Rapat Eksekusi Nasrudin di Mabes Polri Presiden meminta pengusutan transparan.
JAKARTA — Rapat perencanaan pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen diduga kuat dilakukan di salah satu ruangan di Markas Besar Kepolisian RI, Jakarta. “Informasi itu saya peroleh dari keluarga para tersangka pelaku lapangan,” kata Petrus Balla Pattyona, pengacara empat tersangka, kepada Tempo di Jakarta kemarin. Kliennya adalah Fransiscus Tanu Kerans, Daniel, Heri Santoso, dan Sei, yang masih buron. Menurut Petrus, Daniel selalu mengaku sedang berada di Mabes Polri jika dihubungi oleh keluarganya. “Daniel menyatakan sedang menjalankan tugas negara.” Para tersangka diindoktrinasi bahwa Nasrudin mesti dihabisi karena membawa dokumen yang membahayakan negara. Kepala Satuan Kejahatan dan Kekerasan Kepolisian Daerah Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Nico Afinta menolak menanggapi sinyalemen ini. “Masih dikembangkan,” katanya pendek. Juru bicara Mabes Polri, Inspektur Jenderal Abubakar Nataprawira, pun menolak berkomentar. “Besok dijelaskan semua,” katanya kemarin malam. Rencananya hari ini Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Wahyono akan mengumumkan hasil pemeriksaan. Sumber di kepolisian menyatakan rapat dilakukan di kantor Komisaris Besar WW, salah satu kepala subdirektorat pada Badan Pembinaan dan Keamanan Mabes Polri. “Karena itu, para eksekutor percaya bahwa target (Nasrudin) musuh negara,” ujarnya. Pada Juli nanti, rencananya bekas kepala kepolisian resor di Jakarta itu dipromosikan menjadi direktur di Mabes Polri dengan pangkat brigadir jenderal. Nasrudin, 41 tahun, tewas setelah ditembak kepalanya di dalam mobil di kawasan lapangan golf Modernland, Tangerang, Banten, pada 14 Maret lalu. Polisi telah mencokok sembilan tersangka, yaitu Kor, Fransiscus Kerans, Daniel, Heri Santoso, Hendrikus Kia, Edo, Jeri Kusmawan, Sigid Haryo Wibisono alias Bibik, serta WW. Jeri dan Sigid dituduh mendanai pembunuhan. Penyidik tengah memburu dua orang lagi, yakni pemantau operasi P alias Sei yang kini di luar Jawa dan seorang pejabat tinggi. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar kemarin kembali membantah jika disebut menjadi tersangka kasus ini. “Akan saya jelaskan besok di Polda Metro Jaya,” katanya kemarin di rumahnya, Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta kasus ini ditangani secara transparan. “Jangan sampai ada pembelokan sehingga kita gagal menegakkan keadilan,” ujarnya di Jimbaran, Bali, kemarin. Menurut Petrus, kliennya yang rata-rata berusia 25 tahun itu direkrut oleh Hendrikus dan Edo. Semuanya berasal dari Flores. Edo-lah yang berhubungan dengan WW. Nilai proyek itu Rp 500 juta. “Oleh orangnya WW, uang itu diserahkan di suatu tempat menggunakan mobil patroli,” ujarnya. Dua pekan sebelum eksekusi, kliennya menabrak mobil Nasrudin. Tapi sopir Nasrudin yang keluar dari mobil. Maka penembakan baru dilakukan pada 14 Maret silam. JOBPIE S | SUKMA N LOPPIES | SETRI YASA | MUSTAFA SILALAHI | AYU CIPTA | ANTON S | AMIRULLAH | ROFIQI HASAN | TITO SIANIPAR DIRANCANG DI TRUNOJOYO Kasus penembakan Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen mengungkap fakta baru. Rapat persiapan diduga bertempat di kantor Badan Pembinaan dan Keamanan (Babinkam) Mabes Polri di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan. TERBUNUHNYA NASRUDIN 14 Maret 2009, Pukul 14.00. Nasrudin pulang dari main golf di Padang Golf Modernland, Tangerang, Banten. Duduk di kursi belakang sedan BMW perak bernomor polisi B-191-E, dia ditembak di dekat mal Metropolis Town Square, Jalan Raya Metropolis Modernland, Tangerang. 1 » PELAKU LAPANGAN Mr X (pria berinisial Sei). Bersama Fransiscus di mobil Avanza (tugas: memantau BMW). Fransiscus Tanu Kerans. Mengendarai mobil Avanza (tugas: memperlambat BMW Nasrudin). Heri Santoso (tugas: mengendarai motor, memboncengkan Daniel). Daniel (tugas: menembak). 2 » PEREKRUT Hendrikus Kia (tugas: merekrut dan memberi perintah kepada para pelaku lapangan: Fransiscus, Daniel, dan Heri Santoso) 3 » PEMBERI ORDER Edo (tugas: memberi arahan kepada Hendrikus) TUGAS DAN IMBALAN Edo dan Hendrikus mengindoktrinasi para pelaku lapangan bahwa mereka sedang menjalankan “tugas negara”, yaitu menghabisi Nasrudin, yang dianggap membahayakan karena sering membawa dokumen negara. Setelah operasi berjalan, Edo menerima Rp 500 juta dari seorang ajudan perwira menengah polisi berinisial WW. Uang lalu diberikan kepada Hendrikus Rp 450 juta. Dari Hendrikus, uang mengalir ke empat pelaku lapangan (antara lain Fransiscus Rp 20 juta serta Daniel dan Heri masing-masing Rp 70 juta). SUMBER: PENUTURAN PETRUS BALLA PATTYONA, PENGACARA KELUARGA TERSANGKA PELAKU LAPANGAN NASKAH DAN BAHAN: | MUSTAFA SILALAHI | ERWIN DARIYANTO | TITIS SETIANINGTYAS | TITO SIANIPAR | SUKMA LOPPIES -- ********************************************* Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya http://reportermilist.multiply.com/ ********************************************** Reportermilist menerima penerbitan Iklan dengan tarif hanya Rp 20000/ 5 hari kerja terbit dalam setiap Email berita yang dikirim oleh reportermilist, bayangkan peluang yang murah dangan prospect yang besar.. Berminat Hubungi [email protected] ============================= (Iklan)Untuk Berita sekitar Banyumas Kunjungi situs www.Goleti.com ============================= Search Engine Terpopuler Anak Bangsa http://djitu.com ============================= Space Iklan ============================= ------------------------------------ Usaha Berubah, Selalu Kalah ? Apakah Anda merasa diri Anda sia sia dan tidak berdaya karena semakin Anda ingin berubah, Anda semakin kalah, semakin Anda ingin berprestasi justru semakin frustrasi ? Apakah Anda merasa hidup Anda buruk dan terpuruk karena semakin Anda berusaha, Anda semakin menderita, semakin Anda menahan diri justru semakin tidak terkendali ? No Problem ! Di SERVO Aja ! S.E.R.V.O™ membebaskan Anda dari "jerat” atau “penjara" emosional, menemukan potensi dan jati diri Anda serta mengaktifkan "mesin" sukses otomatis Anda seperti milik para BINTANG. Dengan Terapi S.E.R.V.O™ : - Lebih sehat tanpa obat. Anda tidak lagi perlu mengalami gangguan psikosomatis seperti pusing, berdebar debar, leher kaku, sakit perut, insomnia - Lebih bahagia tanpa fobia. Anda tidak perlu merasa cemas, takut, gugup, panik, bingung, lupa, marah, gangguan seksual - Lebih bergairah tanpa masalah. Anda tidak perlu terjebak pada kebiasaan buruk seperti kecanduan rokok, obat, makan, tidur, belanja, korupsi - Lebih mudah tanpa menyerah. Anda tidak perlu lari dari masalah, merasa malu, bersalah, gagal, bernasib sial, depresi, putus asa, malas dan menunda pekerjaan - Lebih percaya diri tanpa iri. Semakin awal Anda menemukan potensi dan jati diri, semakin cepat Anda menjadi diri sendiri dan menjadi yang terbaik dibidangnya - Lebih berprestasi tanpa korupsi. Memanfaatkan seluruh waktu produktif Anda untuk membuat “cetak biru” kesuksesan pribadi, keluarga dan kehidupan sosial Anda. Kesaksian ! Nana, Pengusaha. ...Tadinya saya kurang yakin dengan pengobatan ini, tetapi setelah saya coba benar benar luar biasa. Saya sudah seperti orang biasa yang tegar menghadapi tantangan hidup ini. ... Hubungi : http://klinikservo.com/ (021) 5574 5555, 554 6009 --- TERAPI GRATIS ! FOBIA terhadap BENDA NYATA seperti Karet, Pepaya, Bulu Ayam, Karpet, Susu, Sayur, Nasi dsb. Hanya untuk Peserta Pertama, dari masing masing Fobia !Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
