SOEHARTO MAAFKAN KAMI!

Taufik Wijaya - Detikcom /Jakarta 27/01/2008

TAUFIK WIJAYA ADALAH WARTAWAN DETIKCOM.
Tulisan ini merupakan pendapat pribadi dan tidak menggambarkan sikap/pendapat 
tempat institusi penulis bekerja!

Manusia adalah Manusia. Dia pasti mati.
Dia selalu gagal menguasai apa yang diraihnya buat selamanya.
Soeharto, mantan presiden Indonesia, adalah manusia.
Nyawanya kembali kepada Tuhan, dan jasadnya membusuk menjadi tanah.
Yang tersisa kemudian adalah memori mengenai suaranya, pikirannya, atau bentuk 
jasadnya yang terekam dalam foto.
Lalu, memori itu melahirkan kesan atau image yang menandai sosoknya.
Orang baik atau orang jahat.

Kesan orang baik atau orang jahat, merupakan hak manusia lain yang masih hidup. 
Kesan ini tentunya memiliki dasarnya, baik berdasarkan moral, politik, maupun 
ilmu pengetahuan. Kesan ini tidak akan luntur, meskipun sudah ada pernyataan 
maaf dari manusia lainnya.

Saya memaafkan Soeharto, sebab Tuhan saja dapat memaafkan dosa manusia. 
Saya memaafkan Soeharto, sebab saya berharap manusia juga memaafkan dosa atau 
perbuatan jahat yang saya lakukan sebelumnya.

Namun saya tidak dapat mencegah manusia lain menilai atau memberi kesan 
mengenai sosok saya. Misalnya saya ini adalah seorang koruptor, kejam, suka 
berzinah, pelit, suka mencari gagasan orang lain, tukang fitnah, penjilat, 
pecandu, penipu, atau saya orangnya dermawan, jujur, pejuang, alim, pembela, 
cerdas, rendah hati, penyayang serta setia.

Saya percaya, bukan hanya saya, yang telah memaafkan dosa-dosa yang telah 
dilakukan Soeharto selama hidupnya. Dari sekian ratus juta manusia Indonesia, 
sekian puluh juta juga telah memaafkan Soeharto.
Saya percaya, reproduksi manusia bukan hanya berlangsung pada manusia yang 
sakit hati dengan Soeharto, juga sebaliknya yakni orang-orang yang hidupnya 
menjadi kaya, bahagia, terlindungi, terhormat, setelah dibantu Soeharto.

Tetapi, setelah semua orang memaafkan dosa-dosa Soeharto, dapatkah kesan buruk 
atau baik yang terkait dengan sosok Soeharto terhapus?
Tentu saja tidak. Sosok Soeharto tetap dipersalahkan dalam pembantaian dan 
pemenjaraan ribuan keluarga pendukung ratusan aktivis Soekarno, penghilang 
prodemokrasi maupun oposisi yang dipenjara maupun dihilangkan nyawanya, serta 
hilangnya jutaan hektar lahan milik petani, serta kisah-kisah sedih lainnya 
yang dialami jutaan masyarakat Indonesia selama Soeharto berkuasa. 

Jadi sebetulnya, saya dan jutaan manusia Indonesia lainnya, berharap Soeharto 
mau memaafkan kami yang tidak mampu menghilangkan kesan mengenai dirinya yang 
kejam terhadap musuh-musuh politiknya.

Oleh ; Taufik Wijaya

-- 
GMX FreeMail: 1 GB Postfach, 5 E-Mail-Adressen, 10 Free SMS.
Alle Infos und kostenlose Anmeldung: http://www.gmx. net/de/go/ freemail




      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ 

Kirim email ke