"Apa sebenarnya definisi tokoh Karo? Apa karena dia punya jabatan di 
pemerintahan maka dia disebut tokoh Karo. Apa karena dia pengusaha kaya dia 
disebut tokoh Karo. Apa karena dia terkenal maka disebut tokoh Karo. Atau orang 
yang kerjanya tukang tokoh pun disebut tokoh Karo?" kata Joey Bangun di depan 
lebih kurang lebih 50 orang tokoh-tokoh Karo yang hadir di acara Temu Kangen 
Tokoh-Tokoh Karo di Hotel Sentral Jakarta Jumat Kemarin.
"Yang saya tahu, gelar tokoh diberikan pada orang-orang yang telah memberikan 
sumbangsih pada sukunya. Siapa diantara kita yang hadir sudah memberikan 
sumbangsih pada Karo, barulah anda semua disebut tokoh Karo?" kata Joey Bangun 
lagi.. Joey lalu melanjutkan orasinya pada pelestarian kesenian dan kebudayaan 
Karo. Dia berharap tokoh Karo yang hadir memberikan kepeduliannya pada sektor 
seni dan budaya. Berhubung sebelum dramawan Karo ini berbicara tidak ada satu 
tokohpun yang membahas tentang seni dan budaya.
Joey menutup orasinya :
"Sekarang kami anak muda sedang menyiapkan pertunjukan Pawang Ternalem di Taman 
Ismail Marzuki 25 Oktober nanti. Kami anak muda punya kreatifitas. Anda semua 
punya dana. Mari kita gabungkan antara dana dan kreatifitas ini. Saya tantang 
anda! Kalau anda menyebut diri anda tokoh. Buktikan sumbangsih anda pada 
pertunjukan kesenian Karo ini. Pawang Ternalem bukan milik kami atau sekelompok 
orang, tapi milik kita semua masyarakat Karo!"
Para Tokoh Karo menyambut akhir orasi ini dengan tepuk tangan.
Selesai Joey Bangun menyampaikan orasinya secara bergiliran aktor peraih 4 
piala Citra El Manik dan penyair Karo TariganU menyampaikan orasinya menguatkan 
opini yang telah diberikan Joey tadi.


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

Kirim email ke