Mejuah-juah,
Dari milist sebelah, mungkin banci jadi contoh guna pesikap kuta
kemulihenta.
Bujur,
Andre Ginting - Bogor
Silangit (SIB)
TB Silalahi Centre yang akan diresmikan pada bulan April tahun 2008 atau
bertepatan dengan hari ulang tahun Letjend (Purn) DR TB Silalahi SH akan
dijadikan objek wisata pendukung paket wisata terintegrasi antar tiga
Kabupaten, Tapanuli Utara Tobasa Samosir. Untuk itu Bandara Silangit,
Taput akan dikembangkan lagi agar bisa didarati pesawat jenis Boeing
yang mengangkut wisatawan dari Singapura, Malaysia dan domestik.
Sesuai visi dan tujuannya, TB Silalahi Centre adalah sebagai pusat
pelestarian nilai-nilai adat Batak sekaligus upaya membentuk karakter
masyarakat utamanya generasi muda Batak agar benar-benar memiliki mental
pekerja keras yang professional di berbagai sektor ekonomi yang ada di
bona pasogit mulai pertanian, perikanan dan perindustrian terutama tenun
ulos.
Di TB Silalahi Centre itu dibangun perpustakaan Batak, museum Batak
indoor (ruang tertutup), museum Batak outdoor (ruang terbuka), rumah
bolon Batak yang asli dan perkampungan Batak berisi rumah-rumah desa
lengkap dengan peralatan-peralatan ekonomi masyarakat Batak di sekitar
Danau Toba seperti alat pertanian, alat penangkap ikan, alat-alat tenun
hingga senjata-senjata yang digunakan untuk berburu dan lain-lain.
Hal-hal inilah yang saya rasakan perlu untuk dilestarikan. Kalau saya
sudah tidak ada lagi, tidak bisa saya menceritakannya kepada anak cucu
orang Batak, jadi inilah (TBS Centre) yang menjadi catatan hidup sejarah
dari nilai-nilai Batak. Supaya anak-anak cucu orang Batak khususnya
dapat melihat bagaimana kampung Batak itu dahulu kala, ungkap TB
Silalahi dengan nasda suara yang berat pada saat melakukan Ekspose TB
Silalahi Centre di Desa Pagar Batu, Balige Jumat (16/11).
Hal lain yang menarik, di halaman depan kompleks TB Silalahi Centre juga
dipajang helikopter militer jenis BO-106 yang sering digunakan Pak TB
selama bertugas di TNI Angkatan Darat dan satu unit tank tempur jenis
AMX-13 buatan Perancis yang dulu sempat digunakan pasukan militer Israel
dan belakangan dibeli Indonesia memperkuat Batalyon Tank TNI AD dimana
TB Silalahi tercatat sebagai Komandan Batalyon Tank pertama saat
berpangkat Mayor.
Juga dibangun sebuah kafe terbuka yaang akan disediakan teropong, untuk
melihat ke arah Tao Silalahi.
Pemaparan Ekspose dilakukan pengurus Harian TB Silalahi Centre dipimpin
Ketua Harian Royal Pangaribuan. Pak TB yang didampingi stafnya Robert
Myc membawa rombongan tamu dari Jakarta GM Immanuel Panggabean BBA
(Pemred SIB), pengacara kondang Hotma Sitompul SH, Direktur Niaga PT PLN
Ir Sunggu Aritonang, Wakil Pemred RCTI Atmaji S dan Tamam Husein
(perancang, musik dan akustik) serta tamu lainnya. Juga dihadiri Bupati
Taput Torang Lumbantobing, kepala Bappeda Taput Ir Saul Situmorang,
Kadis Pariwisata Tobasa L Sibarani, Kadis Pendidikan Sitorus, Camat
Balige dll. Rombongan TB Silalahi mendarat dengan pesawat eksekutif
Trans Wisata jenis jet Fokker 28 di bandara Silangit atau lebih kurang
15 menit perjalanan dari Desa Pagar Batu.
Pada kesempatan itu Letjend (Purn) Tiopan Bernard Silalahi SH pun
memaparkan motivasi yang melatarbelakanginya mendirikan TB Silalahi
Centre sebagai pusat pelestarian budaya Batak dan juga Yayasan SMU Plus
Soposurung di Balige sebagai pusat pendidikan anak-anak bona pasogit. TB
Silalahi Centre dan SMU Plus Soposurung itu didirikannya atas amanat
almarhum ibundanya agar memberikan hati sepenuhnya memperhatikan bona
pasogit. "Almarhum ibu saya sejak awal meminta saya kuliah di ITB hingga
menjadi insinyiur. Dia ingin saya menjadi kaya seperti adik saya Rio
Tambunan dan juga teman saya Ir Gustav Panjaitan, tapi jiwa saya memang
tidak terpanggil ke situ dan akhirnya masuk militer setelah meninggalkan
ITB karena kekurangan biaya juga," kisahnya.
Bahkan sampai berpangkat Kolonel pun ibundanya masih tetap menyesali TB
meninggalkan bangku kuliah di ITB. "Setelah saya menjadi Kasdam
berpangkat Brigadir Jenderal barulah beliau mengatakan, saya bangga kamu
Silalahi pertama yang menjadi jenderal. Tidak lama kemudian, sebelum
menghembuskan nafasnya di Semarang, ibu saya hanya berpesan, baen roham
tu huta (berikan hatimu berikan ke kampung-red), itu saja pesannya. Jadi
amanat ibu saya yang saya coba laksanakan," ungkapnya.
TB muda hidup dalam kemiskinan pada saat pendudukan Jepang. Dulu kampung
Pagar Batu yang didiami pak TB kecil bagaikan kampung mati, yang
terdengar hanya suara sese (jangkrik-red) meskipun dikelilingi
pemandangan yang indah di hamparan Danau Toba. "Jadi saya coba menyulap
kampung ini. Secara keseluruhan kawasan Tapanuli yang mengelilingi Danau
Toba itu adalah bona pasogit," katanya.
Makanya pak TB mendirikan SMA Soposurung sejak tahun 1992. Sesudah
berkiprah selama 15 tahun dibiayai, tamatan SMA Soposurung kini sudah
banyak menjadi insinyiur dari ITB, dokter dan lain-lain. "Saya tidak
jadi insinyiur tapi SMA Soposurung telah melahirkan puluhan insinyiur.
Sesudah mereka insinyiur, saya panggil untuk membangun kampung ini,"
katanya.
Jadi TB Silalahi Centre jelas pak TB murni diarsiteki dan dibangun oleh
insinyiur ITB yang dulunya alumnus SMA Soposurung di antaranya Anggiat
Sipayung ST, Heriani Napitupulu ST, Royal Pangaribuan ST dan Anjur
Sagala ST. Anak-anak itu kata pak TB dulunya waktu masuk SMA Soposurung,
masih SMP dan belum tahu apa-apa, kini sudah bisa merancang arsitek dan
konstruksi TB Silalahi Centre.
Setelah mendirikan sekolah untuk pembangunan pendidikan anak-anak bona
pasogit, melalui TB Silalahi Centre ini, pak TB mengaku mencoba
melestarikan nilai-nilai seni budaya Batak. Dari kehadiran TB Silalahi
Centre juga sedang dibangun teknologi pertanian dengan mencoba benih
padi hibrida yang sudah ditanam di Balige dan akhir tahun 2007 siap
panen. Dengan masa tanam empat bulan benih padi unggul itu bisa
meningkatkan produksi padi hingga 3 kali lipat dari system pertanian
konvensional.
Sarjana-sarjana pertanian sebelumnya dikirim pelatihan di pusat
penelitian pertanian di Lampung yang didorong Wapres Jusuf Kalla.
Kemudian benih padinya pun dibeli senilai Rp 150 juta dan diberikan TB
Silalahi Centre untuk ditanam petani di sekitar Balige. "Kalau ini sudah
berhasil, benih padi unggul itu pun bisa disuplai ke seluruh Pemkab di
kawasan Tapanuli maupun daerah lainnya di luar Tapanuli untuk dicoba
kembangkan untuk mengejar surplus beras," ujarnya.
Yang patut disyukuri dan dibanggakan kata Pak TB adalah bahasa Batak
termasuk dari 13 besar bahasa daerah yang masih tetap digunakan oleh
sedikitnya 1 juta jiwa. Sesuai data nasional, dari 746 bahasa daerah
yang ada di Indonesia sebanyak 733 bahasa daerah dikhawatirkan punah
karena masyarakat pengguna bahasa itu sangat sedikit. "Yang kita syukuri
bukan jumlah penggunanya 1 juta tapi ternyata generasi muda masih banyak
yang menggunakan bahasa tersebut," katanya.
Jadi TB Silalahi Centre lanjutnya didirikan bukan untuk sekedar
gagah-gagahan atau untuk kegiatan politik. "Kalau aksi-aksian biasanya
orang mendirikan di Jakarta, tapi ini kita dirikan di kampung halaman di
Balige. Jadi tidak ada tujuan politik, orang Jakarta pun tidak kenal apa
itu TB Centre," katanya.
Di TB Silalahi Centre dibagi menjadi zona taman depan (entrance), zona
gedung induk dan zona taman belakang). Zona gedung induk pun terbagi
menjadi museum Batak indoor yang berisi peninggalan-peninggalan nenek
moyang yang masih orisinil mulai tunggal panaluan, ulos yang berumur 200
tahun, pustaha, gelang, aksesoris dan pernak-pernik nenek moyang ratusan
tahun lalu. "Kita juga mengimbau kepada penduduk, kalau mau menitip
peninggalan-peninggalan warisan nenek moyangnya di museum ini," ujarnya.
Masih di gedung induk juga ada juga ruangan perpustakaan yang akan diisi
berbagai ragam buku dan tulisan-tulisan berbahasa Inggris, Belanda,
Jerman dan berbagai negara yang pernah menulis tentang Batak jaman dulu.
Di gedung induk juga ada museum pribadi TB Silalahi.yang berisi pakaian
dan kepangkatan militer mulai Mayor hingga Letjend, mobil dinas militer
maupun pribadi hingga kamar kerja pak TB.
Di gedung induk itu ada juga Convention Hall yang akan dijadikan gedung
teater untuk pertunjukkan seni lengkap dengan system akustik ruangan
yang meniru gedung teater di luar negeri, bahkan akan terbaik di
Sumatera Utara. Convention Hall itu bisa menampung kurang lebih 500
orang sekaligus.
Kemudian sambil berjalan berkeliling ke TB Silalahi Centre para
rombongan juga melihat di zona halaman belakang itu sedang dibangun
rumah bolon dan zona perkampungan Batak yang akan diisi 6 unit rumah
asli Batak yang dibeli dari masyarakat desa sekitar yang bersedia
menjual rumahnya. Rumah-rumah ini akan dilengkapi dengan peralatan
ekonomi masyarakat di kawasan Danau Toba mulai alat tangkap ikan, alat
bertani, alat berkebun, senjata-senjata berburu hingga alat-alat
industri tenun.
"Jadi kalau dia petani ada cangkul dan bajak sawahnya, kalau nelayan
seperti orang Toba ada sampan dan jalanya di bawah rumah, kalau dia
industri ada alat tenunnya. Di perkampungan itu juga akan dibuat kuburan
batu. Pokoknya beginilah kehidupan orang Batak itu, saya masih alami
waktu saya kecil," jelasnya.
Di zona taman belakang itu juga akan diisi patung-patung meniru megalit
asli Batak jaman dulu. Untuk membuat patung itu, TB Silalahi Centre
mengirim ahli pahat di Balige yakni Jhonery Silalahi yang juga putra
adik kandung TB Silalhi untuk mendalami seni pahat di Bali.
Menurut pak TB, konsep perkampungan mini Batak itu sudah ada dalam
rencana para Bupati Tapanuli Utara beberapa tahun sebelumnya, tapi tak
terealisasi hingga saat ini. Makanya konsep itu pun dilakukan pak TB
menggunakan dana sendiri.
TB Silalahi Centre yang merupakan eks gedung pabrik air minum mineral PT
Aeros berlokasi di Jalan Pagar Batu, Soposurung seluas 1,6 hektar juga
akan dilengkapi halaman parkir luas, galeri, taman, cafe dan plaza
tor-tor zona. Lokasi TB Silalahi Centre itu eks gedung pabrik minuman
minera PT Aeros yang sudah berhenti operasi. Lokasi itu bisa jadi tempat
rekreasi yang sangat hebat di Sumatera Utara yang dilengkapi kolam
renang dan air pancuran alami dari gunung dengan pemandangan langsung ke
Danau Toba.
Untuk operasional TB Silalahi Centre itu, pak TB mengaku mengeluarkan
biaya Rp 30 juta per bulan untuk di luar biaya pembangunan konstruksi
bangunan. Setelah resmi beroperasi nanti biaya yang dikeluarkan minimal
Rp 60 juta per bulan. "Sementara SMA Soposurung setiap bulannya saya
biayai Rp 80 juta per bulan. Makanya, untuk menutupi cost operasional
sehari-hari, TB Silalahi Centre itu akan dibuka untuk kunjungan turis
dengan membayar donasi berupa tiket masuk. Kalau saya masih hidup bisa
dibiayai, tapi kalau seandainya sudah tidak ada lagi siapa yang
membiayai ini," ujarnya.
Dengan adanya perkampungan mini Batak itu kata Pak TB, para turis
mancanegara maupun domestik bisa mengenal lebih dekat bagaimana
sebenarnya perkampungan Batak asli lengkap dengan aktivitas
kesehariannya tanpa harus bepergian jauh-jauh dan berpindah-pindah.
Seluruh zona yang ada di TB Silalahi Centre itu kata pak TB sudah bisa
dibuka untuk umum setelah diresmikan bulan April 2008 mendatang. Kecuali
museum pribadi TB Silalahi ditutup untuk turis dan hanya diperbolehkan
untuk dikunjungi anak-anak SMP atau SMA karena tujuannya untuk
memotivasi mereka agar memiliki cita-cita tinggi dan bekerja keras untuk
menggapainya lewat pendidikan.
"Anak-anak SMP dari Tarutung misalnya, akan bisa melihat masa kecil saya
dulu sangat miskin, pada jaman Jepang satu hari kadang-kadang tidak
makan. Mereka juga bisa melihat TB Silalahi kecil dulu gembala kerbau
tapi kok bisa dia seperti sekarang, karena sekolah. Orangtuanya tidak
mampu menyekolahkan tinggi-tinggi tapi kenapa bisa masuk Akabri jadi
jenderal bahkan jadi menteri. Banyak orang Batak yang sukses di Jakarta
tapi keluarganya orang mampu, bagaimana anak-anak di Tapanuli ini yang
keluarganya miskin-miskin bisa menjadi sukses nanti, itulah yang
memotivasi mereka nanti" ujarnya.
Paket Wisata Terintegrasi
Dengan adanya TB Silalahi Centre itu nanti paket wisata di kawasan Danau
Toba akan dibuat terintegrasi antar tiga Kabupaten yakni Tapanuli Utara
Tobasa Samosir. Para turis dari Singapura dan Malaysia nantinya akan
mendarat langsung di Bandara Silangit, kemudian dibawa ke Tapanuli Utara
untuk mengunjungi Bukit Salib Kasih dan mandi air belerang. Mereka
kemudian menginap semalam di Balige dan menyeberang kembali ke Pulau
Samosir.
Karena itu pariwisata terintegrasi maka Dinas Pariwisata terkait di tiga
Kabupaten dan agen-agen travel akan menyusun rencana paket-paket wisata
yang akan dijual. Pak TB juga berjanji akan mendorong pengembangan
Bandara Silangit agar dibangun gedung terminal penumpang umum lebih
besar dan landasan pacunya dikembangkan agar bisa didarati pesawat jenis
Boeing berkapasitas 100 lebih penumpang.
Pak TB menggambarkan, wisatawan yang datang ke Bali rata-rata
mengeluarkan uang paling sedikit 1000 dollar AS selama tiga hari. Di
negara Singapura, jumlah turis yang masuk malah bisa mencapai 10 juta
setahun atau empat kali lipat dari jumlah penduduknya. "Kalau 1000
dollar kali 1000 orang saja sudah 1 juta dolar AS atau Rp 10 miliar.
Bayangkan kalau para turis ini datang dan mengeluarkan rata-rata 1000
dolar saja kali 1000 wistawan termasuk biaya penginapan, sudah Rp 10
miliar devisa yang ditinggalkan di di tiga Kabupaten ini, paling sedikit
itu" katanya.
TB Silalahi sendiri mengaku berdasarkan pengalamannya bepergian ke
berbagai negara seperti Singapura, Mesir, Cina dan lain-lain objek
wisata yang ditawarkan sebenarnya kalah dibandingkan dengan keindahan di
bona pasogit ini dan pengunjungnya malah berjuta-juta setahun. Hanya
saja di kawasan Danau Toba, infrastuktur kurang mendukung dan
objek-objek wisata yang akan dilihat sangat minim. (Relieve Pasraribu/g)
Tabe mardongan holong,
disadur oleh,
Ign. P. Sinurat
btg kt.
------------------------------------------------------------------------
.