Thursday, September 18, 2008 12:37 AM


From: "Da'iah Lulu  Tv TPI" < @gmail.com>

View contact details


To: [EMAIL PROTECTED]

 

 

 


 
  
  Yang Terlupa di Bulan Ramadhan 
  


  Friend..

  Namanya juga manusia tak luput dari kehilafan (iya kan?) tapi jangan 
dijadikan alasan untuk
  membuat diri kita menjadi jauh dari perbaikan. Secar gitulho, bulan Ramadhan
  adalah bulan Muhasabah. Alhamdulillah Alloh masih memberi umur untuk
  merasakan nikmatnnya ibadah di bulan yang mulia ini. Jadi jangan kita
  sia-siain. Tanam dari dalam hati keinginan untuk memperbaiki kualitas ibadah
  Romadhan kali ini dari Romadhan tahun lalu. Lebih baik dan bertambah baik.
  Oke..??

  Friend..

  Kalo niat udah tertancap dengan kuat, maka harus terus
  dijaga. Ibarat baterai harus terus di charge biar nggak lowbat. Begitu juga
  dengan amalan Ramadhan harus terus menerus diisi dengan amal yang mulia.
  Karena waktu hanya ada dua pilihan, kalo nggak diisi dengan kebaikan ya..
  akan diisi dengan keburukan. 

  Friend..

Ada beberapa hal yang sering kita abaikan di bulan yang penuh
  ampunan ini. Memang sih hal yang sepele tapi ini berpengaruh besar terhadap
  kualitas ibadah puasa kita. Antara lain :

  

  1. Menyia-nyiakan Waktu

  

  Waktu adalah pedang, apabila tidak bisa menggunakannya
  dengan baik maka kita sendiri yang akan terluka, seperti itu pepatah Arab
  menyampaikan bahwa pentingnya memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknnya.
  Terlebih lagi di bulan Romadhan yang penuh dengan kebaikan, pahala yang
  dilipat gandakan, dan istimewa dari bulan-bulan lainnya. 

  Karena itu Friend, kegiatan yang kurang bermanfaat di
  taruh diurutan yang paling belakang dan mendahulukan amalan yang jauh lebih
  bermanfaat. Contohnnya : Daripada nonton TV, lebih baik tadarus Al Quran.
  Secara gitu lho, Romadhan adalah bulan diturunkannya Al Quran (kitab pembeda
  antara yang Haq dan Bathil). Belum lagi kebaikan yang diberikan bagi yang
  membaca Al Quran dilipat gandakan. Misalnnya kita baca surat Al Baqoroh, ayat 
pertama Alif, Lam,
  Mim. Kita membaca tiga huruf, nilai pahala dan kebaikannya bukan tiga
  jumlahnnya melainkan sepuluh kali lipat. Jadi kita membaca Alif, Lam, Mim,
  masing-masing sepuluh kebaikan. Jumlahnnya tiga puluh kebaikan. Subhanalloh,
  bonus ini hanya berlaku di bulan Ramadhan lho…

  Friend..

  Sayang banget kan,
  kalo kegiatan yang banyak kita lakukan nggak bermanfaat, nggak dapat kebaikan
  sama sekali. Karena itu kita harus pilih kegiatan yang bermanfaat Bisa dengan
  menghafal Al Quran, Hadits, Tadarus, Membaca buku ilmiah khususnya islam
  tentang kajian fiqih shoum agar tambah motivasi kita untuk berpuasa dan banyak
  kegiatan lainnya yang jadi pilihan tepat dan membawa kebaikan yang berlimpah.

  

  2. Konsumsi Makanan Berlebihan

  

  “Namanya juga puasa wajar dong kalo tambah 3 piring.”
  Deu.. tau deh yang lagi puasa, mentang-mentang nggak makan dan minum, jadi
  ketika sahur dan berbuka perut padat dengan aneka makanan dan minuman. Nggak
  kasihan pada alat pencernaan kita jadi yang jadi arena tinju lantaran aneka
  makanan dan minuman saling beradu (he..he…). 

  Friend..

  Makanan ketika sahur dan berbuka juga jangan dibiarkan
  tersisa. Sayang banget kan,
  kalo dibuang gitu aja. Jadi mubazir. Padahal Alloh SWT mengingatkan : “Makan
  dan minumlah kamu, dan jangan berlebihan. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai
  orng yang berlebih-lebihan.” (QS. Al ‘Arof : 31).

  

  3. Memasak Aneka Makanan

  

  Terkadang untuk mempersiapkan makanan berbuka harus
  menguras banyak waktu, mulai dari mempersiapkan bahan-bahan masakan disiang
  hari sampai pada proses memasak yang begitu banyak, sehingga sedikit sekali
  waktu yang tersisa untuk membaca tadarus Al Quran. Memang memasak juga
  merupakan kegiatan yang bermanfaat, mempersiapkan makanan berbuka untuk
  keluarga merupakan amal yang bernilai ibadah. Tetapi jangan terlalu letih,
  khawatir ibadah sholat wajib dan sholat sunnah tarawih menjadi alasan untuk
  tidak sanggup mengerjakan bahkan dilewatkan. Sayang banget kan, padahal 
ibadah yang sunnah di bulan
  Ramadhan nilainya sama seperti mengerjakan ibadah wajib.

  

  4. Bergadang Demi Kesenangan

  

  Bergadang jangan bergadang

  Kalau tiada gunanya

  

  Begitu kiranya syair lagunya yang dilantunkan oleh raja
  dangdut H. Rhoma Irama. Memang benar kalau bergadang itu tiada gunanya kalau
  hanya sekedar untuk kesenangan dan kepuasan sendiri. Misalnya : menghabiskan
  waktu dengan bergadang semam suntuh demi untuk kegiatan yang tidak
  bermanfaat, nonton TV, bercanda, ngobrol, hanya sekedar kumpul dengan
  beberapa makanan ringan. Kegiatan seperti itu di bulan Ramadhan jelas-jelas
  tidak membawa manfaat. Akibat dari bergadang yang semalam suntuk, di pagi dan
  siang harinya tubuh menuntut untuk istirahat, maka habislah waktu Ramadhan
  dengan tidur sepanjang hari. Kalau ditanya ia berdalih dengan gampang saja,
  “Tidur di bulan Ramadhan itu kan,
  juga ibadah.” Padahalkan ada ibadah yang lebih besar pahalanya yakni membaca
  Al Quran dan berzikir.

  

  5. Amalan-amalan Ringan yang Diabaikan

  

  Tidak sedikit kaum muslimin yang menjadikan bulan
  Ramadhan sebagai bulan yang mewajibkan kita untuk berpuasa. Padahal banyak
  sekali malan-amalan yang lebih bernilai. Memulai dari amalan yang ringan
  namun dilakukan terus-menerus. Contohnya ibadah sunnah. Jika sholat dhuha
  yang dilakukan secara terus-menerus atau rutin. InsyaAlloh apabila ibadah
  yang ringan dilakukan dengan baik, maka melakukan ibadah yang berat akan
  terasa lebih mudah.

  

  6. Aktifitas Buruk Menjelang Sholat Tawawih

  

  Biasanya hal ini dilakukan oleh kebanyakan para remaja
  yang senang menghabiskan hari-harinya dengan bermain gitar, nongkrong di
  pinggir jalan, bahkan ada juga diantara mereka yang bermain kartu dengan
  alasan menunggu waktu sahur atau jaga di malam hari.

  

  7. Mengabaikan 10 Hari Terakhir di Bulan Ramadhan

  

  Iman itu ada kadang bertambah dan berkurang. Tak ubahnya
  dengan amalan-amalan yang dilakukan di bulan Ramadhan, kadang suka ada rasa
  malas untuk konsisten dengan amal baik. Tadarus mulai sayup-sayup, tarawih
  pun semakin sedikit jumlah jama’ahnnya apalagi kalau tiba di sepuluh hari
  sebelum hari raya. Sayangnnya banyak diantara kita yang bercabang pikirannya
  di sepuluh ramadhan akhir ini. Contohnnya berbelanja kebutuhan selama bulan
  suci ramadhan, membuat kue lebaran, mempersiapkan tiket pulang kampung.
  Fenomenannya bisa dilihat-lihat dengan jelas di masjid-masjid dengan jumlah
  jama’ah semakin berkurang. Padahal puncak dari ibadah shoum Ramadhan adalah,
  dianjurkannya kepada kaum muslimin untuk melakukan ‘itikaf dan berkonsentrasi
  penuh dalam ibadah.

  Friend..

  Nyok’ kite fastabiqul khoiroot. Berlomba-lomba dalam
  kebaikan.

  (Penulis. Daiah Lulu Susanti)
  
 
 
  
  Sebab Kemenangan Perang Badar 
  Posted: 17 Sep 2008 09:28 PM CDT
  Friend..

  Dalam perang Badar pasukan Islam hanya memiliki sepertiga dari kekuatan
  musuh. Tetapi mengapa bisa meraih kemenangan? Ini yang menarik untuk kita
  ketahui bersama sebagai acuan diri kita agar menjadi insan yang disetiap saat
  senantiasa melakukan perubahan menuju arah kebaikan.

  Friend..

  Sewaktu Rosululloh menyampaikan dakwahnya, hanya
  sebagian kecil saja yang menerima. Mereka adalah orang yang dibukakan
  hatinnya dengan hidayah Alloh. Selebihnnya berada dalam kemusyrikan.
  Rosululloh dan para sahabatnnya menjadi sasaran dari kemarahan kaum
  Musyrikin, meraka mulai mengejek Rosululloh, menyksa, menteror, memboikot dan
  bahkan mengancam untuk membunuh.

  Bagaimana dengan kaum Muslimin? Mereka tetap tabah,
  terhadap segala macam ancaman yang datang dari kaum Kafir. Sampai akhirnya
  kaum Muslimin diusir dari kampung halamannya. Dengan hati yang tabah
  Rosululloh dan kaum Mauslimin pindah ke Yatsrib (Madinah).

  Friend..

  Bagaimana sebab terjadinya perang badar?

  Pangkal terjadinya adalah ketika kaum Kafir Quraisy
  serta kaum Munafiq termakan oleh hasutan kaum Yahudi. Ada dua orang yang 
sombong yang menjadi
  provokator para penduduk untuk menyerbu Madinah. 

  Awalnya Rosululloh belum menanggapi kaum Kafir Quraisy.
  Barulah setelah Alloh SWT memerintahkan untuk berperang, maka Rosululloh
  menyeru kaum Muslimin untuk berperang.

  Friend..

  Rosululloh yang menjadi panglima parang mengetahui bahwa
  jumlah musuh lebih banyak. Pada malam jum’at, tanggal 11 Ramadhan tahun kedua
  Hijriyyah memohon doa pada Alloh SWT agar kaum Muslimin dimenangkan. Alloh
  mengabulkan doa Rosululloh, serangkaian pertolongan Alloh bermunculan antara
  lain diawali dengan turunnya hujan di malam hari yang membawa rahmat bagi
  kaum Muslimin, sebaliknnya menjadi malapetaka banjir terhadap musuh-musih
  islam.

  Perang pun berlangsung dengan keadaan yang tidak
  seimbang. Pihak Musyrik Quraisy berkekuatan sekitar 1000 tentara dengan
  ,mengendarai 300 ekor kuda dan 700 ekor unta. Mereka juga menggenggam senjata
  yang sangat lengkap dan logistik yang memadai. Sebaliknnya kaum Muslimim
  hanya berkekuatan 313 tantara, 2 ekor kuda dan 70 ekor unta secara
  bergantian. Sedangkan senjata yang dibawa seadanya dan logistik secukupnya. 

  Friend..

  Meski demikian, Alloh sengaja membuktikan bahwa pasukan
  yang memiliki kekuatan pasukan yang besar, tidak selamanya mampu mengalahkan
  pasukan yang jauh lebih kecil tapi militan. 

  Dengan pertolongan Alloh semata, akhirnya pasukan besar
  yang menolak kehadiran Islam berhasil dikalahkan oleh pasukan Islam yang
  sedikit tapi bersih.

  “Dan sesungguhnya Alloh telah menolongmu dalam (perang)
  Badar sedang jumlahmu sangat sedikit. Karena itu takutlah kepada Alloh agar
  kamu dapat berterimakasih.” (QS : Al Imron : 123) 

  (Penulis. Daiah Lulu Susanti)
  
 
 
  
  Memetik keindahan hikmah I’tikaf 
  Posted: 17 Sep 2008 09:13 PM CDT
  Ibadah yang dipelihara,
  diutamakan dan sangat terpelihara oleh Rosululloh SAW adalah I’tikaf. 

  Kemudian bagaimana seharusnnya masjid menjadi marak dengan suasana penuh
  dengan ke-khusyuan I’tikaf?

  Friend..

  I’tikaf adalah berdiam atau tinggal di masjid dengan adab-adab tertentu, pada
  masa tertentu, dan diniatkan sebagai ibadah serta bentuk taqorrub kepada
  Alloh SWT. I’tikaf sebagai sarana perenungan yang efektif bagi kaum Muslim
  dalam memelihara dan meningkatkan kualitas hidup keislamannya. Amalan ini
  juga sebagi upaya untuk memakmurkan masjid.

  “Sesungguhnya yang memakmurkan masjid adalah orang-orang
  yang beriman kepada Alloh dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat,
  menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Alloh SWT;
  maka merekalah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat
  petunjuk”. (QS. At Taubah :18)

  Friend..

Para ulama telah berijma bahwa I’tikaf merupakan iabadah yang
  disyariatkan dan disunahkan oleh Nabi Muhammad SAW .

  Dari Abu Hurairah RA bahwa Rosululloh SAW senantiasa
  selama beri’tikaf pada setiap bulan Ramadhan selama sepuluh hari, dan ketika
  tahun kewafatannya beliau beri’tikaf selama dua puluh hari.” (HR. Bukhori).

  Friend..

  Sering kali orang awam mengira bahwa selama beri’tikaf
  ia tidak boleh melakukan ini dan itu, sehingga ini yang menjadi persepsi yang
  menakutkan dan memberatkan I’tikaf. Padahal semua itu tidaklah dilarang dan
  dan tidak pula membatalkan I’tikaf seseorang. 

  Friend.. 

  Lantas apa saja hal-hal yang disunnahkan , diperbolehkan
  dan yang membatalkan selama I’tikaf ? Berikut penjelasannya :

  

  Hal-hal yang disunnahkan selama I’tikaf 

  1. Memperbanyak melakukan ibadah-ibadah sunnah seperti
  sholat, membaca Al Quran, bertasbih, berzikir dan istighfar.

  2. Mengakaji ilmu-ilmu agama. Mentelaah tafsir, hadits,
  biografi para orang sholeh, dan buku islami lainnya.

  3. Tidak menyibukan diri dengan amalan dan ucapan yang
  tidak bermanfaat. 

  4. Hendaknya seorang yang I’tikaf tidak diam saja
  lantaran mengira bahwa itu adalah bentuk taqorrub (mendekatkan diri) kepada
  Alloh SWT, karena diam bukanlah suatu ibadah. Akan tetapi pembicaraan yang
  baik lebih utama daripada diam.

  

  Hal-hal yang dibolehkan selama I’tikaf

  1. Keluar dari tempat I’tikaf untuk mengantar
  keluarganya. Karena Rosululloh pun ketika sedang beri’tikaf keluar dari
  masjid untuk mengantar Shafiyah yang menjenguknya.

  2. Menyisir rambut, mencukur rambut, memotong kuku,
  membersihkan badan dan memakai minyak wangi.

  3. Keluar dari masjid untuk keperluan manusiawi, seperti
  buang hajat, mandi, menjenguk orang sakit dan mengantar jenazah.

  4. Boleh makan dan minum selama ia menjaga kebersihan
  masjid.

  

  Hal-hal yang membatalkan selama I’tikaf

  1. Keluar dari masjid tanpa ada keperluan meskipun hanya
  sebentar. Sehingga dalam I’tikaf sunnah cukup baginya memperbaharui kembali
  niatnnya untuk ber’itikaf ketika hendak masuk lagi ke dalam masjid. Sedangkan
  dalam I’tikaf yang wajib; seperti nazar I’tikaf selama sehari lalu ia keluar
  dari masjid tanpa sebab di tengah hari, maka I’tikafnya telah batal dan ia
  harus mengulang lagi dari awal.

  2. Murtad dari agama Islam.

  3. Haidh dan nifas.

  4. Hilangnya akal karena gila atau mabuk-mabukan.

  5. Berjimak dengan istri. (QS. Al Baqoroh : 187)

  6. Pergi sholat jum’at (bagi yang membolehkan I’tikaf di
  Mushola yang tidak dipakai sholat jum’at).

  

  Friend..

  Itu tadi penjelasan singkat tentang hal-hal yang
  disunnahkah, diperbolehkan dan yang membatalkan I’tikaf seseorang. Kemudian
  apa saja hikmah yang bisa kita petik selama melaksanakan ibadah I’tikaf
  sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan :

  

  1. Mengejar ketinggan dalam beribadah

  Friend..

  Sering kali kita belum bisa memaksimalkan waktu dengan
  baik di bulan Ramadhan. Ketika berada di sepuluh hari pertama dan kedua di
  bulan Ramadhan, diri kita lalai dan sibuk dengan kegiatan pribadi kita
  sehingga kurangnnya waktu untuk taqorrub pada Alloh SWT. I’tikaf merupakan
  ibadah yang dilakukan sepuluh hari akhir di bulan Ramadhan sekaligus mengejar
  ketinggalan kita dalam beribadah. Sebagai sarana yang tepat untuk
  menyempurnakan ibadah-ibadah kita.

  

  2. Tolak ukur keberhasilan

  Friend..

  Kalau kita bisa memaksimalkan ibadah pada awal dn
  pertengahan bulan Ramadhan, maka disepuluh akhir Ramadhan ibadah kita harus
  lebih maksimal lagi, lebih semangat meraih berkah dan pahala yang berlipat
  ganda. Ibnu Qoyyib berkata : “Seorang pekerja yang cerdik akan mengakhirinya
  dengan yang terbaik.” Dan I’tikaf memberikan peluang kepada kita untuk
  mewujudkan hikmah ini.

  

  3. Menuju taqwa

  Dalam QS. Al Baqoroh : 183 menjelakan bahwa tujuan orang
  Mu’min berpuasa adalah menjadi Muttaqin (orang yang bertaqwa). Proses
  penempaan diri selama di bulan Ramadhan akan menghasilkan insan yang bertaqwa
  paska Ramadhan. Sehingga ibadah yang dilakukan di bulan Ramadhan dengan giat
  dan penuh semangat akan dilakukan juga setelah Ramadhan. I’tikaf selama
  sepuluh hari di bulan Ramadhan merupakan peluang yang paling kondusif untuk
  mencapai pribadi yang bertaqwa.

  

  4. Mengendalikan nafsu

  Ramadhan merupakan bulan pengendalian diri kita,
  mengndalikan ambisi, keinginan dan syahwat yang selalu menuntut lebih, baik
  itu berupa makanan, minuman, atau keperluan hidup lainnya. Dan I’tikaf selama
  sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan menyadarkan bahwa ia masih sehat
  dengan makanan dan minuman yang sederhana dan asupan yang sedikit. Rutinitas
  selama I’tikaf akan memberikan pelajaran pembiasaan diri untuk mampu
  mengandalikan nafsu di luar Ramadhan.

  

  5. Hati yang terpaut dengan masjid

  “Ada
  tujuh golongan yang dinaungi oleh Alloh dengan naungan-Nya pada dimana tidak
  ada naungan apapun kecuali naungan dari-Nya ; pemimpin yang adil dan lelaki
  yang hatinya terpaut dengan masjid.” (HR. Bukhori)

  

  6. Peluang mendapatkan Lailatul Qodar

  Kemuliaan lailatul qodar dapat kita raih dengan ibadah
  yang maksimal. Para Ulama berpendapat bahwa pahala sholat, tilawah, zikir,
  dan amal kebaikan yang dilakukan pada malam lailatul qodar jauh lebih besar
  dari semua pahala kebaikan yang kita lakukan selama seribu bulan yang tidak
  terdapat didalamnya lailatul qodar. Rosululloh hanya mengatakan bahwa
  lailatul qodar itu jatuh pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari yang
  terakhir di bulan Ramadhan. Oleh karena itu, untuk mendapatkan malam lailatul
  qodar kita harus memaksimalkan ibadah selama I’tikaf pada sepuluh hari
  terakhir tanpa harus membedakan antara malam ganjil dan genap.

  

  7. Mengevaluasi diri

  Umar bin Khotob RA berkata : “Perhitungkanlah diri kamu
  sebelum kamu diperhitungkan.” Jadi kita harus selalu mengevaluasi diri kita
  selama kita hidup di di dunia, sebelum menghadapu perhitungan di akhirat.
  I’tikaf merupakan waktu yang kondusif untuk refleksi dan evaluasi diri,
  “Apakah kita sudah maksimal atau lalai dalam melaksanakan perintah Alloh SWT
  ?”.

  

  8. Menjaga amanah Alloh SWT

  Tujuan hidup kita di dunia ini adalah hanya untuk
  beribadah kepada Alloh dan mengharap Ridho-Nya. Abu Bakar RA berkata :
  “Sesungguhnya Alloh memiliki hak atas kamu di siang hari yang mana Ia akan
  menerimanya di malam hari yang mana ia akan menerimanya di siang hari.”
  dengan I’tikaf dapat menumbuhkan komitmen dalam diri kita untuk mengerjakan
  kewajiban pada waktu yang telah ditentukan serta menumbuhkan kesadaran agar
  senantiasa mengabdikan diri kepada Alloh SWT dengan bentuk-bentuk ibadah yang
  ditentukan Alloh SWT.

  

  Friend..

  Itulah tadi beberapa hikmah I’tikaf pada sepuluh haru
  terakhir di bulan Ramadhan. Semoga amal ibadah kita selama di bulan Ramadhan
  diterima oleh Alloh SWT dan mencapai tujuan mulia yakni derajat taqwa. Amin.
  
 
 
  
  Agar si Kecil Senang Berpuasa 
  Posted: 17 Sep 2008 09:09 PM CDT
  “Ibu guru, berpuasa itu apa?”
  “Kenapa ibu guru nggak makan?”
  Friend..
  Pertanyaan itu keluar dari bibir kecil salah satu murid
  di RA. Kembang 2, tempat aku mengajar. Maklum, namanya juga masa kanak-kanak
  usia prasekolah yang pada masa itu adalah senang bertanya. Pertanyaan mereka
  timbul karena rasa ingin tahu terhadap sesuatu yang baru, baru mereka lihat
  dan dengar. Mereka akan mengerti jika penjelasan yang diberikan orang tua
  atau ibu guru sederhana, jelas dan pastinya dengan menggunakan bahasa mereka,
  bahasa yang mudah dimengerti.
  Lantas bagaimana kita memberi penjelasan kepada anak-anak
  usia prasekolah tentang ‘puasa?’.
   
  Friend..
  Pertanyaan mereka jangan kita jadikan sebagai penyebab
  kepeningan kepala kita, tapi justru dijadikan moment untuk mengenalkan anak
  tentang makna berpuasa sedini mungkin. Jawablah pertanyaan mereka dengan 
perkataan yang
  sesuai dengan perkembangan mereka. Anak usia prasekolah mampu menerima
  hal-hal yang dirasakannya secara kongkrit (nyata). Jelaskan kepada mereka
  se-sederhana mungkin, bahwa berpuasa artinya menahan diri untuk tidak makan
  dan minum sampai batas waktu yang tertentu.
  Friend..
  Memperkenalkan si kecil berpuasa
  dengan cara yang bertahap. Kita lebih dulu mengenalkan suasana berpuasa.
  Misalnya dengan mengajak si kecil makan sahur bersama, berbuka puasa bersama
  dan tarawih bersama. Jika anak mulai tertarik unytuk ikut berpuasa makan
  jangan dipaksakan untuk full selama satu hari, biarlah mereka menjalani puasa
  sesuai dengan kesanggupannya, bila hanya setengah hari maka itu pun sudah
  baik. Jangan memaksa anak, biarkan mereka bergembira dengan lingkungannya. 
  Kemudian bagaimana jika kita menginginkan anak
  menyimpulkan dengan sendirinya bahwa, berpuasa adalah hal yang menyenangkan.
  Tentunya dalam hal ini peranan orang tua dan guru sangat diperlukan. Apa saja 
itu? Antara lain :
  Sambut Meriah Bulan Ramadhan
  Dalam menyambut bulan Ramadhan kadangkala kita kurang mempersiapkan
  dengan matang sehingga suasana bulan Ramadhan tidak ada bedanya dengan
  suasana di bulan-bulan lain. Karenanya menciptakan suasana yang berbeda
  adalah cara awal memperkenalkan anak akan kemuliaan bulan Ramadhan. Misalnya
  dengan menaruh hiasan kertas warna-warni yang bertuliskan ‘marhaban ya
  Romadhan’ 
  Rosululloh bersabda : “Barang siapa yang bergembira dengan datangnnya
  bulan Ramadhan. Maka Alloh mengaharamkan baginya jasadnya tersentuh api 
neraka.”
  Mengenalkan
       Ramadhan Lewat Cerita dan Mainan
  Salah satu cara untuk memperkenalkan anak pada bulan Ramadhan adalah
  dengan bercerita kisah-kisah menari seputar bulan Ramadhan, bisa dengan
  boneka, menggambar atau lewat buku yang kita bacakan pada anak. Kisah para
  ambiya, Rosululloh SAW beserta sahabat-sahabatnya atau bisa juga kisah para
  lain yang mengandung hikmah bagi anak. 
  Memperkenalkan Ramadhan dengan mainan misalnya dengan memberikan
  mainan puzzle, kartu bergambar binatang, tumbuhan atau benda-benda yang
  berada didekat anak, bermain alat musik atau bisa juga komputer yang
  interaktif. Semua itu diharapkan agar tumbuh semangat dan antusias anak
  selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.
  Ciptakan Suasana Kondusif
  Menciptakan suasana kondusif juga perlu, karena itu mempengaruhi
  semangat anak. Salah satu caranya dengan mengubah penataan rumah. Contohnya
  mengubah letak permainan, TV, majalah/buku yang bersifat umum, diganti dengan
  majalah dan buku yang islami. kamar tidur anak bisa juga dihisi dengan
  tulisan hadits-hadist pendek yang mudah diingat dan dihafal. Memberikan
  reward dengan ‘kartu bintang’, yakni kartu yang bertuliskan jadwal kegiatan
  Ramadhan yang telah disusun bersama anak dan dijalani dengan baik, maka kartu
  itu akan terisi oleh stiker bintang. Semakin banyak stiker bintang yang
  didapat, si kecil akan merasa senang dan dengan sendirinya anak akan
  termotivasi untuk menjalankan kegiatan yang terjadwal dibulan Ramadhan.
  Menu Yang Menarik dan Bergizi
  Ini adalah tugas ibu untuk menyusun menu makanan anak yang bergizi
  dengan tampilan makanan yang menarik, selain si keci senang dan lahap
  memakannya, tanpa ia sadari banyak gizi yang terdapat di dalam makanan yang
  dimakannya. Lagi-lagi tugas ibu untuk melatih pola makan anak. Si kecil yang
  setiap harinya makan tiga kali sehari, selama bulan Ramadhan menjadi dua kali
  sehari, yakni waktu sahur dan berbuka.
  Ibadah Bersama Keluaga
  Jika kegiatan dibulan Ramadhan dilakukan bersama-sama keluarga, maka
  akan lebih terasa nikmatnnya ibadah. Misalnya saling membangunkan untuk makan
  sahur kemudian berkumpul bersama untuk berbuka, hingga sholat tarawih
  berjama’ah, terus seperti itu. Ketika kegiatan itu merupakan hal yang baru
  bagi si kecil, akan tetapi dilakukan dengan bersama-sama dan rutin, maka anak
  akan menjadikannya sebagai kebiasaan yang bernilai ibadah. 
  Friend..
  Banyak sekali manfaat yang bisa kita ambil dengan
  anak-anak berpuasa. Misalnya saja dari sisi kesehatan, dengan puasa
  memberikan waktu pada organ-organ tubuh untuk berpuasa. Anak-anak juga akan
  dilatih untuk berdisiplin. Bangun sahur di malam hari dan berbuka puasa
  sesuai kemampuan mereka. Ini adalah latihan untuk mereka agar taat pada
  aturan agama. Manfaat puasa juga dapat membiasakan anak untuk melakukan
  hal-hal yang baik. Melatih kejujuran, rasa saling berbagi dan memberi.
   
  
 


 


 
  
  You are subscribed to email updates from Da'iah Lulu TPI 

  To stop receiving these emails, you may unsubscribe now.
  
  
  Email Delivery powered by
  FeedBurner
  
 
 
  
  If you prefer to unsubscribe via postal mail, write to: Da'iah
  Lulu TPI, c/o FeedBurner, 20 W Kinzie, 9th Floor, Chicago IL USA 60610
  
 


 


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

ANDA INGIN BERUBAH ? 

Apakah Anda menderita fobia, insomnia, psikosomatis, mudah pusing, berdebar 
debar, sesak nafas, nyeri ulu hati, leher kaku, sakit mag, dsb. ? 

Apakah Anda memiliki kebiasaan buruk, mania, kecanduan makan, kecanduan rokok, 
gangguan/penyimpangan seksual, tidur berlebihan, obsesif kompulsif, malas, 
menunda pekerjaan, lari dari masalah dsb. ? 

Apakah tiba tiba suka muncul perasaan negatif seperti gelisah, gampang marah, 
panik, gugup, bingung, lupa, sedih, sunyi dsb. yang semakin lama semakin buruk 
dan sulit dikendalikan ? 

Apakah Anda merasa semakin terpuruk dan berlarut larut, terperangkap dalam 
"penjara emosi" seperti : malu, fobia, cemas, stress, takut, malas,  depresi, 
rendah diri, rasa bersalah, rasa gagal dsb. ? 

Apakah Anda mulai merasa frustasi, lelah, tidak berdaya, paling bernasib buruk, 
sial dan sangat menderita ?

HUBUNGI KLINIK S.E.R.V.O™ : 

Hotline : (021) 554 6009, 5574 5555

http://klinikservo.wordpress.com/kesaksian/

-------------

Ingin dikusi bersama rekan milis Taman Bintang lainnya ? 
Invite [EMAIL PROTECTED] melalui Yahoo Messenger (YM) Anda 
http://messenger.yahoo.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke