Saya setuju dengan ajakan ini !
saya tinggal di perumahan yang agak jauh dari kota.
kadang2 listrik di perumahan tersebut mati.

Bila hal itu terjadi, biasanya saya mengajak anak2 saya untuk keluar rumah, 
sekedar duduk2 di beranda rumah.
Pada saat2 seperti itu kita dapat melihat langit yang dipenuhi bintang, ataupun 
menikmati keindahan sinar bulan.
dan biasanya saya mengajak anak saya yang berumur 3 tahun untuk belajar 
bernyanyi ataupun main tebak2an atau main cerita2an ( saya dan anak2 bergantian 
bercerita tentang benda2 dilangit, tentang teman2 mereka, dan bisa tentang apa 
saja ).
Sesuatu yang tidak bisa kami lakukan bila listrik menyala, dan TV menyala...

Karena rumah saya agak dipinggiran kota, masih banyak lahan yang kosong, 
sehingga kami dapat mendengar suara jangkrik, suara kodok, suara ular, suara 
gemerisik daun2 pepohonan, suara semilir angin, suara gemeresek angin yang 
menerpa ilalang... dan kita bisa menikmati itu semua !  kami baru menyadari ada 
kehidupan lain, ada keindahan lain dari sekedar melihat sinetron yang ceritanya 
itu2 saja.
Sesuatu yang sebenarnya sudah ada dan biasa terjadi, tapi kami tidak pernah 
menyadarinya, kalau saja listrik dirumah kami tidak pernah mati...

Oleh sebab itu, sekarang, pada saat2 tertentu saya mematikan TV, walaupun 
listrik tidak sedang mati...
agar kami dapat merasakan keindahan lain dari kehidupan yang biasa kami jalani.

So, matikan TV !

Salam,
Rivai Sudirman
Balikpapan - Kaltim

 



________________________________
From: muhamad agus syafii <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, June 25, 2009 14:57:08
Subject: TaManBinTaNG >>> Matikan TV!





Matikan TV!

By: agussyafii

Matikan TV! begitu teriak istri saya. Saya memahami kegelisahan istri saya. TV 
buat kami sekeluarga sudah tidak lagi membuat nyaman. Tontonan teramat vulgar 
dan teramat tidak mendidik. Orang dewasa selalu menyebarkan kebencian dan 
ketakutan, kata istri saya. Sudah hampir tidak ada lagi ruang keindahan, 
lanjutnya.

Anak-anak yang kebanyakan menonton Tv menjadi tercerabut dari dari komunitas 
sosialnya. Itulah sebabnya saya sangat memahami teriakan istri saya, matikan 
TV! Mematikan TV mencoba menikmati keindahan dalam keseharian sungguh sangat 
nikmat.

Keindahan yang sesungguhnya  menyentuh jiwa kita menggetarkan kealamian kita 
untuk mengingatkan siapa sebenarnya diri kita. Keindahan bisa bertegur sapa 
dipagi hari sambil menikmati indahnya matahari pagi. Menghirup udara yang 
segar. Kesunyian dan kekhusyu'an dalam sholat. alunan dari nyanyian pepohonan. 
Lembutnya tangan Sang ayah yang menggenggam tangan putrinya yang dicintai. 

Melatih diri dengan memusatkan perhatian kepada keindahan sangatlah mudah. 
hanya membutuhkan penyesuaian hati dan pikiran. Jika kita ingin melihat 
keindahan, latihlah kesadaran anda hanya untuk melihat keindahan dengan 
melakukan aktifitas keseharian, nikmati sebuah aktifitasnya. Ketika kita 
melatih hati dan pikiran anak-anak kita agar fokus kepada keindahan Maka 
anak-anak hanya mengenal keindahan dan kebaikan. Maka tidak ada ruang untuk 
kebencian dan ketakutan.

Jadi saran saya, matikan TV! Ajaklah anak-anak belajar dan bermain bersama ayah 
dan ibu. Ajaklah jalan-jalan keliling kampung sambil bertegur sapa dengan 
tetangga atau berbincang banyak hal tentang kehidupan.

Wassalam,
agussyafii

---
Tulisan ini dalam rangka kampanye program 'Peduli Kasih Amalia (PKA)' Senin, 
tanggal 20 Juli 2009, di Rumah Amalia. Silahkan bagi teman2 yang berkenan 
mewaqafkan buku2, Majalah, Komik, Novel, Cerpen,Kaset VCD, CD, DVD ( ISLAMI 
),IPTEK,buku Pelajaran, peralatan sekolah, baju layak pakai untuk Program 
kegiatan Peduli Kasih Amalia (PKA). kirimkan ke Rumah Amalia,Jl. Subagyo Blok 
ii 1, no.23 Komplek Peruri, RT 001 RW 09, Sudimara Timur, Ciledug. TNG. . Mari 
dukung pada program 'Peduli Kasih Amalia (PKA)' melalui http://agussyafii. 
blogspot. com, http://www.facebook .com/agussyafii atau sms 087 8777 12431

Recent ActivityVisit Your Group 
Give Back
Yahoo! for Good
Get inspired
by a good cause.
Y! Toolbar
Get it Free!
easy 1-click access
to your groups.
Yahoo! Groups
Start a group
in 3 easy steps.
Connect with others.
. 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke