Barack Obama Mengukir Sejarah           
                                                        
                                                        
                        
                        
                
                                        
                                
                                        Thursday, 05 June 2008                  
        
                        
                                        
                        
                                ANAK JAKARTA,
Obama (kanan) bersama ibunya, Ann Dunham (tengah), dan ayah tirinya
dari Indonesia, Lolo Soetoro (kiri), serta adik perempuannya, Maya
Soetoro, di Jakarta 1970. 

WASHINGTON(SINDO) – Barack Obama melewati satu tahap
penting untuk mengukir sejarah sebagai presiden kulit hitam pertama
Amerika Serikat (AS). Dengan dukungan suara
yang telah melampaui batas minimal 2.118,Obama dengan gemilang
menyatakan kemenangannya dalam pertarungan nominasi Partai Demokrat.
Senator kelahiran Hawaii berusia 46 tahun itu mengalahkan Senator
Hillary Clinton setelah pertarungan panjang selama lima bulan terakhir.
Kemenangan Obama atas nominasi Partai Demokrat
ini merupakan sejarah baru bagi seorang kulit hitam dalam mencapai
tahapan tertinggi dalam proses Pemilu AS yang panjang dan melelahkan. Sejumlah
tokoh kulit hitam lain seperti Jesse Jackson, Alan Keyes, Carol Moseley
Braun,dan Al Sharpton belum pernah melewati tahap nominasi partai
seperti dilalui pria yang pernah bersekolah di Menteng, Jakarta
Pusat,itu. Dalam pidato kemenangannya di Xcel
Energy Center di St Paul, Minnesotta, kemarin, Obama mengajak seluruh
pendukung Demokrat untuk bersatu menghadapi calon presiden Partai
Republik John McCain November mendatang. “Hari ini,saya berdiri di
depan Anda dansaya katakanbahwasaya akanmenjadi calon dari Partai
Demokrat untuk pemilihan Presiden AS,”tambahnya. Obama
juga mengajak seluruh pendukung Demokrat melakukan perubahan secara
besar-besaran dalam kebijakan negara. “Sudah waktunya bagi kita membuka
lembaran baru meninggalkan kebijakan lama,” ujar suami Michelle ini di
depan 17.000 pendukungnya. Menurut perkiraan MSNBC, Obama saat ini
telah meraih 2.122 delegasi. Ini berarti dia telah melampaui batas
minimal jumlah delegasi yang dipersyaratkan Partai Demokrat, yakni
2.118 delegasi. Sementara Hillary memperoleh
1.925 delegasi. Pidato Obama disampaikan bersamaan dengan berakhirnya
pemilihan pendahuluan di South Dakota dan Montana yang digelar sehari
sebelumnya. Pemilihan di dua negara bagian itu
merupakan yang terakhir sejak Obama dan Hillary memulai persaingan 17
bulan silam.Hasil penghitungan menunjukkan, Obama mengandaskan Hillary
di Montana dengan 60% lawan 40% suara. Sementara Hillary unggul di
South Dakota dengan 55,5% lawan 44,5% suara. Tarik Pasukan dari Irak Obama
banyak menyerang kebijakan pemerintahan Republik yang melancarkan
perang di Irak dengan menghabiskan dana miliaran dolar AS selama lima
tahun terakhir. Obama secara langsung menyerang pernyataan McCain yang
akan mempertahankan tentara AS di Irak selama mungkin, bahkan hingga
100 tahun ke depan. Dengan kondisi ekonomi AS
yang terpuruk sekarang ini, Obama mengatakan anggaran perang tersebut
akan sangat bermanfaat untuk membenahi kondisi kehidupan rakyat AS.Dia
berjanji akan membenahi kondisi pendidikan, kesehatan, dan
kesejahteraan rakyat AS dengan menarik pasukan AS dari Irak secara
bertahap. Senator dari negara bagian Illinois
ini cenderung untuk menyerahkan kembali pemerintahan Irak kepada rakyat
Irak sendiri. Di lain kesempatan, Obama memuji Senator Hillary Clinton
yang kemarin belum bersedia mengakui kekalahannya. Hillary hanya
mengatakan bahwa dia belum tahu langkah apa yang akan diambilnya ke
depan, tetapi akan tetap menjaga persatuan dan kesatuan Partai
Demokrat. Meski terkesan menutup diri, sejumlah
sumber di tim kampanye Hillary menyatakan, istri mantan Presiden Bill
Clinton itu siap menerima pinangan Obama sebagai wakil presiden
(wapres). ”Saya terbuka untuk itu,” kata
seorang petinggi tim kampanye Hillary menirukan ucapan Hillary ketika
ditanya tentang kemungkinan dirinya menjadi wapres. Hillary pernah
berjanji dirinya siap mendukung Obama jika akhirnya harus kalah dalam
konvensi partai dua bulan mendatang.Sebagian
besar pejabat Partai Demokrat telah berkali-kali mengingatkan dua
kandidatnya agar segera mengakhiri persaingan dan lebih berfokus pada
pemilihan presiden melawan Partai Republik. Selain Hillary, sejumlah
nama calon wapres pasangan Obama kemarin dimunculkan kembali. Mereka
antara lain Senator Joseph Biden dari Delaware, Jenderal (Purn) Wesley
Clark, Senator Christopher Dodd dari Connecticut, Senator Chuck Hagel
dari Nebraska, senator dari Partai Republik, dan Bill Richardson yang
merupakan Gubernur New Mexico. Sama-Sama Bersejarah Kemenangan
pria keturunan campuran Kenya dan Kansas ini menjadi tonggak sejarah
baru AS. Kemenangan Obama itu terjadi 45 tahun setelah puncak gerakan
hakhak sipil muncul. Selain itu, Hillary menorehkan sejarah melalui
proses nominasi terpanjang dan tersengit dalam sejarah politik
AS.Hillary yang merupakan kandidat Presiden AS perempuan pertama itu
meraih lebih dari 1.900 delegasi. Berdasarkan
penghitungan MSNBC, Obama mendapatkan dukungan lebih dari 70
superdelegasi kemarin sehingga total yang diraihnya 2.156 delegasi.
Puncak lima bulan perebutan delegasi itu berakhir dengan kemenangan
Obama di Montana dan Hillary di South Dakota.Seluruh superdelegasi yang
belum menentukan pilihan diperkirakan segera mengumumkan dukungan
mereka pada Jumat (6/6). ”Saya bertekad
menyatukan partai kita sehingga kita lebih kuat dan lebih siap dari
sebelumnya untuk merebut kembali Gedung Putih pada November,”kata
Hillary yang disambut teriakan pendukungnya di New York City. Hillary
tidak membuat pernyataan terkait kemenangan Obama. Hillary mengakui
bahwa ini merupakan kampanye yang panjang dan dia tidak membuat
keputusan apa pun malam kemarin. ”Dalam
beberapa hari ke depan saya akan berkonsultasi dengan pendukung dan
pemimpin partai untuk menentukan bagaimana melangkah ke depan sesuai
kepentingan partai dan negara ini,” paparnya. Obama dan Hillary
diperkirakan segera bertemu untuk mendiskusikan peran Hillary dalam
kampanye pemilu presiden mendatang. Ketua kampanye Hillary, Terry
McAuliffe, menjelaskan, ”Apa yang selalu dia (Hillary) katakan
ialah,‘Saya akan melakukan apa pun untuk menolong memenangkan pemilu’.”
Kritikan Lawan Seiring
kemenangan Obama, John McCain semakin gencar melancarkan kritik. Dia
menuding Obama seorang dengan ideologi liberal yang gagal. ”Saya sudah
beberapa tahun mengamati dan saya terkejut seorang pria muda terlibat
dalam banyak ide-ide yang gagal,”kata McCain. ”Seperti
orang-orang sebelumnya, dia menilai pemerintah merupakan jawaban bagi
semua masalah, karena itu pemerintah harus menggunakan seluruh sumber
daya dan membuat keputusan untuk kita,” tambah McCain dalam pidato
paling keras saat Obama memenangi no- minasi Demokrat. McCain
terus menyatakan bahwa dirinya berbeda dengan Presiden George W Bush.
Pernyataan itu untuk melawan kampanye Obama yang menyamakan Senator
Arizona itu dengan Bush. Penasihat Obama menilai McCain telah mengalami
kekalahan di babak pertama dengan bereaksi seperti. Melalui
juru bicaranya, Dana Perino,Presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush
menyampaikan ucapan selamat atas kemenangan Obama dalam nominasi
kandidat presiden dari Partai Demokrat. ”Presiden
Bush menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Senator Obama sebagai
kandidat presiden dari Partai Demokrat untuk Pemilu 2008. Secara
pribadi, beliau memahami bahwa proses nominasi memang cukup ketat dan
Senator Obama mampu memenangi proses tersebut,” ungkap Perino kepada
wartawan di Gedung Putih kemarin. Dia mengatakan, secara pribadi, Bush
tidak menelepon Obama untuk menyampaikan selamat. (Rtr/AFP/AP/CNN/imam
gem/syarifudin/alvin) LAPORAN WARTAWAN SINDO 
IRAWAN NUGROHO 
Washington DC  

Best Regarts

www.dausmedia.cjb.net



      

Kirim email ke