DISKUSI
BULANAN
“Seni
dan Spiritualitas: Manifestasi Tuhan dalam Batik”
Kamis,
29 Oktober 2009, Pukul: 19.00-21.30 WIB  
Aula
Paramadina, Pondok Indah Plaza I
Jl.
Metro Pondok Indah (depan RSPI/belakangMc.Donald)
Kontribusi: Rp. 75.000,- (makalah
+ snack)
 
“Bahwasannya Allah itu
indah dan menyukai keindahan”. Hadits nabi itu mengindikasikan tak ada
pertentangan antara seni dan spiritualitas. Seni adalah medium untuk mengenal
dan mendekatkan diri pada Sang Pencipta. 
 
Namun hingga kini, masih
saja ada sebagian kalangan yang menganggap bahwa seni adalah momok bagi
kehidupan keberagamaan/spiritualitas. Seni dianggap lacur dan menjijikkan. Seni
hanya menjajakan erotisme yang memabukkan. Seni hanya berisi kenikmatan duniawi
yang membuat penikmatnya terbuai dan terlena, sehingga lupa akan religiusitas. 
 
Sejak diciptakan,
manusia mencipta tradisi-budaya dan seni. Berkesenian adalah suatu yang inheren
dalam diri manusia. Tuhan menciptakan rasa dalam diri manusia. Rasa itulah yang
membidani ragam seni: musik, arsitektur, melukis, mengolah kata (sastra), film,
dll. 
 
Setiap suku-bangsa punya
caranya tersendiri dalam bergulat dengan realitas. Pergulatan itulah yang 
menghasilkan
seni yang khas. Ada makna dan kearifan lokal yang terselip dalam setiap ragam 
seni yang dicipta. 
 
2 Oktober 2009 lalu UNESCO mengukuhkan
batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia (World Heritage).Seni batik
(tulis, khususnya) adalah seni yang khas. Perlu
keseriusan, kesabaran, disiplin,dan kerja kerasuntuk
menghasilkan sehelai batik tulis yang berkualitas tinggi.
Kesalahan kecil bisa berakibat fatal.Untuk satu helai kain dibutuhkan
waktu satu hingga tiga
bulan untuk menyelesaikannya. Hanya orang yang memiliki kecintaan yang sanggup. 
Ada semacam
ekstase ketika menyelesaikannya. 
 
Bagaimana mungkin seni terkait erat dengan
spiritualitas? Bukankah seni adalah hal yang bersifat duniawiah? Apa makna dan
kearifan yang terkandung dalam proses membatik? Adakah keterkaitan antara seni
membatik dengan spiritualitas?  Berbagai pertanyaan
itulah yang akan dijawab dalam Diskusi Bulanan bertajuk “Seni dan Spiritualitas:
Manifestasi Tuhan dalam Batik” hasil kerjasama Yayasan Paramadina
dengan Nurani Budaya Indonesia. 
 
Narasumber:  
Muhammad Baqir,M.A(Dosen MisticismeICAS) 
William Kwan,MBA(Peneliti dan Ketua Nurani Budaya
Indonesia) 
Suri(Pembatik yang Suluk)
Rani Anggraeni Dewi(Moderator) 
 
NB:
Tempat terbatas. Bagiyang
tertarik, mohon konfirmasi dahulu. Wartawan
Gratis. 
 
Contact
Person:  Rahmat (0815 9700 178 / 0811 902
581), Rifki (0852 1613 3584)


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke