Final Liga Indonesia Terancam Tanpa Penonton
Sabtu, 9 Februari 2008 | 14:25 WIB
JAKARTA, SABTU-Partai Final Liga Djarum Indonesia 2007 terancam tanpa kehadiran
penonton di dalam stadion, menyusul belum keluarnya izin pertandingan dari
Polda Jabar.
Pertandingan puncak kompetisi sepak bola di Indonesia itu dipindahkan dari
Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, ke Stadion Jalak Harupat,
Kabupaten Bandung, menyusul kerusuhan di semifinal, Rabu (6/2).lalu. Jika izin
dari Polda Jabar tidak keluar juga, solusi dari kami adalah menggelar
pertandingan tanpa penonton, ujar Joko Driyono, Direktur
Kompetisi Badan Liga Indonesia (BLI), Sabtu (9/2) pagi.
Kemungkinan tentang digelarnya pertandingan final tanpa penonton dilontarkan
Joko, karena hingga pagi ini pihaknya belum mengantungi izin keramaian dari
Polda Jabar. Namun, Joko yakin izin itu akan keluar di menit-menit akhir
menjelang kick-off. Karena itu, sejak pagi ini Joko
sudah berangkat ke Bandung guna mempersiapkan pertandingan yang mempertemukan
PSMS Medan dan Sriwijaya FC Palembang itu.
Hingga saat ini, semuanya sudah siap, mulai dari panpel lokal, pengelola
Stadion Jalak Harupat hingga Pengda PSSI Jabar, hanya tinggal izin dari polisi
saja yang belum ada. Karena itu kami tetap melakukan persiapan, menjaga kalau
izin dari polisi itu keluar beberapa sebelum pertandingan, kata Joko.
Jika izin itu tidak keluar juga, Joko ngotot tetap menggelar pertandingan itu,
tetapi tanpa penonton. Bahkan, Joko menytakan siap menjadi martir, yaitu
ditangkap polisi karena menggelar keramaian tanpa izin dari aparat keamanan
setempat. Kalau saya sampai ditangkap, tangkap saja, ujar Joko.
Ketika didesak, apa yang akan terjadi jika polisi membubarkan persiapan yang
telah dilakukannya, Joko tidak bisa berkata apa-apa. Saya tidak tahu apa yang
akan terjadi jika tidak ada pertandingan, tuturnya.
Joko juga tidak bisa berkomentar ketika ditanya mengenai kemungkinan lahirnya
juara kembar, seperti yang terjadi di tahun 1975, saat grand final kompetisi
Perserikatan antara Persija Jakarta melawan PSMS Medan yang dihentikan di
tengah jalan akibat kerusuhan. Saya tidak tahu itu,
karena itu bukan kewenangan BLI. Itu kewenangan PSSI, katanya.
Sementara itu, Randiman Tarigan, Manajer PSMS, mengaku kecewa jika final Liga
Djarum digelar tanpa penonton. Selain karena sudah banyak suporter PSMS yang
berdatangan ke Jakarta, pertandingan itu juga menjadi kesempatan bagi suporter
PSMS untuk melihat secara langsung timnya berlaga di final. Jelas saya sangat
kecewa jika final tanpa penonton, katanya. (Warta Kota/Merdi Iskandar)
Best Regarts
www.dausmedia.cjb.net
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.