Mejuah-juah ka Turang Joni,
Maun memang seperti tidak ada lagi jalan keluar karena kita sudah 
terikut dalam sistem. Tetapi kukira selalu ada jalan. Beberapa orang 
yang berani mencoba berbagai alternatif di lapangan sepertinya 
hasilnya menjanjikan. Harapanku sebagai kalak Karo kita akan 
menemukan alternatif yang cocok untuk kita bagaimana tetap menjadi 
seorang terpelajar walau tidak harus dari sekolah (terlalu muluk kali 
ye....tapi kalau lihat Butet Manurung dengan sekolah rimbanya, koq 
aku optimis ya......)

bage gia Turang, Selamat man bandu si rebih denga lulus meja hijau i 
Belanda ena. Bangga sekali dengan keberhasilanndu. Harapan dan doaku 
semoga kam berhasil mendapat yang kam inginkan dan mengerjakan yang 
kam cita-citakan.

salam bangga dan salut,
Ita Apulina Tarigan


--- In [email protected], jonihendra tarigan 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mjj Kita Kerina
> 
> akhirnya pilihannya gelah enggo sekolah aja atau tidak sekolah sama
> sekali.
> 
> Membaca postingen kak Ita kuinget sada belas-belas dari seorang 
Let. Kol Taufiqurahman, SATGAS pembuatan kapal perang INdoneseia di 
Belanda.
> " Kalo sudah lulus, apalagi dari luar negeri mau jadi sarjana 
apa??? Apa yang bisa anda lakukan untuk orang banyak. Apakah sekedar 
lulus saja dan cukup dengan puas aja dengan pendidikan dari Eropa??".
> 
> Tadi malam juga sedikit perbincanga dengan bang Juara Ginting. 
Mahasiwa Indonesia gundari gelah nggo lulus saja, la lit perencanaan 
ato motivasi untuk membuat sesuatu untuk membangun.
> 
> Ncage postingen kak Ita, "gelah nggo sekolah". Gelah nggo sekolah 
saja memang nggo lepak kel kita adi bage kin motivasina. Tapi la kel 
lit dalanta ngataken lepak man kade2nta si nina" gelah nggo sekolah". 
Situasi yang membuat kade2nta gelah nggo sekolah saja, tidak ada 
pilihan. 
> 
> Tapi bisa kita bayangkan masa depan bangsa ( khususnya karo), adi 
gelah nggo sekolah saja janah nggo lulus saja. Tragis memang nasib 
bangsaku. Untuk Pintar aja susah kali,tapi mau jadi apa bangsa tanpa 
generai penerus yang berkualitas adi gelah nggo sekolah saja.
> 
> Ea kade2, aku pe medanak denga ngenda, si  usur2 dahinta,ula kita 
ermedu2,,ORA ET LABORA. Sigegehi dahinta mbera2 i pasu2 Dibata,,,. 
Man banta generasi muda ( karo khususnya ) si ukuri ka dalanta gelah 
banci ras2 kita erban si erguan man kade2nta.
> Paling tidak "LA GIA NAMPATI GELAH ULA NAMPETI".
> 
> MAJU TERUS GENERASI BANGSA!
> 
> Mjj,
> 
> Joni Hendra Tarigan-NL
> Perbarung Paribun Toba.
> 
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: pelangiharum <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Sunday, June 22, 2008 7:35:31 AM
> Subject: [tanahkaro] Re: respek dan penghargaan sesama manusia
> 
> 
> 
> Begini Pak Guru eh Bang Ju...Emansipasi rakyat adalah hak-hak rakyat
> yang harus dihormati dan dipenuhi pemerintah. Banyak hal yang jelas
> tidak menghormati hak rakyat. Misalnya gaya fasis lewat cara-cara
> pemberangusan melalui intel . Tidak ada lagi hak untuk bersuara,
> bersuara yang berbeda dengan maunya pemerintah. Munir misalnya, 
langsung
> lewat tak berbekas nyaris 4 tahun kini.
> 
> Kemudian, peningkatan kecerdasan rakyat yang tidak dikerjakan dengan
> serius yang hanya menguntungkan sekelompok kecil masyarakat di 
lapisan
> atas. Buku mahal, uang sekolah mahal, tentu saja sekolah seperti 
mimpi
> di awan.  Masih banyak contoh lain yang setiap hari membuat kita
> semua makin muak. Ini menggejala (terjadi) dari pemerintah pusat 
hingga
> daerah.
> 
> Pemerintah merasa tidak terbeban bila tidak memenuhi hak-hak rakyat
> karena mereka sudah mati rasa. Mati rasa karena kuasa dan uang. 
Rakyat
> cuma 'dicintai' saat pilkada, saat diperlukan untuk membentuk citra
> bohong-bohongan alias topeng.  Pemerintah berdewa pada kekuasaan.
> 
> Semua cuma retorika, indah dibibir tak enak diperbuatan. Janjimu 
manis
> tapi buahnya pahit. Sorry jadi emosional begini. Habis kalau bicara 
soal
> yang beginian rasanya rusuh dalam hati. Maklum, banyak kade-kade 
yang
> anaknya tidak tahu mau disekolahkan kemana saat ini, semuanya mahal.
> akhirnya pilihannya gelah enggo sekolah aja atau tidak sekolah sama
> sekali.
> 
> ita
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, "Si Laga Man" 
<juara_ginting@ ...>
> wrote:
> >
> > --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, "pelangiharum" iapulina@ wrote:
> > "... Akibatnya yang terjadi saat ini dan bahkan semakin parah 
adalah
> > praktek-praktek yang anti kepada emansipasi rakyat, pengurasan 
sumber
> > daya alam, penghisapan rakyat kecil, ketidakpastian hukum, 
pemerintah
> > bukan pelayan tetapi justru adalah tuan, bahkan diperparah 
legislatif
> > berlomba dengan pemerintah menjadi tuan ..."
> >
> > Saya mau tanya sedikit, apa sebenarnya yang dimaksud dengan 
emansipasi
> > rakyat dan mengapa pemerintah tidak merasa punya beban untuk
> melakukannya?
> >
> > jg
> >
>


Kirim email ke