Kota medan yang didirikan oleh seorang Putra Karo bernama Guru Patimpus 
Sembiring Pelawi kurang lebih 500 tahun silam, kini berubah menjadi sebuah kota 
besar, dan bahkan menurut keyakinan sebagian masyarakat bahwa kota Medan saat 
ini merupakan kota Yang paling besar di Indnesia diluar pulau jawa, dan kota 
ketiga terbesar di Seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia.
   
  Seiring dengan perkembangannya, maka seiring itu pula banyak kesan-kesan yang 
dianggap dan dirasakan oleh sebahagian masyarakat luas pada umumnya yang salah 
satunya adalah kesan bahwa kota Medan merupakan kota yang “keras” dan sering 
pula hal ini dicitrakan dari sudut yang negatifnya oleh sebahagian masyarakat 
yang berada di luar Sumatera Utara pada umumnya.
   
  Beberapa Minggu yang lalu ada suatu fenomen yang terjadi di Kota Medan, 
dimana fenomena tersebut mungkin belum pernah terjadi di Negeri ini, khususnya 
di kota Besar seperti halnya kota Medan, dimana orang nomor 1 dan orang nomor 2 
yaitu Walikota dan Wakilnya ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 
karena diduga telah melakukan perbuatan korupsi.
   
  Ketika Walikota dan Wakilnya di tahan dan dibawa ke Jakarta oleh pihak KPK, 
maka pada saat tersebut kasus ini banyak diliput secara besar-besaran oleh 
media massa, dan dari media massa juga banyak bermunculan opini-opini 
masyarakat, dan tidak jarang opini yang menyatakan bahwa kemungkinan dapat 
terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kota ini yang timbul dikarenakan 
penahanan Walikota dan Wakilnya secara bersamaan oleh pihak KPK.
   
  Dengan penahaanan Walikota dan Wakil Walikota medan secara bersamaan oleh 
pihak KPK, memang ada beberapa aksi demonstarsi yang dilakukan oleh berbagai 
kalangan masyarakat di Kota Medan, namun sejauh ini aksi-aksi yang dimaksut 
masih berjalan dengan normal dan tidak ada aksi-aksi anarkis yang dilakukan 
sehingga suasana terjalin secara aman dan kondusif.
   
  Kondisi ini tentunya merupakan sebuah kebangaan dan wajib dilestarikan di 
pelosok negeri ini secara keseluruhan, dan kota Medan yang dikenal sebagai kota 
yang “keras” ternyata sampai sejauh ini dapat dijadikan sebagai kota 
percontohan di Negeri ini, dimana kota Medan senantiasa masih dijauhkan dari 
segala aksi-aksi yang tidak diinginkan, walaupun kota ini dihuni oleh berbagai 
kalangan masyarakat lintas suku dan agama.
   
Kita senantiasa berharap dan berdoa, agar kondisi aman, damai, dan tentram di 
kota Medan tercinta dapat tercipta sampai selama-lamanya, dan kita juga 
berharap agar hal yang seperti ini dapat kiranya terjalin diseluruh pelosok 
Negeri yang kita cinta bersama

Best Regarts

www.dausmedia.cjb.net

       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.

Kirim email ke