Benar... aku baca puisi ini 3 x... dan ternyata dapat mendorong aku dalam 
mengambil keputusan mencari kesempatan. Memang benar... keputusan adalah 
sesuatu harus dilakukan karena utu adalah dasar dari perubahan.... cuma 
terkadang keragu-raguan yang menyebabkan tertundanya perubahan itu..... (kearah 
yang lebih baiki tentunya)..
Thanks Usi


--- On Tue, 6/17/08, usi pieta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: usi pieta <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [tanahkaro] Aku Tidak memilih menjadi INSAN biasa
To: [email protected]
Date: Tuesday, June 17, 2008, 11:01 PM










    
            



Aku Tidak memilih menjadi INSAN biasa
 
Tahukah anda ? Ada satu judul puisi yang paling sangat inspirasional dan
menyentuh jutaan orang. Puisi ini berjudul Aku tidak Memilih Menjadi
Insan Biasa, karangan Dean Alfange. Seorang teman saya mengirimkan salinan 
puisi ini kepada saya, Pada saat sedang dalam kondisi
demotivasi. Maka secara cepat saya membaca setiap bait dari puisi ini.
Dan betul dalam waktu singkat, semangatpun kembali bergairah. Untuk
itulah saya mensharingkan kepada teman-teman tentang isi puisi ini.
Paragraf Pertama berbunyi :
Aku tidak memilih menjadi insan biasa
Memang hakku untuk menjadi luar biasa
Setiap orang mempunyai hak untuk menjadi sukses. Kalau boleh meminjam
istilah Bapak Andrie Wongso,"Success is my right.". Sukses adalah hak
saya. Setiap manusia tidak peduli latar belakangnya mempunyai kesempatan
untuk sukses. Mulai saat ini pilihlah sebuah keputusan bahwa ANDA adalah
Insan Luar Biasa.
Paragraf Kedua berbunyi :
Aku mencari kesempatan bukan perlindungan.
Aku tidak ingin menjadi warga yang terkungkung
Rendah diri dan terpedaya karena dilindungi pihak berkuasa
Aku siap menghadapi resiko terencana
Berangan-angan dan membina
Untuk gagal dan sukses
Bila ingin sukses kita harus mencari kesempatan bukan perlindungan.
Ingat, belas kasihan yang diberikan orang lain kepada kita hanya
sementara. Bila kita tidak keluar dari kondisi ini, maka kita akan
terkungkung oleh pikiran kita sendiri. Dan alasan klasik pun pasti
sering muncul. "Ini sudah nasibku. Aku orang miskin". Hapuskan semuanya
dalam pikiran. Siapkan diri. Hadapi tantangan kedepan. Maju terus.
Paragraf Ketiga berbunyi:
Aku menolak menukar insentif dengan derma
Aku memilih tantangan hidup daripada derma
Aku memilih tantangan hidup daripada kehidupan yang terjamin,
Kenikmatan mencapai sesuatu, bukan utopia yang basi.
Aku tidak akan menjual kebebasanku,
Tidak juga kemuliaanku untuk mendapatkan derma,
Tantangan hidup membuat kita menjadi benar-benar hidup. Semakin banyak
tantangan dalam hidup kita membuat diri kita menjadi kuat. Mengharapkan
bantuan orang lain di zaman sekarang adalah sia-sia sekali. Sampai kapan
mereka bisa membantu kita? Tidak ada jalan lain. Kita adalah
satu-satunya orang yang bisa membantu diri kita sendiri. Keluar
secepatnya dari zona nyaman. Siap dan hadapi tantangan hidup. Kobarkan
semangat juang untuk menghadapi pertempuran dalam gelombang kehidupan
ini.  Karena hidup ini bukan utopia yang basi. Bila ingin melihat
kenyamanan, silahkan datang ke kuburan.
Paragraf Keempat berbunyi:
Aku tidak akan merendahkan diri
Pada sembarang atasan dan ancaman.
Sudah menjadi warisanku untuk berdiri tegak, megah dan berani
Untuk berpikir dan bertindak untuk diri sendiri.
Untuk meraih segala keuntungan hasil kerja sendiri
Dan untuk menghadapi dunia dengan berani dan berkata:
"Ini telah kulakukan!"
segalanya ini memberikan makna seorang insan
Tugas kita setiap hari adalah melakukannya yang terbaik bagi kita
sendiri. Hidup ini adalah pilihan. Aku memilih untuk sukses. Jangan
menunggu kondisi membaik, tapi lakukan sesuatu agar kondisi menjadi
baik. Ingatlah bahwa anda adalah satu-satunya orang yang tidak pernah
kalah dalam hidup ini. Diri anda sendirilah yang menjadi musuh terbesar
untuk sukses. Betulkan diri anda sendiri, baru anda bisa betulkan dunia.
 
 
bujur n mejuah-juah,
 
 
Usie


      
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke