1/01/2008 15:51 WIB
  Personel Kodim Tembak Harimau dengan 9 Peluru
  Chaidir Anwar Tanjung - detikcom
  Pekanbaru - Tak punya perasaan. Begitulah agaknya anggota Kodim 0303 Dumai 
ini. Dia nekat menembak harimau yang dalam kondisi terjerat, tepat di kepala 
dengan sembilan peluru. Setelah itu harimau ini dikuliti, dagingnya pun 
disantap. Sadis!
  
  "Kasus penembakan harimau Sumatera ini kami terima dari warga setempat 
bernama Mukhtar. Dua orang staf kita langsung turun melihat kejadian tersebut 
dan ternyata benar adanya. Kami sangat menyangkan tindakan anggota Kodim Dumai 
itu," kata Ketua Yayasan Program Koservasi Harimau Sumatera (PKHS), Bastoni, 
dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (31/1/2008).
  
  Kisah tragis harimau Sumatera ini berawal seorang warga yang memasang jerat 
tali sling untuk babi hutan. Jerat ini sengaja dipasang atas permintaan warga 
Desa Tenggayun untuk menjerat babi hutan agar tidak lagi merusak tanaman kebun 
singkong mereka.
  
  Rupanya bukan babi yang didapat, melainkan harimau Sumatera. Pemasangan jerat 
pada Minggu (27/1/2008) itu berada pada titik waypoint N 01'31'51.1 dan E 
101'55.56.0 yang letaknya di pinggir hutan belukar, jarak dari jalan poros 
sekitar 400 meter ke arah laut.
  
  Menurut Bastoni, 2 stafnya yang diutus menjenguk, mencoba mengorek informasi 
dari warga bernama Sofyan. Sofyan menjelaskan secara rinci soal pembunuhan itu. 
Begitu harimau terjerat, warga pun melapor ke anggota Kodim. "Setelah 
dilaporkan, akhirnya anggota Kodim Dumai bernama Nazaruddin datang ke lokasi," 
kata Sofyan seperti dituturkan Bastoni.
  
  Personel TNI AD ini bukannya berniat menyelamatkan spesies yang dilindungi 
itu, malah meminta senjata rakitan milik warga desa. Senjata laras panjang 
untuk memburu babi ini diarahkan personel TNI AD ini ke harimau yang terjerat 
tak berdaya itu. Dor dor dor….9 timah panas menembus kepala harimau dari jarak 
tembak hanya 6 meter. Seketika itu juga raja hutan tewas.
  
  Setelah sukses menembak hewan loreng itu, Nazaruddin memerintahkan warga 
mengulitinya. Setelah dikuliti, daging harimau ini dibagikan kepada warga 
pemasang jerat yang belakangan diketahui bernama Muari. Sedangkan kulit harimau 
dibawa anggota Kodim ke Dumai yang berkemungkinkan untuk dijadikan hiasan.
  
  Masih menurut Bastoni, dalam kasus ini pihaknya sudah melakukan tindakan 
persuasif dengan cara menghubungi HP anggota Kodim tersebut. "Saya sudah 
mencoba menelepon oknum tersebut. Waktu itu dia sempat menerima telepon saya. 
Namun begitu saya menyebut dari LSM bidang harimau sumatera, lantas HP-nya dia 
matikan," kata Bastoni.
  
  Bila dalam sepekan ini oknum anggota Kodim tidak menunjukkan itikat baiknya 
untuk menjelaskan kasus penembakan harimau itu, Bastoni akan menyelesaikan 
masalah ini antara dengan pihak TNI. "Kalau memang secara persuasip tidak 
digubris, kita akan membawa masalah ini antar lembaga," kata Bastoni.
  
  Konflik Harimau VS Manusia
  Catatan PKHS, konflik antara harimau Sumatera dengan masyarakat kerap kali 
terjadi di Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai. Hal itu terjadi karena habitat 
harimau menyempit menyusul pembukaan lahan dan perusahaan bubur kertas skala 
nasional.
  
  Akibat konflik yang terus terjadi dalam kurun waktu 10 tahun tahun terakhir 
ini, baik manusia dan harimau sama-sama menjadi korbannnya. Misalkan Asim (60), 
saat bekerja menderas getah karet tewas diterkam harimau. Maknur (50) tewas 
dimakan harimau, yang tersisa hanya tulang belulang. Lisa (17), pekerjaan 
penderes getah, tewas dimakan harimau.
  
  Konflik ini juga membawa korban harimau Sumatera. Di Desa Tenggayun sudah 2 
ekor harimau yang mati dibunuh warga. Pertama harimau mati kena jerat warga 
pada tahun 2000, setelah memangsa 3 orang manusia. Selanjutnya, harimau mati 
kena jerat dan dibunuh dengan cara ditembak pada tahun 2008.
  ( cha / nrl )

       
---------------------------------
Ta semester! - sök efter resor hos Yahoo! Shopping. 
Jämför pris på flygbiljetter och hotellrum: 
http://shopping.yahoo.se/c-169901-resor-biljetter.html

Kirim email ke