Monday, 28 April 2008 Oleh: Jadi Rajagukguk Sukses menjual sebanyak-banyaknya bahkan melampui target adalah keinginan dan impian setiap orang. Namun, tidak sedikit pula memiliki produk dan jasa yang bagus tetapi sedikit yang membeli. Banyak orang memulai bisnis karena memiliki ide cemerlang. Ketika menjalaninya, tidak banyak orang yang membeli.
Sehingga, banyak bisnis yang sebenarnya memiliki produk atau jasa yang bagus dan menarik, harus gulung tikar sebelum diketahui orang banyak. Orang-orang sukses menekankan bahwa kesuksesan benar-benar membutuhkan kesiapan mental dan optimisme, meliputi semangat, keuletan, dan kesabaran. Ketiga hal itu dapat dipupuk melalui berbagai cara, misalnya melalui seminar, workshop, keluarga, lingkungan sosial yang kondusif, maupun dari berbagai sarana misalnya dari film. Apakah Anda sudah menonton film yang berjudul "The Pursuit of Happiness?" Saya sarankan Anda menontonya. Film ini menceritakan keberhasilan Chris Gardner seorang tokoh film yang dibintangi Will Smith dan anak kandungnya sendiri, Jaden, merupakan kisah nyata. Dikisahkan bahwa sumber penghasilan Chris Gardner hanyalah dari keuntungan penjualan produk kesehatan. Tetapi penghasilannya jauh dari cukup, sehingga memicu konflik dengan istrinya. Sang istri meninggalkan Chris Gardner dan putranya untuk mencari pekerjaan di New York. Selanjutnya, Chris Gardner terpaksa bekerja sambil mengasuh anaknya. Atau sebuah film yang berjudul "Door to Door" yang menceritakan tentang seorang tokoh bernama Bill Porter. Ia dilahirkan dengan cacat bawaan bernama cerebral palsy, di antaranya ia mengalami gangguan fungsi tangan kanan dan berjalan pincang. Ia pun sulit berbicara, kalaupun dapat selalu meneteskan air liur. The Watkins, perusahan di mana ia melamar pekerjaan dengan tegas menolak lamarannya. Mereka menjadikan keterbatasan fisik Bill Poter sebagai alasan. Tak ingin mengecewakan sang ibu, Bill Poter berusaha menawarkan diri menjadi pemasar di wilayah yang tidak diinginkan pemasar lainnya. "Apalah ruginya jika Anda memberi saya lokasi yang tidak berpotensi?" katanya. Setiap hari Bill Porter naik bis menuju wilayah pemasaran yang dimaksud. Kemudian ia berusaha mencari dan melayani konsumennya, meskipun untuk itu ia harus berjalan kaki sepanjang 8 sampai 10 mil. Ia begitu tekun, sabar, dan bersemangat menjalankan profesinya. "I like to be a salesman (saya senang menjadi salesman)!" kata Bill Poter. Pada saat ia dirawat di sebuah rumah sakitpun, Bill Porter masih berusaha menawarkan produk kepada seorang pasien di sebelah ranjangnya. Di akhir cerita, dengan modal ketekunan, kesabaran dan semangat juang yang sangat tinggi, ia akhirnya berhasil menjadi pemasar yang cukup sukses. Bukan itu saja, ia bahkan mendapatkan sebuah penghargaan "The Best Salesman of The Year" dari The Watkins sebagai sales terbaik. Ia juga mendapatkan penghargaan dari The National Council on Communicative Disorders yang saat itu disampaikan John Glenn pada tahun 1998. Kisahnya bahkan pernah dimuat dalam majalah The Readers' Digest. ***
