Mutu Pendidikan Menurun                 
                                                
                                                        
                        
                        
                
                                        
                                
                                        Monday, 16 June 2008                    
        
                        
                                        
                        
                                KARO
(SINDO) – Banyaknya siswa yang tidak lulus ujian nasional (UN) di Tanah
Karo menunjukkan kualitas pendidikan di daerah ini makin menurun. 

”Tidak lulusnya siswa UN tidak hanya karena program
yang tidak tepat diterapkan dalam proses UN, tetapi juga karena
kualitas pendidikan di Tanah Karo sudah mengalami penurunan,” ujar
anggota DPRD Kabupaten Karo Rendra Gaule Ginting kepada SINDO kemarin.
Menurut dia, untuk mengantisipasi hal serupa pada tahun pelajaran
berikutnya, seharusnya sekolah-sekolah maupun Dinas Pendidikan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo memberikan program khusus menjelang
pelaksanaan UN. Dengan demikian, tingkat
kelulusan dapat didongkrak semaksimal mungkin. Misalnya, lewat program
pelajaran tambahan menjelang pelaksanaan UN. ”Misalnya di sekolah
kejuruan, pihak Diknas Karo membuat program les tambahan yang akan
mengujikan mata pelajaran UN, sehingga pelajar tidak kesulitan dalam
menghadapi UN,”ujarnya. Secara terpisah, anggota Dewan Perwakilan
Daerah (DPD) Parlindungan Purba berpendapat,UN sebenarnya tidak perlu
dilakukan.Pihaknya sudah berulang kali
mengkritisi Menteri Pendidikan agar kegiatan itu ditiadakan karena
hasil dan manfaatnya tidak jelas.”Pelaksanaan UN cenderung hanya
memboroskan anggaran. Di sisi lain,melelahkan dan menjadi momok
menakutkan bagi pelajar,”ujarnya di Sidikalang kemarin. Sementara
itu,PKS 4 SMK Negeri 1 Berastagi Simson Pelawi mengatakan, para siswa
yang tidak lulus UN dapat mengikuti ujian paket C yang digelar beberapa
pekan mendatang. ”Siswa yang tidak lulus
nantinya akan diberi kesempatan mengikuti ujian paket C yang akan
digelar di SKB Karo beberapa waktu mendatang,”paparnya. Kepala Diknas
Pemkab Karo Datulam Ojahan Padang mengatakan, persentase kelulusan UN
di Kabupaten Dairi untuk tahun pendidikan 2007/2008 tingkat SLTA
keseluruhan mencapai 96,04 %.Angka itu diperoleh dengan uraian jumlah
peserta SMA, SMK/MA 4.111 siswa, yang lulus 3.948 orang dan tidak lulus
163 orang.SMK Negeri 1 Berastagi merupakan
penyumbang terbesar siswa yang tidak lulus UN.Dari 330 siswa yang
mengikuti UN, 234 di antaranya dinyatakan tidak lulus UN. Menurut
Simson Pelawi, kegagalan siswa ini karena siswa SMK tidak memiliki
kemampuan menyelesaikan soal ujian di luar mata pelajaran kejuruan.
Dari data yang ada di pihaknya, hampir sebagian besar siswa yang gagal
menyangkut mata pelajaran umum,seperti Bahasa Indonesia,Bahasa
Inggris,dan Matematika. Sebaliknya, ketika
menggarap soal-soal di bidang kejuruan, seperti jurusan listrik,
automotif, bangunan, dan elektronik, siswa-siswa mampu menyelesaikannya
dengan baik. Karena itu, ke depannya, Simson meminta agar Mendiknas dan
pihak terkait di Depdiknas dapat mengkaji ulang bahan pelajaran yang
akan diujikan dalam pelaksanaan UN. ”Idealnya,
siswa SMK itu dalam ujian hanya diuji soalsoal yang sesuai jurusannya,
bukan mata pelajaran umum seperti sekarang. Kalau tidak, ya bahan
pelajaran umum yang akan diujikan ditambah lagi durasi waktunya” ujar
Pelawi. (makmur sembiring) 

Best Regarts

www.dausmedia.cjb.net



      

Kirim email ke