Ketua DPD PKS Batubara: 
Bupati Batubara Tidak Harus Putra Daerah 
  Batubara, (Analisa) 
  Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Batubara 
Ahmad Hadian mengatakan, Bupati Bartubara tidak harus putra daerah. Siapapun 
boleh menjadi Balon Bupati Batubara asal memiliki kelayakan dan mengikuti 
peraturan perundangan yang berlaku. 
  Ahmad Hadian mengatakan hal itu menjawab Analisa, Sabtu (3/5) menanggapi 
banyaknya suara berbagai golongan dan elemen masyarakat baik di tingkat 
Provinsi Sumatera Utara maupun di Batubara sendiri yang menyebutkan Bupati 
Batubara mestilah putra daerah. 
  Memaksakan Bupati Batubara harus putra daerah berarti menerapkan nasionalisme 
sempit dan terlalu menonjolkan sistim promordial, ujar Ahmad Hadian. 
  PKS Batubara jelas tidak sependapat karena semuanya anak bangsa tergabung 
dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kemerdekaannya 
diperjuangkan secara bersama para pendahulu puluhan tahun silam, ujar Ahmad 
Hadian yang sampai saat ini tidak atau belum punya niat menjadi Balon Bupati 
Batubara. 
  Di sisi lain, menurut Ahmad Hadian, PKS sedang menjalin hubungan dengan 
beberapa partai politik di Batubara untuk menyatukan persepsi dalam program 
pilkada di daerah yang baru dimekarkan dari Asahan itu. Namun Ahmad Hadian yang 
berasal dari Jawa Barat itu, tidak menyebutkan nama partai-partai politik itu. 
Tapi yang jelas beragam, bersifat nasionalis dan keagamaan, katanya. 
  Menyinggung hasil Pilgubsu baru-baru ini, Ahmad Hadian mengalku bersyukur 
karena kader PKS di Provinsi Sumatera Utara berhasil meraih suara terbanayak. 
Meski Kwetua DPW PKS itu bukan orang pertama, tapi apapun namanya anugerah 
Tuhan merupakan nikmat yang tidak boleh di ingkari. 
  Khusus pilkada Batubara nanti, menurut Ahmad Hadian yang didukung adalah 
orang jujur, bijak, arif dan mampu membawa kemajuan Batubara dan sekaligus 
meningkatkan harkat,martabat dan taraf hidup warga setempat. Bukan orang yang 
hanya pintar berteori,tak mampu mewujudkan program dalam kenyataan. 
  Sekali lagi, PKS tidak sependapat, Bupati Batubara harus putra daerah, ujar 
Ahmad Hadian. (al) 
  --
   
  KOMENTAR
   
  Tendensi fatal cara pikir dunia
   
  Salah satu sebab utama (satu-satunya sebab utama?) penyembelihan manusia 
serta pemotongan leher penduduk termasuk wanita dan kanak-kanak di Kalbar, 
Kalteng atau tempat lain-lainnya di Indonesia maupun dunia ialah soal putra 
daerah atau pendatang. 
   
  ”Sekali lagi, PKS tidak sependapat, Bupati Batubara harus putra daerah”, ujar 
Ahmad Hadian. Tidak jelas di berita itu mengapa PKS Ahmad Hadian ngomong 
begitu, mempersoalkan putra daerah kontra pendatang. Apakah karena dia 
pendatang, pro pendatang dan lebih mencintai pendatang yang sudah lebih mapan 
(dominan) pula di Batubara dibandingkan dengan penduduk asli putra daerah, atau 
entah apalah sebabnya dia angkat persoalan itu. PKS maupun partai-partai 
’nasional’ lain seluruh Indonesia masih mempunyai pandangan yang mirip PKS 
Ahmad Hadian. Demikian juga kebanyakan pemimpin Indonesia dan bahkan dunia 
masih mempunyai pandangan sama tentang masalah fatal bangsa-bangsa/etnis dunia 
yaitu masih lebih memfokuskan “keseluruhan/kesamaan” daripada 
“bagian/perbedaan”. Memberatkan “nasionalnya” daripada “etnisnya”. Memberatkan 
keumuman kulturnya daripada kultur bagiannya atau sering malah meremehkan 
kultur bagian itu. Dan ini salah satu sebab (satu-satunya sebab?) pemotongan 
leher
 diatas. Butakah partai-partai, pemimpin Indonesia dan dunia tidak melihat soal 
fatal ini? Di era ethnic revival atau cultural revival ini?
   
  Salam ethnic revival
  MUG

       
---------------------------------
Ta semester! - sök efter resor hos Yahoo! Shopping. 
Jämför pris på flygbiljetter och hotellrum: 
http://shopping.yahoo.se/c-169901-resor-biljetter.html

Kirim email ke