Terkait Aspirasi Perwujudan Provinsi ALA dan ABAS
Berbagai Elemen Diminta Melihat Kenyataan
Kutacane, (Analisa)
Terkait aspirasi masyarakat mengenai perwujudan Provinsi Aceh Lauser Antara
(ALA) dan Aceh Barat Selatan (ABAS), berbagai elemen masyarakat di Bumi Sepakat
Segenep berharap agar para elit politik, pemerintah maupun para petinggi
lembaga dapat melihat aspirasi itu berdasarkan kenyataan yang terjadi di
lapangan.
Dengan demikian segala sesuatu pandangan maupun pendapat mengenai perwujudan
pemekaran di tubuh Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) tidak bertentangan
dengan kenyataan sebenarnya.
Harapan ini disampaikan sejumlah warga yang ada di Aceh Tenggara saat
dimintai Analisa tanggapannya mengenai adanya pendapat pro dan kontra di
kalangan elit politik terhadap aspirasi pemekaran Provinsi NAD.
Bahkan sejumlah kalangan masyarakat di Tanah Alas sempat meminta agar sebelum
mengomentari aspirasi pemekaran itu, para elit politik terlebih dahulu
berkunjung ke Bumi Sepakat Segenep untuk pembuktian aspirasi.
Bagaimana kalau kita membedakan antara ikan lele dengan ikan mas kalau kita
ngak pernah melihatnya. Kalau hanya dari gambar, bertubuh ikan berkepala
manusia juga bisa dibuat, untuk itu perlu pembuktian apakah ini murni aspirasi
atau hanya keinginan segelintir orang, kata Sabar (35), warga Babussalam.
Himpun Informasi
Dijelaskan, dalam hal menyikapi aspirasi ini diharapkan pemerintah dapat
menghimpun informasi secara selektif. Yang diinginkan masyarakat hanya
berupaya agar ada peningkatan, di antaranya melalui pemekaran daerah. Bukan
merdeka yang kita impikan, ungkap bapak dua anak tersebut.
Hal yang sama juga diungkapkan Wahid (29) warga di Kecamatan Lawe Alas bahwa
Provinsi ALA adalah harapan dan impian yang sudah lama dinanti oleh masyarakat
Tanah Alas.
Ia menilai keinginan masyarakat untuk mewujudkan Provinsi ALA dan ABAS
bukanlah hal yang berlebihan.
Rasa kekhawatiran dengan perwujudan provinsi baru ini akan merusak tatanan
proses perdamaian di Aceh, adalah hal yang dinilai terlalu berlebihan.
Pada masa konflik saja, Aceh Tenggara tetap aman meskipun masyarakatnya
terdiri dari berbagai suku dan agama. Kalau aspirasi masyarakat Aceh Tenggara
terwujud apakah mungkin akan terjadi konflik, katanya.
Meski tiga bulan terakhir tidak terlihat ada aksi demo yang dilakukan
masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dukungan perwujudan Provinsi ALA, namun
berbagai slogan dukungan t masih terus terlihat melalui bentangan spanduk di
seputaran kota Kutacane.
Spanduk itu antara lain bertuliskan; ALA harga mati bagi kami, Masyarakat
siap berjuang demi ALA, ALA jangan dihambat, Aspirasi masyarakat adalah
ALA, ALA Yes Merdeka No, dan ALA bukan untuk elit politik tapi untuk
rakyat,. (shd)
--
Dipecat
Akan halnya pemecatan dengan hormat HM Iwan Gayo sebagai pengurus KP3ALA
yakni sebagai Ketua Humas dan Publikasi, itu merupakan keputusan kolektif
pengurus KP3ALA yang telah dilakukan rapat berulang kali.
HM Iwan Gayo dinilai telah disersi dari perjuangan ALA, karena tak lagi
komit dalam memperjuangkan lahirnya Provinsi ALA. Melainkan HM Iwan Gayo telah
menerima tawaran Gubernur Aceh Irwandi Yusuf untuk membangun wilayah
tertinggal.
Iwan Gayo dipecat per 12 April 2008 dan SK pemecatannya ditandatangani Ketua
Umum KP3ALA Prof Tgk H Baihaqi AK dan Sekjen Burhan Alpin, tegas Rahmad Salam.
Biasalah, dalam sebuah organisasi, bila ada anggotanya yang membelot dan
sanksi organisasi tentunya tegas untuk itu, tegas Rahmad Salam. (irn)
--
KOMENTAR:
persatuan perpecahan persatuan (baru lagi),
proses yang tak henti-hentinya menghiasi perkembangan kita sebagai manusia
yang bermasyarakat dan berorganisasi.
Demikian juga halnya dalam soal pemekaran. Bahwa gubernur NAD menginspirasi
Iwan Gayo jadi pahlawan daerah tertinggal hanyalah faktor extern yang
mempercepat atau memperlambat proses dialektika perkembangan itu, tetapi bukan
faktor intern yang menentukan.
Gubernur NAD mengerti apa yang dia perbuat dan harus perbuat.
MUG
---------------------------------
Låna pengar utan säkerhet.
Sök och jämför hos Yahoo! Shopping.