Selamat berhari Senen para pendengar Radio Erdeso (RE) di mana saja kam berada,
Kami penyiar anda, Loreta Karosekali, denga wajah riang dan ceria (beserta suara serak-serak basah) tetap berusaha menghibur pendengar sekalian. Memang, beberapa hari terkahir ini penyiar anda, Menara Hati Ginting dan Loreta Karosekali, sangat dalam keadaan sibuk. Tapi, dengan suka cita, kami tetap berusaha muncul ke hadapan pendengar sekalian. Pertama-tama kami sampaikan salam kepada turang kami Karo mergana Perbarung Peceren (Bang Petrus Sitepu) ras éda si man bana entah pé kaka ning kami sekali. Peduaken, man impal Bp. Shiva (Suryadana Ginting Munthe/ Jakarta), Pulu Tengging kesain Jahean. Peteluken, beru kami Nd Irene (Sadariah br Ginting/ Diemen, Belanda), anak beru Pulu Ajinembah kesain Rumah Mbaru. Peempatken, senina kami Nd Catherine (Rosalina br Purba/ Västeras, Sweden) si ...... ula mis tawaindu, senina. Mis kin teridah bandu kita siangkan pe. Pelimaken, impal kami Joni Hendra Tarigan bere Tepuna i Vlissingen, Belanda. Ula kam lupa mekpeki ketteng-ketteng ena ndai. Uruten laguna pagi i Museum Pertahanan Belanda (Minggu 20 Januari 2008): 1. Mangmang persentabin (belobat/ ketteng-ketteng), 2. Odak-odak (belobat/ ketteng-ketteng), 3. Gula tualah (belobat/ ketteng-ketteng), 4. Lasam-lasam (kulcapi/ ketteng-ketteng), 5. Perjuma Deleng/ Anak Imbo Kena Ranjo (kulcapi/ ketteng-ketteng), 6. Tading Botolna (kulcapi/ ketteng-ketteng) 7. Balas Dendam (hihihihi ..... ula min kam tawa, pal Nara). Salam istimewa kami sampaikan kepada Amey br Sitepu (Frankfurt, Germany). Saat ini, impalndu Menara Hati Ginting bere Karona sedang mendengarkan rekaman suarandu Onggar-onggar yang beberapa kali sudah dikumandangkan RKAG. Lewat Radio Erdeso ini pula kami sampaikan undangan bagi kam yang hendak menyaksikan pertunjukan Tartar Bintang di Museum Pertahanan Belanda, Bronbeek (Belanda), silahkan klik http://www.cdc.nl/ktomm/evenementen/agenda/index.html# untuk mendapatkan informasi lebih banyak tentang acara tersebut di mana penutupannya diisi oleh Tartar Bintang dengan para pemusik/ penari, sbb.: Joni Hendra Tarigan (ketteng-ketteng), Clara Brakel (ketteng-ketteng), Juara R. Ginting (belobat/ kulcapi) ditambah para penari Ivo Ginting, Elly Sembiring, ibu dari Elly Sembiring, Harmadi Sinuhaji, Esther Tarigan, Joni Hendra Tarigan dan Juara R. Ginting. Seorang pelukis terkenal Belanda, Marjolijn Groustra, yang telah banyak melukis rumah adat Karo, akan meliput acara ini untuk pembuatan filmnya tentang "Kehidupan koreografer Juara R. Ginting dan dobrakannya untuk seni panggung Karo di dunia internasional" (pesanan sebuah museum Belanda yang akan mengadakan pameran mengenai budaya Karo dan Dairi di tahun 2009). Juara R. Ginting sendiri sedang berpikir keras untuk bisa mendatangkan Enda Kustik, Djasa Tarigan dan Joey Bangun dalam pameran ini. "Saatnya seni Karo tidak tanggung-tanggung lagi mencabik-cabik dunia internasional. Tapi saya masih bingung mencari dana untuk mendatangkan mereka," kata Ginting kepada Radio Erdeso. Oh ya, bagaimana dengan acara Mburo Ate Teddeh HMKI di Jakarta kemarin? Sayang sekali, Radio Erdeso tidak bisa berhubungan dengan Ka Biro Sora Sirulo Jabodebabeka maupun panitia karena kesibukannya sendiri mempersiapkan layout Sora Sirulo edisi Januari dan latihan ketteng-ketteng/ tari Tartar Bintang. Sayup-sayup Radio Erdeso mendengar siaran langsung guro-guro aron Gg Kalihara Kabanjahe yang disiarkan RKAG ke seluruh dunia. Kedua acara ini akan dilaporkan secara mendetail di Sora Sirulo edisi Pebruari 2008. Sora Sirulo kali ini memang padat betul. Iklan yang masuk telah mencapai 3 halaman. Sehubungan dengan itu, menurut orang-orang Sora Sirulo kepada Radio Erdeso, ada kemungkinan edisi mendatang Sora Sirulo akan terbit 20 halaman dari 16 halaman sekarang ini. Kita lihat saja, semuanya tergantung iklan yang masuk, kata Amey Sitepu (Humas Sora Sirulo) kepada Radio Erdeso. Demikian sedikit bocoran-bocoran berita dalam dari Radio Erdeso. Sekali lagi, selamat berhari Senin. Oh, ya, Laporan Khusus Sora Sirulo kali ini adalah mengenai acara peresmian Balai Raja Pencawan di Perbesi (acara yang juga disiarkan RKAG ke seluruh dunia). Ruang Antropologi di Sora Sirulo edisi ini sedikit unik. RKAG diminta oleh Jurusan Antropologi FISIP-USU membuat siaran langsung untuk beberapa acara seminar, pameran foto, pameran film etnografi (hasil didikan Juara R. Ginting selama di Medan) dan bedah buku mengenai pendidikan nasional/ daerah. Bagaimana bisa Sora Sirulo dipakai menjadi koran kampus dengan rektor, dekan dan ketua jurusan adalah Mandailing? Je kaf je, lang kai ningen e, Nd Iting! (Nd Irene). Saatnya merenung. Loreta
