Assalamualaikum
Warohmatullohi Wabarokatuh 

 

   

Pak Muji...., saya seorang mualaf, untuk memperteguh hati saya kepada Agama 
Islam ini, saya ingin mendengar cerita pak Muji asal mula kenal dan masuk Agama 
Islam, sekaligus sebagai obat penderitaan saya karena, dengan pindah Agama 
Islam, saat ini saya telah dikucilkan dan dimusuhi oleh saudara saudara saya.
Itu salah satu pesan yang saya terima melalui YM saya (mkaruk).
 

 

Sesuai Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa (4) ayat 1. yang artinya. 
"Hai
sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari
diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada
keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan
bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling
meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim Sesungguhnya 
Allah selalu menjaga dan
mengawasi kamu." 

 

   

Al-Qur’an Surat Al-Hujuraat (49) Ayat 13 yang artinya. 

"Hai manusia,
sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan
dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal
mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah
ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu.  Sesungguhnya Allah Maha 
Mengetahui lagi Maha Mengenal." 

   

 

Wahai saudaraku,
salam kenal dan terimakasih,  sebenarnya  selama kita mau belajar dan belajar, 
serta memperhatikan  dan menghayati, setiap apa yang kita lihat, kita rasakan, 
dan kita alami, itu semua bentuk kasih sayang Allah , Tuhan Yang Maha Esa, 
kepada seluruh makhluk ciptaan Nya,  sesuai Firman Alloh dalam QS.Al-Imran (3) 
: 191. yang artinya "(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri 
atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang 
penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau 
menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari 
siksa neraka."

Secara garis besar
Subhannallah, kita dilahirkan dibumi ini sudah  dalam keadaan Islam, sesuai 
Firman Alloh SWT dalam QS. Ar-Ruum (30) : 30. yang artinya "Maka hadapkanlah 
wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang 
telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah 
Allah. (Itulah) agama yang lurus;  tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,"

Saya sangat tersanjung, dan sangat berterimakasih atas pesan yang telah saudara 
kirimkan melalui YM (mkaruk) tersebut diatas,  sebenarnya mungkin pengalaman 
saudara selama ini lebih menderita, dan lebih dahsyat penderitaan yang saudara  
alami bila
 dibandingkan dengan pengalaman yang saya alami, dan juga baik pengalaman dan  
penderitaan, yang kita alami selama ini, tidaklah sebanding bila dibandingkan 
penderitaan para saudara saudara kita terdahulu atau seluruh pejuang pejuang 
Islam, akan tetapi mereka tetap tegar dan tetap teguh bahkan semakin tebal 
keimanan mereka kepada Alloh SWT, karena keteguhan dan ketegaran iman mereka  
Alhamdulillah akhirnya Islam sampai juga kepada kita sekalian.
 Dari Anas r.a. bekata,
Rasulullah saw. bersabda, "Akan datang kepada umat ku suatu zaman di
mana orang yang berpegang kepada agamanya laksana menggenggam bara
api”. (Riwayat Tirmizi) 

Dipegang terus pastilah panas, akan tetapi bila kita lepas,  sudah lah pasti 
cahaya Islam tidak akan pernah sampai pada kita dan pasti tidaklah sampai juga 
kepada anak cucu kita sebagai generasi yang akan datang.
Maka dari itu mari kita laksanakan perintah Alloh dengan benar walau apapun 
yang akan terjadi pada diri kita, sesuai Firman Alloh dalam Al-Qur’an Surat 
An-Nisa (4) Ayat 36, yang artinya.  "Sembahlah
Allah dan janganlah kamu mempersekutukan  Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat
baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang
miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil
dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong
dan membangga-banggakan diri".
 

 
Disamping itu kita tetap bekerja dan berusaha serta berjuang membela Agama yang 
diridhoi Alloh ini dengan segenap kemampuan dan kekuatan yang kita miliki, dan 
mari kita belajar  dan menempatkan diri sebagai
sososk muslim yang  selalu mengedepankan firman Allah SWT dalam QS. At-Taubah 
(9) ayat 105 yang artinya. "Dan katakanlah:
"Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan
melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang
Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa
yang telah kamu kerjakan"

 

 
 

 

Saya Mujiarto Karuk tidak lebih hanya sebagai hamba Alloh yang doif dan lemah 
karena, saya : 
 

   

1. Sebatang kara dari usia 6 tahun dan untuk
menamatkan sekolah SD sampai dengan SMP harus berjuang menjadi pembantu rumah
tangga, dan bekerja dikalangan meja bilyard. 

 

   
 

2. Setelah tamat SMP Negri Kurungan Nyawa Oku Sumatra
Selatan , saya dengan sedikit tabungan hasil kerja dengan modal nekat masuk 
kota Jakarta
yang sama sekali buta dan tidak tahu persis sudut Jakarta. 

 

   
 

3. Dalam perjalanan ke Jakarta tepatnya di Bandar lampung saya dipertemukan oleh
Alloh SWT kepada seorang pemuda makasar berhati mulia dan saya dibawa serta
diajak yang belakangan saya baru tahu bahwa nama daerah pertama kali saya
menginjakan kaki di kota Jakarta
bernama Pasar Ikan, Jakarta Barat. 

 

   
 

4. Selama saya tinggal didaerah saya tersebut, tempat saya menginap dan tempat 
saya bekerja sangat berdekatan dengan rumah
ibadhah Non muslim dan saya sangat aktif dirumah ibadhah tersebut karena ketika
itu saya sedikit menemukan kedamaian dari kejamnya pergaulan saya ketika itu. 

 

   
 

5. Ternyata setelah saya berada di rumah teman saya
yang baru menolong dan menuntun saya hingga saya sampai di pasar ikan , saya
menemukan 2 prilaku yang saya anggap sangat bertentangan, ketika itu hati saya
bergejolak kencang dan marah bercampur benci melihat prilaku orang orang
disekeliling saya, bila malam mereka banyak yang masuk mushollah sementara
disiang hari mereka melakukan persis ketika saya lakukan waktu saya masih
bekerja di daerah saya dahulu, yakni berjudi, mencuri, nyopet,  berkelahi dan
berprilaku miring lainnya… 

 

   
 

6. Suatu malam saya pertama kali kaki saya menginjakan
dan masuk Mushollah tersebut, saya melakukan dan mengikuti serta minta
diajarkan bagai mana cara berwudhu dan saya mengikuti yang belakangan saya
ketahui Sholat…., saya menangis dan ketika itu saya betul betul menemukan
kedamaian yang sangat luar biasa….yang tidak dapat saya ceritakan dalam kata
kata. 

 

   
 

7. Setelah sekian lama saya berada di rumah teman
saya tersebut sambil bekerja di kapal angkutan barang, achirnya saya
memberanikan diri izin dengan teman saya yang ketika itu sebagai ketua kelompok
makasar untuk wilayah Jakarta Barat. 

 

   
 

8. Saya berjalan tanpa tujuan arah pasti saya hanya
mengikuti kata hati bahwa saya harus meninggalkan prilaku yang saya anggap
sangat tidak mendidik tersebut, dan tidak tau persis arah dan tujuan, dan 
Alhamdulillah saya dituntun oleh Allah
SWT menuju sebuah terminal belakangan saya tahu bernama terminal grogol. 

 

   
 

9. Dari terminal gerogol saya melihat dan naik bus
belakangan saya baru tahu bahwa bus PPD Kodok tersebut jurusan Grogol
Pulogadung , sepanjang jalan saya melihat betapa indahnya kota Jakarta, tapi 
saya tidak merasakan terhibur karena saya tidak tahu persis hendak
kemana. 

 

   
 

10. Setelah saya tiba di terminal Pulogadung yang
saya cari ketika itu hanya mushollah, saya hanya berfikir mungkin mushollahlah 
yang dapat memberikan kedamaian dan tempat saya numpang hidup. 

 

   
 

11. Ternyata saya menemukan perbedaan yang sangat
mengejutkan, ketika saya dipasar ikan walau prilaku mereka yang ada
disekeliling saya ketika itu sangat tidak mendidik, mushollahnya tidak dikunci
dan siapapun bisa masuk dan sujud, tapi justru diterminal pulogadung
mushollah nya dikunci jadi saya tidak bisa masuk dan ikut nginap di mushollah
tersebut , hanya duduk di terasnya saja. 

 

   
 

12. Ditengah malam yang dingin dengan bekal seadanya,  saya bertemu dengan 
seorang laki laki yang usianya sebaya dengan saya,
ternyata beliau berprilaku sama dengan saya ketika saya masih di kampung
halaman dulu. 

 

   
 

13. Dan saya dipertemukan oleh teman saya yang baru
tersebut dengan ketua kelompoknya yang ternyata juga satu wilayah asal
kelahiran saya. dan ternyata jumlah kelompok yang baru saja menolong saya ini
lebih besar dan wilayah operasinya juga hampir seluruh kota Jakarta, hanya 
pusat berkumpulnya di terminal Pulogadung dan Lapangan Banteng. 

 

   
 

14. Hingga suatu hari saya dikejar kejar masa karena
ketahuan melakukan perbuatan tercela tersebut dan saya berlari dan menyelamatkan
diri serta minta perlindungan, dan berlindung di rumah salah satu warga yang 
terletak
tidak jauh dari Pasar Pulo Gadung, saya sudah masuk dan memasuki serta mohon
perlindungan pada keluarga tersebut baru belakangan saya tahu bahwa beliau
adalah seorang Anggota Polri. 

 

   
 

15. Ketika saya tahu bahwa saya masuk dan memasuki
rumah salah satu Anggota Polri, saya betul betul mengalami guncangan jiwa dan
ketakutan yang sangat luar biasa, ketika itu mengalahkan semua ketakutan yang
pernah saya alami, mengalahkan takutnya berjalan dikegelapan malam daerah
kelahiran saya yang belum ada listrik, kiri dan kanan jalan raya yang rusak dan
becak manakala hujan masih sepi dan hutan  masih lebat, mengalahkan ketakutan 
kelaparan
karena tidak bergantung hidup dengan kedua orang tua sejak usia 6 tahun,
mengalahkan rasa takut memburu babi hutan di hutan belantara Negri Batin Muara
Dua Oku Sumsel, mengalahkan rasa takut harus berebutan buah durian masak yang
jatuh dengan Macan atau penduduk setempat menamakan HALIMAWONG, karena  rasa 
lapar,
mengalahkan rasa takut menyeberangi dalam dan derasnya sungai komering di Muara
Dua , Oku Sumsel, mengalahkan rasa takut menyelam dikedalaman laut di pelabuhan
Panjang Tanjung Karang Lampung , memburu koin yang dilemparkan sebagian
penumpang kapal, mengalahkan rasa takut berhadapan dengan kelompok lain yang di
lanjutkan dengan perkelahian, bahkan sampai menghilangkan nyawa orang lain,
dan masih banyak lagi pengalaman pahit yang tidak dapat saya lupakan. 

 

   
 

16. Ternyata Anggota Polri yang bernama Letnan Dua
Polisi Soetomo, seorang Anggota Polri yang berhati mulia, beliau menemui massa
yang mengejar ngejar saya, dan berteriak teriak serta berkumpul dengan
teriakan beragam suara,  dengan bahasa
lembut dan tegas beliau meminta agar massa bubar dan pulang ketempat asal
masing masing, setelah massa bubar dan saya selamat dari amukan massa, saya 
ditanya
dan semua saya jelaskan dengan jujur apa adanya. 

 

   
 

17. Sebelum beliau berangkat dinas ke aceh beliau
berpesan pada saya Muji , kamu sudah jadi anak Bapak , kamu lindungi dan kamu
jaga anak anak Bapak semua itu saudaramu , dan kebetulan beliau memiliki 8
orang anak semua wanita kecuali yang no 2 dari bungsu , hanya laki laki satu
satunya dan masih kecil kecil. 

 

   
 

18. Dan achirnya pada tanggal 1 Nopember 1982 saya lulus Pendidikan Secata 
Pusdik
Reserse Polri Mega Mendung Bogor Jawa Barat, dan di lantik menjadi Anggota
Polri berpangkat Bhayangkara Dua, setelah selesai di lantik saya menangis,
sedih dan sangat terharu ketika Ayah angkat saya Pak Soetomo memeluk dan
mencium saya sambil berkata “MUJI BAPAK PERCAYA BAHWA KAMU KELAK AKAN 
MENGGANTIKAN
BAPAK SEBAGAI ANGGOTA POLRI YANG BAIK ” 

   

19. Setelah bekerja dan mengabdi di Kepolisian selama
lebih kurang 27 tahun Subhannalloh hanya Allah SWT yang tahu, betapa sulitnya
menjadi dan melaksanakan dan melakukan amanat ayah angkat saya tersebut diatas. 

   

Wahai saudaraku yang dirahmati Alloh SWT, baru pada awal tahun 1986, saya mulai 
belajar membaca Al-Qur'an, yang sebelumnya saya hanya membaca tarjamahnya saja, 
menghayati dan membandingkan serta bertanya kepada teman teman Muslim lainnya, 
dan akhirnya saya mengundang dan mendatangi seorang Ustaz yang bernama Shobari 
Achmad dari Kebon Melati Tanah Abang Jakarta Pusat .
 Dari beliaulah saya dipertemukan dengan seorang ustaz dan dibawa serta masuk 
pesantren Persis Jakarta timur dekat dengan tempat tinggal saya.  

Wahai saudaraku tidak ada istilah terlambat, selama kita mau serta bertekad 
untuk mempelajari semua rahmat dan nikmat yang kita rasakan, kita hadapi, kita 
temukan dan kita jauhkan sipat merasa cukup dan merasa puas dengan ilmu yang 
kita dapat,  Insya Alloh dan pasti kita akan merasakan dan mendapatkan  rahmat 
serta petunjuk Alloh, bantuan dan pertolongan Alloh SWT. 

 Dan Semoga kita semua juga mendapat tuntunan menuju jalan yang diridhoi serta 
kita semua terlepas dari prilaku yang sesat dan menyesatkan bagi kita
semua.

Dan semoga kita termasuk golongan yang pandai bersyukur dan mensyukuri segala 
nikmat yang kita terima, kita rasakan dan kita  alami, sebagai bentuk kasih 
sayang Alloh pada kita makhluk ciptaan Nya dan kita semua dapat terlepas dari  
murka Alloh serta mendapat perlindungan, selamat dunia sampai akherat kelak, 
Aamiin Yarobbal Alamiin. 

   
 

Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh 


Salam Hormat
 

   

   

   

Mujiarto Karuk


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke