
Kemuliaan lailatul qodar dapat kita raih dengan ibadah
yang maksimal. Para Ulama berpendapat bahwa pahala sholat, tilawah, zikir,
dan amal kebaikan yang dilakukan pada malam lailatul qodar jauh lebih besar
dari semua pahala kebaikan yang kita lakukan selama seribu bulan yang tidak
terdapat didalamnya lailatul qodar. Rosululloh hanya mengatakan bahwa
lailatul qodar itu jatuh pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari yang
terakhir di bulan Ramadhan. Oleh karena itu, untuk mendapatkan malam lailatul
qodar kita harus memaksimalkan ibadah selama Itikaf pada sepuluh hari
terakhir tanpa harus membedakan antara malam ganjil dan genap.
7. Mengevaluasi diri
Umar bin Khotob RA berkata : Perhitungkanlah diri kamu
sebelum kamu diperhitungkan. Jadi kita harus selalu mengevaluasi diri kita
selama kita hidup di di dunia, sebelum menghadapu perhitungan di akhirat.
Itikaf merupakan waktu yang kondusif untuk refleksi dan evaluasi diri,
Apakah kita sudah maksimal atau lalai dalam melaksanakan perintah Alloh SWT
?.
8. Menjaga amanah Alloh SWT
Tujuan hidup kita di dunia ini adalah hanya untuk
beribadah kepada Alloh dan mengharap Ridho-Nya. Abu Bakar RA berkata :
Sesungguhnya Alloh memiliki hak atas kamu di siang hari yang mana Ia akan
menerimanya di malam hari yang mana ia akan menerimanya di siang hari.
dengan Itikaf dapat menumbuhkan komitmen dalam diri kita untuk mengerjakan
kewajiban pada waktu yang telah ditentukan serta menumbuhkan kesadaran agar
senantiasa mengabdikan diri kepada Alloh SWT dengan bentuk-bentuk ibadah yang
ditentukan Alloh SWT.
Friend..
Itulah tadi beberapa hikmah Itikaf pada sepuluh haru
terakhir di bulan Ramadhan. Semoga amal ibadah kita selama di bulan Ramadhan
diterima oleh Alloh SWT dan mencapai tujuan mulia yakni derajat taqwa. Amin.
Agar si Kecil Senang Berpuasa
Posted: 17 Sep 2008 09:09 PM CDT
Ibu guru, berpuasa itu apa?
Kenapa ibu guru nggak makan?
Friend..
Pertanyaan itu keluar dari bibir kecil salah satu murid
di RA. Kembang 2, tempat aku mengajar. Maklum, namanya juga masa kanak-kanak
usia prasekolah yang pada masa itu adalah senang bertanya. Pertanyaan mereka
timbul karena rasa ingin tahu terhadap sesuatu yang baru, baru mereka lihat
dan dengar. Mereka akan mengerti jika penjelasan yang diberikan orang tua
atau ibu guru sederhana, jelas dan pastinya dengan menggunakan bahasa mereka,
bahasa yang mudah dimengerti.
Lantas bagaimana kita memberi penjelasan kepada anak-anak
usia prasekolah tentang puasa?.
Friend..
Pertanyaan mereka jangan kita jadikan sebagai penyebab
kepeningan kepala kita, tapi justru dijadikan moment untuk mengenalkan anak
tentang makna berpuasa sedini mungkin. Jawablah pertanyaan mereka dengan
perkataan yang
sesuai dengan perkembangan mereka. Anak usia prasekolah mampu menerima
hal-hal yang dirasakannya secara kongkrit (nyata). Jelaskan kepada mereka
se-sederhana mungkin, bahwa berpuasa artinya menahan diri untuk tidak makan
dan minum sampai batas waktu yang tertentu.
Friend..
Memperkenalkan si kecil berpuasa
dengan cara yang bertahap. Kita lebih dulu mengenalkan suasana berpuasa.
Misalnya dengan mengajak si kecil makan sahur bersama, berbuka puasa bersama
dan tarawih bersama. Jika anak mulai tertarik unytuk ikut berpuasa makan
jangan dipaksakan untuk full selama satu hari, biarlah mereka menjalani puasa
sesuai dengan kesanggupannya, bila hanya setengah hari maka itu pun sudah
baik. Jangan memaksa anak, biarkan mereka bergembira dengan lingkungannya.
Kemudian bagaimana jika kita menginginkan anak
menyimpulkan dengan sendirinya bahwa, berpuasa adalah hal yang menyenangkan.
Tentunya dalam hal ini peranan orang tua dan guru sangat diperlukan. Apa saja
itu? Antara lain :
Sambut Meriah Bulan Ramadhan
Dalam menyambut bulan Ramadhan kadangkala kita kurang mempersiapkan
dengan matang sehingga suasana bulan Ramadhan tidak ada bedanya dengan
suasana di bulan-bulan lain. Karenanya menciptakan suasana yang berbeda
adalah cara awal memperkenalkan anak akan kemuliaan bulan Ramadhan. Misalnya
dengan menaruh hiasan kertas warna-warni yang bertuliskan marhaban ya
Romadhan
Rosululloh bersabda : Barang siapa yang bergembira dengan datangnnya
bulan Ramadhan. Maka Alloh mengaharamkan baginya jasadnya tersentuh api
neraka.
Mengenalkan
Ramadhan Lewat Cerita dan Mainan
Salah satu cara untuk memperkenalkan anak pada bulan Ramadhan adalah
dengan bercerita kisah-kisah menari seputar bulan Ramadhan, bisa dengan
boneka, menggambar atau lewat buku yang kita bacakan pada anak. Kisah para
ambiya, Rosululloh SAW beserta sahabat-sahabatnya atau bisa juga kisah para
lain yang mengandung hikmah bagi anak.
Memperkenalkan Ramadhan dengan mainan misalnya dengan memberikan
mainan puzzle, kartu bergambar binatang, tumbuhan atau benda-benda yang
berada didekat anak, bermain alat musik atau bisa juga komputer yang
interaktif. Semua itu diharapkan agar tumbuh semangat dan antusias anak
selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.
Ciptakan Suasana Kondusif
Menciptakan suasana kondusif juga perlu, karena itu mempengaruhi
semangat anak. Salah satu caranya dengan mengubah penataan rumah. Contohnya
mengubah letak permainan, TV, majalah/buku yang bersifat umum, diganti dengan
majalah dan buku yang islami. kamar tidur anak bisa juga dihisi dengan
tulisan hadits-hadist pendek yang mudah diingat dan dihafal. Memberikan
reward dengan kartu bintang, yakni kartu yang bertuliskan jadwal kegiatan
Ramadhan yang telah disusun bersama anak dan dijalani dengan baik, maka kartu
itu akan terisi oleh stiker bintang. Semakin banyak stiker bintang yang
didapat, si kecil akan merasa senang dan dengan sendirinya anak akan
termotivasi untuk menjalankan kegiatan yang terjadwal dibulan Ramadhan.
Menu Yang Menarik dan Bergizi
Ini adalah tugas ibu untuk menyusun menu makanan anak yang bergizi
dengan tampilan makanan yang menarik, selain si keci senang dan lahap
memakannya, tanpa ia sadari banyak gizi yang terdapat di dalam makanan yang
dimakannya. Lagi-lagi tugas ibu untuk melatih pola makan anak. Si kecil yang
setiap harinya makan tiga kali sehari, selama bulan Ramadhan menjadi dua kali
sehari, yakni waktu sahur dan berbuka.
Ibadah Bersama Keluaga
Jika kegiatan dibulan Ramadhan dilakukan bersama-sama keluarga, maka
akan lebih terasa nikmatnnya ibadah. Misalnya saling membangunkan untuk makan
sahur kemudian berkumpul bersama untuk berbuka, hingga sholat tarawih
berjamaah, terus seperti itu. Ketika kegiatan itu merupakan hal yang baru
bagi si kecil, akan tetapi dilakukan dengan bersama-sama dan rutin, maka anak
akan menjadikannya sebagai kebiasaan yang bernilai ibadah.
Friend..
Banyak sekali manfaat yang bisa kita ambil dengan
anak-anak berpuasa. Misalnya saja dari sisi kesehatan, dengan puasa
memberikan waktu pada organ-organ tubuh untuk berpuasa. Anak-anak juga akan
dilatih untuk berdisiplin. Bangun sahur di malam hari dan berbuka puasa
sesuai kemampuan mereka. Ini adalah latihan untuk mereka agar taat pada
aturan agama. Manfaat puasa juga dapat membiasakan anak untuk melakukan
hal-hal yang baik. Melatih kejujuran, rasa saling berbagi dan memberi.
You are subscribed to email updates from Da'iah Lulu TPI
To stop receiving these emails, you may unsubscribe now.
Email Delivery powered by
FeedBurner
If you prefer to unsubscribe via postal mail, write to: Da'iah
Lulu TPI, c/o FeedBurner, 20 W Kinzie, 9th Floor, Chicago IL USA 60610
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
ANDA INGIN BERUBAH ?
Apakah Anda menderita fobia, insomnia, psikosomatis, mudah pusing, berdebar
debar, sesak nafas, nyeri ulu hati, leher kaku, sakit mag, dsb. ?
Apakah Anda memiliki kebiasaan buruk, mania, kecanduan makan, kecanduan rokok,
gangguan/penyimpangan seksual, tidur berlebihan, obsesif kompulsif, malas,
menunda pekerjaan, lari dari masalah dsb. ?
Apakah tiba tiba suka muncul perasaan negatif seperti gelisah, gampang marah,
panik, gugup, bingung, lupa, sedih, sunyi dsb. yang semakin lama semakin buruk
dan sulit dikendalikan ?
Apakah Anda merasa semakin terpuruk dan berlarut larut, terperangkap dalam
"penjara emosi" seperti : malu, fobia, cemas, stress, takut, malas, depresi,
rendah diri, rasa bersalah, rasa gagal dsb. ?
Apakah Anda mulai merasa frustasi, lelah, tidak berdaya, paling bernasib buruk,
sial dan sangat menderita ?
HUBUNGI KLINIK S.E.R.V.O :
Hotline : (021) 554 6009, 5574 5555
http://klinikservo.wordpress.com/kesaksian/
-------------
Ingin dikusi bersama rekan milis Taman Bintang lainnya ?
Invite [EMAIL PROTECTED] melalui Yahoo Messenger (YM) Anda
http://messenger.yahoo.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/