Selasa, 17 Juni 2008 06:50 WIB
Pelantikan Syamsul- Gatot Meriah, Haru
Sepanjang Sejarah Sumut
GITO AP & ERWAN EFFENDI
WASPADA ONLINE
(MEDAN ) - Pasangan Syamsul Arifin SE dan Gatot Pujo Nugroho yang
dilantik Mendagri Mardiyanto atas nama Presiden RI sebagai gubsu dan wagubsu
pada sidang paripurna istimewa DPRD Sumut di gedung dewan itu, Senin (16/6),
dinilai terbesar untuk Indonesia sepanjang sejarah.
Hal itu terbukti tidak hanya karena banyaknya undangan yang datang
mencapai dua ribu lebih. Tapi, pelantikan Gubsu asal sipil dan pemilihan
langsung masyarakat Sumatera Utara ini dihadiri sejumlah menteri, para ketua
umum DPP Parpol, gubernur se Indonesia, mantan Gubsu, bupati/walikota se
Sumatera Utara dan para tokoh masyarakat.
Dari catatan Waspada, menteri yang hadir antara lain
Mensos H Bachtiar Chamsyah, Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, Menteri Koperasi
dan UKM/Ketua Umum DPP PPP Surya Darma Ali, Sekjen DPP PPP Irghan Mahfiz, Ketua
Dewan Penasehat DPP Partai Golkar Surya Paloh beserta rombongan, Presiden PKS
Tifatul Sembiring beserta rombongan, Ketua Umum DPP Partai Patriot Yapto SS.
Ketua DPRRI Agung Laksono, Wakil Ketua MPRRI Aksa Mahmud, mantan
Ketua DPRRI Dr Ir H Akbar Tanjung, mantan Menteri Koperasi dan UKM Dr Adi
Sasono, anggota Dewan Penasehat Presiden TB Silalahi.
Gubernur
NAD drh Irwandi Yusuf, Deputi Menteri Pemuda dan Olahraga Bidang Pemuda Sakhyan
Asmara, dan Bidang Olahraga Prof Dr Ir H Djohar Arifin Husen, Rektor Unimed
Syawal Gultom, Rektor IAIN Sumatera Utara Prof Dr H Yasir Nasution, MA, Rektor
UISU Prof Dr Hj Djanius Djamin, SH, Rektor Universitas Medan Area (UMA) Prof Dr
H A Yakob Matondang, MA.
Para ulama dan cendikiawan antara lain Ketua MUI Sumatera
Utara Prof Dr H Abdullah Syah, MA, Ketua MUI Medan Prof Dr HM Hatta, Prof Dr H
Syahrin Harahap, MA, KH Zulfikar Hajar Lc. Anton Medan, mantan Gubsu Marahalim
Harahap, anggota DPRRI asal pemilihan Sumatera Utara.
Bahkan menurut Kabag Inpro Drs Rahmadsyah, ada di antara undangan
yang langsung datang dari Jakarta sebelum menerima undangan. Ketika
dikonfirmasi, mengapa bapak berani datang sebelum menerima undangan?, kata
Rahmad. "Itu lah yang perlu bapak pikirkan," tutur Rahmad menirukan ucapan tamu
tersebut.
Menurut Rahmad, secara khusus pihaknya tidak mencatat dalam
buku tamu undangan yang hadir. Namun, sesuai catatan ketika menyampaikan
undangan
sebanyak dua ribu lebih di antaranya sejumlah menteri, ketua umum partai
politik, gubernur se Indonesia, bupati/walikota se Sumatera Utara, pimpinan
partai politik se Sumatera Utara, pimpinan ormas agama se Sumatera Utara,
pimpinan perguruan tinggi baik negeri
maupun swasta.
Penegasan Rahmad juga diakui kalangan undangan. Menurut
Zulfikar Hajar, prosesing pelantikan Syampurno menjadi catatan sejarah Sumatera
Utara, karena mampu menghadirkan undangan para pembesar negara, pimpinan partai
politik, para ulama, cendikiawan.
Pantauan Waspada, dua lokasi tempat penerimaan tamu yakni di halaman gedung DPRD
Sumatera Utara dan lapangan di sebelah kanan gedung, dipenuhi para undangan.
Bahkan, hingga akhir dari pelantikan sejumlah tamu masih terlihat datang.
Sementara
petugas penerima tamu sibuk mengarahkan mereka sesuai undangan. Begitu juga
petugas keamanan, sibuk mengatur arus lalu lintas untuk mengantisipasi
kemacatan. Sementara lapangan Benteng yang terletak di seberang jalan depan
gedung dewan oleh panitia dijadikan lokasi parkir.
Sedangkan Kapolda Sumut, Irjen Pol. Nurudin Usman menyampaikan ucapan terima
kasih kepada seluruh masyarakat Sumut, karena telah berpartisipasi aktif, dan
mendukung terciptanya situasi yang aman pada saat pelantikan gubernur dan wakil
gubernur Sumut. "Ini sebagai bukti dan
merupakan awal dari kebaikan dan kemajuan Sumut di masa datang. Semoga Allah
Swt tetap membimbing kita semua, dan selalu mau dan mampu memberikan kontribusi
positif demi kemajuan Sumut," katanya, didampingi Kabid Humas Poldasu, AKBP
Baharudin Djafar, usai pelantikan Gubsu/Wagubsu di gedung DPRD Sumut, Senin
(16/6).
Kapolda mengatakan, sejak awal
tahapan Pilkada hingga berakhirnya pemungutan suara dan pelantikan, kondisi
keamanan di Sumut tetap terjaga. "Karena itu, saya berterimakasih kepada seluruh
elemen masyarakat Sumut, yang menjaga situasi tetap kondusif," katanya.
Dalam pelantikan itu, Poldasu
dan jajarannya mengerahkan 2/3 kekuatan untuk pengamanan. "Dari dua pertiga
pasukan, sebanyak 1.724 personel ditempatkan di inti kota," sebut Kabid Humas,
Baharudin Djafar.
"Alhamdulillah, masa pelaksanaan Pilkada
hingga pelantikan Gubsu di daerah ini termasuk aman tanpa gejolak berarti.
Kondisi seperti ini seharusnya kita pertahankan, sehingga para investor
berlomba-lomba menanamkan modalnya di sini," kata Baharudin berharap seluruh
elemen masyarakat dapat menjaga situasi kondusif itu dengan cara memberi
kepercayaan pada aparat pemerintah untuk mengelolanya.
(j01)
Credit foto: Waspada/Hang T Jasa Said, Surya Efendi
Best Regarts
www.dausmedia.cjb.net