Mjj, --- In [email protected], Alexander Firdaust <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Pendapat Sultan HB X > Sumpah Palapa Sudah Tak Berlaku Lagi > > Bandung, 5 April 2008 07:34 > Sultan Hamengku Buwono X menyatakan Sumpah Palapa yang dilontarkan Gadjah Mada sudah tidak berlaku lagi di masa sekarang karena sumpah tersebut bukan berlatar belakang kesatuan dan persatuan tetapi penaklukan wilayah. > > "Jika dilihat dari visi kita sekarang Sumpah Palapa tersebut bertolak belakang dengan aspirasi bangsa pluralistik, yang harus menjadi acuan kita hanyalah Sumpah Pemuda bukan Sumpah Palapa," katanya, saat berorasi dalam "Perbincangan Kebudayaan bersama Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Ajip Rosidi" di Bandung, Jum`at (4/4). >
Bung Hatta pernah berkata bahwa Gajah Mada adalah contoh sebuah kediktatoran: .."Among the example of dictators, he cited the name of Gadjah Mada, a strong man of Javanese imprealism. Hatta seemed to be warning the people that Sukarno and those who advocated more authoritatian rule were bent on destroying the present system of (parliamentary) government". tulisan Bung Hatta sekitar 1954 sebelum Demokrasi Terpimpin. > Sultan menjelaskan, apa yang dilakukan oleh Gadjah Mada di masa itu tidak mencerminkan sikap pemersatu tetapi hanyalah keegoisan pribadi semata. "Biarkan saja Sumpah Palapa hidup pada masanya tetapi tidak untuk masa sekarang," ujarnya. > > Kalimat sakti yang tertuang dalam Kakawin Sutasoma yaitu Bhineka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa atau biar pun kita berbeda-beda sesungguhnya kita itu satu, tiada kewajiban mendua, dan seharusnya menekankan pengakuan adanya pluralitas. "Yang harus dijadikan semangat bukanlah kemanunggalan (tunggal ika) tetapi kesediaan menghormati kemajemukan itu." > > Sultan yang hadir didampingi Kanjeng Hemas itu mengatakan, mitos kesatuan juga seringkali dimanipulasi oleh penguasa sebagai jalan untuk melanggengkan kekuasaannya. "Dalam politik manifestasi Bhineka Tunggal Ika seringkali diabaikan karena seharusnya esensi yang sebenarnya adalah inklusif dan egalitarian," ujarnya. > > Karena itu, lanjut Sultan, upaya yang dapat dilakukan untuk menjadikan Bhineka Tunggal Ika sebagai sebuah strategi integrasi dengan melakukan pendekatan geokultural. "Hal ini dimaksudkan agar setiap kelompok budaya harus saling mengenal dan menyapa untuk saling menerima dan memberi," katanya. > Betul sekali. Ini sebenarnya sebagian cita2 Hatta/Sjahrir cs. Baguslah. thx, carlos
