Rabu, 05 Maret 2008 00:41 WIB

Bank Dunia Ingatkan Cadangan Pangan RI Kritis   

JAKARTA, WASPADA Online
Bank Dunia memperingatkan bahwa cadangan pangan Indonesia berada dalam
titik terendah sehingga bisa menjadi masalah serius jika tidak diatasi
sejak awal.

"Cadangan pangan berada di titik terendah itu terjadi di seluruh
dunia, saya sudah bilang pada Juni 2007 lalu, itu menjadi `warning'
(peringatan) untuk kita," kata Deputi Menko Perekonomian Bayu
Krisnamurthi di Jakarta, Selasa. Ia menyebutkan, cadangan pangan dunia
turun hampir separuh yang kemudian menyebabkan kenaikan harga pangan
pada saat ini.

Menurut dia, kenaikan harga pangan dunia juga diperparah dengan
kondisi pasar keuangan dunia (pasar uang dan pasar modal) yang tidak
terlalu menggembirakan karena suku bunga global (khususnya) di AS yang
sangat rendah.

Dengan kondisi seperti itu, saat ini banyak sekali investor yang
beralih ke pasar komoditas, sehingga yang banyak bergerak adalah
"paper market" (bursa berjangka) dari komoditas.

"Ini menurut saya adalah situasi baru yang terjadi dalam 20 tahun
terakhir. Ini saya kira harus direspon oleh seluruh pengambil
kebijakan di dunia termasuk Indonesia. Kita belum memutuskan apa yang
akan kita lakukan untuk meredam dampak negatif dari fluktuasi yang
diakibatkan oleh spekulasi dan bergeraknya `paper market' dari
komoditas. Ini yang sedang kita cari bersamasama," katanya.

Menurut dia, dalam waktu tidak terlalu lama jika harga minyak kelapa
sawit (CPO) dan kedelai terus naik maka konsumennya tidak akan kuat
membeli. "Ini yang jadi problem bagi semua, dan saya kira ini akan
direspon oleh semua," katanya.(ant) 

Kirim email ke