Berita dari kompas
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/16/00201712/kejayaan.leiden.past.perfect.tense
Kejayaan Leiden, "Past Perfect Tense?"
Senin, 16 Juni 2008 | 00:20 WIB
I SupriyantoSejak tahun lalu, Fakultas Sastra Universitas Leiden—dipelopori
sang dekan—sibuk melakukan reorganisasi fakultas.Mungkin
lebih baik menyebut pembongkaran daripada reorganisasi karena titik
tolaknya mengurangi jumlah anggota staf pengajar/peneliti.Mengapa?
Alasannya, katanya, jumlah mahasiswa yang terdaftar kian berkurang,
padahal universitas harus membuat keuntungan dalam bentuk euro.
Universitas tak ubahnya perusahaan.Tidak lama sebelum
diluncurkan rencana pembongkaran itu, di fakultas telah terjadi suatu
kecongklangan kebijakan. Direktur pengelola Fakultas Sastra telah
banyak menggunakan dana untuk membiayai terbentuknya komisi ini, komisi
itu, bagian ini, bagian itu, padahal dana yang digunakan untuk
pendidikan/penelitian kian kecil.Salah satu korban terbesar
pembongkaran ini adalah jurusan-jurusan yang jumlah mahasiswanya lebih
kecil dibandingkan dengan jumlah staf, antara lain Jurusan Bahasa dan
Budaya Indonesia. Setiap tahun di jurusan ini ada sekitar 10 mahasiswa
yang mendaftarkan diri. Dan semakin jauh jenjang studi, semakin kecil
jumlah mahasiswanya karena tidak semua mahasiswa mampu atau mau
menyelesaikan studi hingga master. Jumlah stafnya ada 6,5 fte
(fulltime-equivalent), terdiri dari 11 orang (ada staf yang hanya
dipekerjakan, misalnya, untuk 0,2 fte), dan semua memiliki expertise
masing-masing dan amat bervariasi. Mereka antara lain terdiri dari ahli
agama Hindu, Islam, linguistik, bahasa daerah, dan linguistik
Austronesia, dari Jawa Kuno dan Melayu Klasik sampai bahasa Minang,
dari Majapahit sampai sejarah Indonesia modern, dari filologi dan
epigrafi sampai leksikografi.MemperkecilFakultas
Sastra, dalam sosok sang dekan, ingin ”menyulap” jumlah tenaga fulltime
6,5 itu menjadi 3,1 fte. Ini berarti, jumlah expertise-nya menjadi
lebih kecil. Kenyataan yang membuat jurusan mempunyai nama di mata
dunia antara lain adalah karena adanya expertise yang beragam itu,
selain tersedianya bahan-bahan koleksi yang tak ternilai harganya di
perpustakaan Universitas Leiden dan KITLV.Lebih memprihatinkan
lagi, ”nasib” guru besar khusus bahasa Jawa. Bahasa Jawa diajarkan
sejak tahun pertama dan merupakan mata kuliah wajib. Ini satu-satunya
guru besar bahasa Jawa di seluruh dunia! Menurut rencana, meski tidak
secara eksplisit disebutkan, ada kemungkinan bahasa Jawa ”dihilangkan”
dari daftar mata kuliah wajib, atau justru sama sekali ditiadakan. Di
lain pihak justru karena ada expertise inilah antara lain Leiden
menarik bagi mahasiswa dari luar negeri, misalnya dari Indonesia, untuk
menyelesaikan master atau doktor di Leiden.Seandainya jumlah
expertise diperkecil, modal apa yang bisa digunakan jurusan untuk tetap
menarik mahasiswa dari luar negeri? Dan siapa yang akan mampu
menggarap/meneliti koleksi naskah-naskah kuno yang ada?Di masa
lalu, saat jurusan masih jaya, telah banyak diadakan kerja sama antara
lain dengan Indonesia sehingga ada program ILDEP (Indonesian
Linguistics Development Project) yang menghasilkan doktor-doktor
linguistik (dan kini banyak dari mereka itu telah menjadi guru besar),
ada program kerja sama di bidang hukum, dalam studi Islam, Javanologi,
dan sebagainya.Seandainya, sekali lagi seandainya, expertise
yang ada di Leiden bisa dipertahankan tentu masih ada kemungkinan untuk
mengembangkan kerja sama bilateral semacam itu di masa depan. Namun,
saat ini tidak atau belum ada kepastian tentang masa depan para ahli di
jurusan ”yang tidak dibutuhkan” oleh fakultas.Apakah kejayaan
Jurusan Bahasa dan Budaya Indonesia yang hingga kini amat terasa di
seluruh dunia akan menjadi past perfect tense dan menjadi sebuah momen
sejarah di masa lampau yang tak akan (pernah) muncul lagi?...I Supriyanto
Anggota Staf Jurusan Bahasa dan Budaya Indonesia Universitas Leiden
________________________________________________________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/