TUBUH KITA
By : Azbardi Iryawan
Kita diciptakan oleh TUHAN.
TUBUH KITA terdiri dari MILYARAN SEL.
Setiap sel sel ditubuh kita sangat rindu untuk dekat dengan PENCIPTANTA.
Siapapun kita, dimanapun kita, dalam kesendirian kita, dalam kesunyian kita,
apabila kita tanyakan kepada diri, bathin dan hati kita yang paling dalam, kita
tidak bisa bohong bahwa sesungguhnya TUBUH kita, SEL SEL ditubuh
kita sangat RINDU dan BUTUH untuk DEKAT dengan TUHAN yang menciptakannya.
Siapapun kita, jika kita benar benar jujur dari bathin dan hati kita yang
paling dalam .....
Semakin kita jauh dengan TUHAN, semakin bathin dan tubuh kita merana .....
Hanya hawa nafsu, godaan, pikiran, sikap dan tindakan kita yang sering membawa
kita berbuat dosa dan jauh dari TUHAN dan melawan keinginan tubuh kita yang
sesungguhnya untuk dekat dengan TUHAN.
Kenapa kita baru sadar jika DIRI KITA pada saat merasakan penderitaan yang
sangat berat, beban yang sangat berat disebabkan karena sel sel tubuh kita
sedang marah kepada kita, TUHAN sedang marah karena PERKATAAN, SIKAP dan
TINDAKAN yang sudah kita lakukan. Sementara itu masih tetap saja ada orang yang
melawan keinginan tubuhnya dan menjauh dari TUHAN. Dan kita sendiri semua
mengakui bahwa kesadaran penuh dengan penyesalan yang paling dalam dan sudah
tidak bisa kita perbaiki lagi terjadi apabila kita sudah berada dalam kondisi
ambang batas dalam detik detik kematian kita untuk kembali ke MAHA PENCIPTA.
Sadarkan PIKIRAN kita untuk BERKATA, BERSIKAP dan BERTINDAK yang membuat diri
kita selalu DEKAT dan MENDEKATKAN DIRI (IBADAH) dengan TUHAN. Menjalankan
kebaikan di muka bumi ini baik untuk diri kita sendiri maupun untuk kehidupan
orang lain.
Jangan biarkan hawa nafsu dan godaan kehidupan dunia ini yang membuat diri
kita, sel sel tubuh kita menjadi tersiksa dan merana .....
Tugas kita dalam menjalani kehidupan ini untuk saling ingat mengingatkan dalam
kebaikan. Marilah kita saling ingat mengingatkan agar tidak tergelincir dan
salah jalan dalam kehidupan ini. Yang mengingatkan juga butuh untuk diingatkan,
karena tidak selamanya yang mengingatkan juga ingat. Tidak ada manusia yang
sempurna.
~~~~~~
[Non-text portions of this message have been removed]