F-PDIP dan F-PDS DPRDSU Berterimakasih, Pempropsu Alokasikan Anggaran Prop 
Tapanuli
  Medan (SIB)
Fraksi PDI-P dan F-PDS DPRD Sumut berterimakasih kepada Pempropsu atas 
kesediaannya mengalokasikan anggaran untuk membantu kelancaran proses 
pembentukan Provinsi Tapanuli yang diusulkan sebesar Rp2,5 milyar di APBD Sumut 
TA 2008.
Ungkapan ini dinyatakan F-PDIP DPRD Sumut melalui jurubicaranya Budiman P 
Nadapdap SE dan Ketua F-PDS Drs Toga Sianturi MA dalam pendapat akhirnya pada 
rapat paripurna pengambilan keputusan terhadap RAPBD Propsu TA 2008, dipimpin 
ketua DPRD Sumut H Abdul Wahab Dalimunthe SH, didampingi Wakil Ketua Japorman 
Saragih, H Ali Jabbar Naiputulu dan H Hasbullah Hadi SH, Kamis (31/1) di DPRD 
Sumut.
Budiman berharap, Pempropsu tetap mengalokasikan anggaran termasuk anggaran 
pembentukan Propinsi Tapanuli ditampung sebesar Rp2,5 miliar dan berperan aktif 
mempercepat proses pemekaran propinsi dan kabupaten/kota di daerah ini, seperti 
Propisni Tapanuli, Kabupaten Simalungun Hataran, Kabupaten Labuhan Hulu dan 
Hilir, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Utara dan Kota Gunung Sitoli.
Ungkapan sama juga disampaikan Ketua F-PDS Toga Sianturi menyampaikan 
terimakasih ke Pempropsu bersedia mengalokasikan anggaran di APBD 2008 untuk 
membantu kelancaran proses pembentukan Provinsi Tapanuli.
Saat ini, ungkap Toga Sianturi, usulan pembentukan Provinsi Tapanuli sudah 
berada pada tahap finalisasi dengan dikeluarkannya Ampres (amanat presiden) 
untuk menugaskan Mendagri membahas UU tentang Provinsi Tapanuli.
Menurut Toga, kesediaan Pempropsu mengalokasikan anggaran untuk proses 
pembentukan Propinsi Tapanuli merupakan pencerminan keberpihakan Pempropsu 
kepada rakyat di Pantai Barat yang sudah lama merindukan terbentuknya daerah 
otonomi baru yang mencakup wilayah Pantai Barat.
Sikap Pempropsu tersebut, kata Toga Sianturi lagi, telah menambah optimisme 
para pemprakarsa, panitia pembentukan Propinsi Tapanuli, serta rakyat di Pantai 
Barat bahwa perjuangan keras, melelahkan dan memakan waktu yang sangat lama 
serta menelan dana cukup besar akan segera terwujud dalam hitungan bulan.
Dari pengamatan FPDS, kata Toga yang juga Ketua DPW PDS Sumut itu, proses 
pembentukan Propinsi Tapanuli merupakan proses terberat, terlama dan paling 
melelahkan sepanjang sejarah pemekaran daerah di seluruh Indonesia.
“Karena itu, dukungan atas perjuangan mulia dan demokratis untuk merealisasikan 
pembentukan Propinsi Tapanuli sangat dibutuhkan dari semua pihak, agar 
pekerjaan berat panitia dan seluruh masyarakat menghasilkan buah yang manis,” 
harap Toga. (M10/i)
   

       
---------------------------------
Låna pengar utan säkerhet.
Sök och jämför hos Yahoo! Shopping.

Kirim email ke