Jumat, 22 Pebruari 2008 01:03 WIB                      Pakar Geologi 
Jonathan Tarigan:
Gempa Simeulue Fenomena Aneh                                                    
                                                             Medan, WASPADA 
Online
 
 Gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter (SR) yang mengguncang sejumlah wilayah di 
Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Rabu (20/2) merupakan fenomena alam yang 
sangat aneh.
 
 "Ini sangat jarang terjadi, bahkan belum pernah terjadi di dunia apalagi 
dengan rentang jarak yang pendek," tutur Ir  Jonathan Tarigan, pakar  geologi 
yang juga Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumut, Kamis (21/2), 
tentang gempa bumi di Simeulue dan mengguncang beberapa wilayah Sumbagut.
 
 Kata Tarigan, sebelumnya Simeulue telah diguncang dua kali gempa bumi yakni 
pada tahun 2002 dengan kekuatan 7,4 SR, kemudian di tahun 2004 dengan kekuatan 
9,2 SR yang merupakan gempa bumi terbesar di dunia yang diikuti dengan tsunami. 
Pada Februari tahun 2008 Simeulue kembali diguncang gempa dengan kekuatan 7,4 
SR.
 
 Rentang jarak yang pendek yakni dua tahun dan empat tahun menurut pakar 
geologi di Sumut ini merupakan peristiwa fenomena alam yang sangat ganjil dan 
baru pertama kali ini terjadi di Simeulue, Indonesia. 
 
 Sebab Parkfield di California, bencana alam besar yang terjadi di Amerika 
Serikat memiliki rentang jarak pendek 20-22 tahun. Sedangkan gempa megatrust 
(gempa bumi besar) biasanya terjadi pada rentang 100-200 tahun, sementara 
Simeulue berada di jalur megatrust, jelas Tarigan.
 
 Sumatera yang mempunyai 19 ruas patahan dimulai dari NAD hingga Lampung, kata 
Tarigan, sangat berpeluang terjadi gempa bumi besar. Siklus berulangnya gempa 
bumi di Sumatra pada rentang 50-100 tahun dan yang terakhir terjadi tahun 2006 
di Sumatera Barat. 
 
 Pada bagian lain, Jonathan Tarigan meragukan penemuan baru-baru ini di 
Kabupaten Simeulue yang menyebutkan pulau kecil di wilayah NAD ini memiliki 
cadangan minyak dan gas alam yang sangat besar.     
 
 Keraguan itu didasarkan pada posisi Simeulue yang berada di wilayah patahan 
yang merupakan daerah yang tercacah sehingga sangat kecil kemungkinannya ada 
perangkap hidrokarbon yang demikian besar. Sifat kandungan minyak dan gas alam 
adalah, di wilayah tersebut ada sumber bantuan induk, perangkap (rongga batu) 
dan batuan (seal rock), hal ini tidak ada ditemukan di Simeulue.
 
 Namun menurut Jonathan Tarigan, gempa Simeulue dapat dijelaskan dengan teori 
dari Prof Roger Bilhar dari Universitas Colorado yakni teori relaksasi bumi 
yang mempercepat terjadinya kegempaan mengingat Simeulue berada di jalur utama 
patahan Sumatra. (m29) (ags) 

Best Regarts

www.dausmedia.cjb.net

       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

Kirim email ke