29/01/2008 14:24 WIB 
Desakan Pemisahan Pantura dari Jabar Terus Bergulir
Ema Nur Arifah - detikcom
  Bandung - Tuntutan pemisahan wilayah Pantura dari Jawa Barat terus mengemuka 
menyusul tidak adanya calon gubernur atau wakil gubernur asal Pantura. Mereka 
mengancam jika gubernur terpilih nanti tidak memperhatikan pembangunan di 
wilayah Pantura, wilayah Pantura benar-benar akan terpisah dari Jabar.

Hal ini mengemuka pada saat kunjungan Cagub PKS Ahmad Heryawan ke Indramayu 
pada Senin, 28 Januari 2008. Ahmad bertemu dengan Bupati Indramayu Irianto 
Syaifuddin atau lebih dikenal Yance serta tokoh masyarakat Pantura lainnya.

"Dalam dialog itu, mereka minta pemerintah daerah agar memberikan perhatian 
secara proporsional," ujarnya saat menghadiri sidang terbuka pengukuhan guru 
besar ilmu komunikasi kepada Soleh Soemirat di Universitas Padjadjaran, Jalan 
Dipatiukur, Selasa (29/1/2008).

Jika hal itu tidak dilakukan, kata Ahmad, mereka memberikan dua opsi yaitu 
pertama, jika cagub terpilih nanti memberikan perhatian proporsional dan 
dinilai puas oleh mereka, maka rencana pemisahan tidak akan dilakukan. Namun 
jika kandidat gubernur tidak melakukannya, maka opsi kedua yaitu pemisahan 
tetap akan diperjuangkan.

"Kedua opsi itu adalah hak warga Pantura. Tidak ada yang bisa menahan aspirasi 
itu, yang penting harus sesuai dengan mekanisme perundang-undangan," ujarnya.

Selain itu, lanjut Ahmad, perlu adanya kajian akademis mengenai pemisahan 
wilayah Pantura dari Jabar. Jika dari kajian akademis tidak lulus namun 
masyarakat tetap bersikeras melakukan pemisahan, menurutnya itu adalah hak 
masyarakat. "Yang penting harus sesuai undang-undang," tandasnya.

Ahmad menambahkan untuk ke depan terminologi pengotakan wilayah harus 
dihapuskan. "Tidak ada istilah pantura atau priangan, yang ada Jawa Barat. Hal 
ini agar tidak ada ketersinggungan sosial," ujarnya.

       
---------------------------------
Sök efter kärleken! 
Hitta din tvillingsjäl på Yahoo! Dejting: http://se.meetic.yahoo.net

Kirim email ke