Ketua Komisi B DPRD Dairi:
Penegak Hukum Diminta Usut Tuntutan Masyarakat Lau Primbon
Sidikalang, (Analisa)
Ketua Komisi B DPRD Dairi, Bonar Sembiring, B.Sc meminta pihak penegak hukum
mengusut tuntas dugaan penyelewengan keuangan negara, seperti tuntutan
masyarakat Lau Primbon, Kecamatan Tanah Pinem dalam aksi unjuk rasa di gedung
DPRD Dairi beberapa waktu yang lalu.
Hal itu ditegaskan Bonar kepada wartawan, Selasa (29/4) di gedung dewan
setempat. Kata Bonar, tuntutan masyarakat mengenai kwalitas proyek pengaspalan
yang amburadul di Desa Kuta Imbaru menghubungkan Desa Lau Primbon TA 2007
berbiaya Rp734.500.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Dairi harus ditindak
lanjuti. Penegak hukum harus proaktif mengusut karena masyarakat menuntut
karena sesuai dengan fakta yang ada, tandasnya.
Selanjutnya, kata Bonar, kami dari komisi B sudah turun ke lapangan untuk
menindaklanjuti aspirasi masyarakat Desa Lau Primbon, saat peninjauan ke lokasi
di beberapa titik ruas jalan ditemukan longsor sepanjang 600 meter. Saat itu
kami tidak sampai ke lokasi, karena medan yang sangat sulit dan tidak bisa
dilalui. Namun, setelah ruas jalan yang ditumpuki longsor dibersihkan, kami
akan turun dengan segera, katanya.
Di samping itu, anggota Komisi B, Drs Passiona Sihombing, MBA, mengatakan,
saat ini tiga desa terisolir akibat longsor yakni, Desa Kempawa, Lau Primbon
dan Desa Kuta Gamber. Sehingga masyarakat desa sangat sulit mengangkut hasil
pertanian terlebih lagi dalam minggu ini akan memasuki musim panen. Bahkan,
lanjut Passiona, warga Desa Lau Njuhar terancam kelaparan jika tidak ada
tindakan tanggap dan cepat dari pemerintah.
Sementara itu, Ketua LSM Armada Maruli Purba didampingi Kamiluddin Maha,
Selasa (29/4) di Sidikalang, mengatakan, jika aspirasi masyarakat Desa Lau
Primbon yang disampaikan di Gedung DPRD Dairi baru-baru ini tidak mendapat
realisasi tuntutan, Armada akan membuat aksi yang besar lagi.
Purba juga mengatakan, Kadis PU Dairi, Ir Tagor Sinurat harus
bertanggung-jawab mengenai kwalitas jalan di Dairi. Moto Membangun Bersama
Rakyat jangan dijadikan slogan belaka. Selama ini realisasi dari motto itu
tidak pernah berjalan, maka rakyat Dairi sudah saatnya bicara, tegasnya.
Menanggapi perusakan dua unit mobil pengangkut massa saat melakukan aksi demo
ke DPRD Dairi, Maruli memohon kepada pihak berwajib agar mengusut tuntas siapa
pelakunya.
Kami sangat percaya atas kinerja Polres Dairi untuk mengusut tuntas
pengerusakan kaca mobil itu. Jika seandainya Polres Dairi tidak serius, kami
akan ajukan masalah ini ke Mabes Polri, sebut Purba. (dp)
-
---------------------------------
Ta semester! - sök efter resor hos Yahoo! Shopping.
Jämför pris på flygbiljetter och hotellrum:
http://shopping.yahoo.se/c-169901-resor-biljetter.html