Bupati Sergai Tidak Cukup Hanya Minta Maaf Tetapi Harus Mengundurkan Diri
Tebingtinggi (SIB)
Masyarakat Simalungun di 9 Desa Silinda Serdang Bedagai (Sergai) memprotes
keras HT Erry Nuradi selaku Bupati Sergai dan sebaiknya segera mengundurkan
diri dari jabatannya karena telah menyakiti perasaan masyarakat Simalungun
dengan menghilangkan sejarah Simalungun di buku gSedang Bedagi In Brief 2007h.
Demikian dikatakan Ketua UPAS ( Usaha Penyelemat Asset Simalungun) Sergai
Maspriadi Girsang SH bersama Sekretaris Drs Sugeng Surya Saragih kepada SIB,
Minggu (4/5) di Kota Tebingtinggi. Ditegaskannya, Bupati Sergai HT Erry Nuradi
tidak cukup hanya meminta maaf terhadap masyarakat Simalungun namun harus
mengundurkan diri dari jabatannya sebagai bupati.
gSangat disayangkan, buku eSerdang Bedagi In Brief 2007h telah melukai hati
masyarakat Simalungun dengan meniadakan sejarah Simalungun dan sepertinya tidak
ada masyarakat Simalungun di bumi Sergai. Ini sudah sangat keterlaluan,
menghilangkan sejarah dan etnis Simalungunh, tegas Maspriadi Girsang.
Padahal lanjutnya, di Desa Silinda sejak zaman penjajahan sudah ada yang
namanya Kerajaan Nagori Simapang dan Kerajaan Pamah di bawah pimpinan Raja
Naluan Silangit pada tahun 1800-an. Tahun 1900 -1950 tanah di kerajaan tersebut
dikontrakkan kepada Tuan Volender berbangsa Swiss yang ditandatangani Sultan
Sulaiman Alamsyah yang keturunannya masih ada di Desa Silinda.
Hal senada juga diungkapkan BM Saragih yang merupakan cucu pada Kerajaan Pamah
dan Benteng Saragih tokoh pemuda Simalungun di Sergai. Mereka dengan nada
tinggi mengatakan etnis Simalungun merupakan etnis tertua di Sergai. gApa
alasan Bupati Sergai menghilangkan etnis Simalungun dalam buku gSerdang
Bedagai In Brief 2007. Hal ini harus diusut sampai tuntash, katanya.
Pemkab Sergai melalui buku gSerdang Bedagai In Brief 2007h sudah sengaja
menciptakan suasana yang tidak harmonis sehingga etnis Simalungun sedunia marah
dan akan melakukan perlawanan. gBupati Sergai HT Erry Nuradi tidak cukup hanya
meminta maaf melalui media namun harus minta maaf secara adat Simalungun dan
kepada leluhur Simalungunh, tandas Maspriadi Girsang SH.
KNPSI Belum Mengetahui Permohonan Maaf Bupati Sergai
Sementara itu, DPC Komite Nasional Pemuda Simalungun Indonesia (KNPSI) Sergai,
mengaku belum mengetahui permohonan maaf Pemkab Sergai atas terbitnya buku
eSerdang Bedagai In Brief 2007 yang dinilai telah meremehkan Etnis
Simalungun.
gKapan, kepada siapa..? Sampai sekarang kami belum mendengar kalau Pemkab
Sergai telah menyatakan permohonan maafnyah, ungkap ketua DPC KNPSI Sergai,
Eric Sandhy Purba dengan nada bertanya didampingi pengurus dan anggota KNSPI,
kepada SIB, Minggu (4/5) di Sei Rampah.
Permohonan maaf yang bagaimana pula . Pemkab harus membuat permintaan maaf
secara terbuka, sehingga seluruh masyarakat tau. Menurutnya, tidaklah mudah
mengobati hati masyarakat Simalungun yang sudah tersayat-sayat karena
diremehkan. gBukan segampang itu meminta maaf atas peremehan etnis Simalungun
ini, harus terbukalah donk, katanya lagi.
Soal buku yang dicetak jumlahnya sedikit, menurut dia, bukan alasan untuk
melemahkan perjuangan Etnis Simalungun untuk memperkarakan kasus ini. Bukan
soal sedikit atau banyak jumlah buku yang dicetak, yang tau jumlahnya hanya
Pemkab dan itu kan masalah kejujuran saja. Persoalannya sekarang adalah, isi
buku tersebut jelas-jelas telah menyinggung perasaan, dan yang pasti, buku
terbitan Pemkab Sergai tersebut sudah menyebar kemana-mana. Buktinya, Etnis
Simalungun yang di Jakarta sudah ada yang melihatnya.
Menurut Eric , KNPSI dan lembaga etnis Simalungun lainnya, sudah
memusyawarahkan persoalan ini agar ditindaklanjuti sampai ke meja hukum. Dan
sebagai ungkapan protes, ribuan massa Simalungun yang tergabung dalam KNSPI dan
wadah Simalungun lainnya, dalam waktu dekat, akan unjuk rasa besar-besaran ke
kantor Bupati Sergai. gDi Sergai, etnis Simalungun bukanlah pendatang, tetapi
penghuni yang sudah bermukim sejak dulu-dulunya. Sejarah membuktikan !!h,
tandasnya. (S10/M-34/c)
--
KOMENTAR
Penduduk asli Sumtim adalah orang Karo, Simalungun dan Melayu fdelangf atau
Melayu Deli-Langkat yang berasal dari penduduk asli Sumtim (Karo). Orang-orang
Melayu yang datang dari luar Sumtim, dari luar Sumatra atau apalagi dari luar
negeri seperti Malaysia, mereka ini bukanlah penduduk asli Sumtim tetapi
pendatang. Usaha-usaha kaum pendatang Melayu atau pendatang lainnya
(Tapanuli/Mandailing) di Sergai untuk menghilangkan Simalungun sebagai penduduk
asli Sumtim dari salah satu daerah Sumtim adalah sangat ceroboh dan hanya
menununjukkan buta sejarah, semangat kesombongan-pendatang atau nafsu dominasi
dan hegemoni internal-colonialism warisan Orba.
Simalungun harus bangkit. Membiarkan nafsu dominasi kolonial kaum pendatang
ini adalah fatal bagi survival penduduk asli Sumtim (Karo, Simalungun dan
Melayu fdelangf).
Teruskan Semangat Ethnic Revival/Cultural Revival!
Teruskan Revolusi Besar Kebudayaan Etnis-Etnis Dunia
MUG
--
---------------------------------
Låna pengar utan säkerhet.
Sök och jämför hos Yahoo! Shopping.