--- In [email protected], "Tanah Karo [Dot] Com" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Menurut Sinaga, Bung Karno diasingkan ke Berastagi 22 Desember 1948, bersama > Sutan Syahrir dan Agus Salim. Menurut sejarah, ketiga tokoh nasional ini > diasingkan 12 hari dan setelah dua pekan, ketiga petinggi negara di era > perjuangan ini pun diasingkan lagi ke kawasan Parapat 3 hari. Masih menurut > Sinaga, dia bisa tinggal di rumah itu karena ayahnya J. Sinaga sejak tahun > 1917, merupakan koki masak di rumah Belanda. Setelah kedua orangtuanya > meninggal dia pun dipercaya melanjutkan merawat rumah bersejarah itu. > *Tempat Penelitian* > Di Brastagi ini, dua 'musuh' politik awal perjuangan Indonesia ( nasionalis vs sosial-demokrat) yaitu Soekarno dan Sjahrir terpaksa harus hidup bersama-sama. Ini keputusan Belanda pada aksi militer kedua dimana sukarno-sjahrir-agus salim diusingkan ke sumatra utama semetara hatta-suryadarma,cs diusingkan ke pulau bangka. digambarkan saat itu bagaimana sering kali Bung Karno tidak tahan dikritik oleh Sjahrir, banyak sekali cubitan2 sjahrir terhadap sukarno terutama ketika sukarno dianggap terlalu pro-jepang oleh sjahrir. Makanya sukarno membalas perlakuan sjahrir di buku biografinya pula. konflik diantara mereka bisa ditrace pada 1930an ketika banyak tulisan hatta-sjahrir yg mengkritik sukarnoisme (dan sebaliknya) sampai akhirnya hatta-sjahrir dikeluarkan oleh PI di Leiden pada 1932. Pernah sampai suatu saat, karena gak tahan di kritik Sjahrir, Soekarno ngomong dengan Agus Salim (catatan: agus salim adalah pamanya sjahrir...agus salim adalah pejuang Indonesia lama sejak jamanya SI , dan ia tokoh yang terlibat dalam perpecahan SI menjadi dua, SI asli dan SI merah yang dipimpun tan malaka/semaoen pada 1918), sukarno minta tolong agus salim agar sjahrir tidak terlalu drastis mengkritik dirinya. Ya itu kejadian unik di brastagi. tapi cerita2 ini kan yang membuat kita paham kalau founding father kita pun sebenarnya manusia biasa saja yg humanis :-) Walaupun kita tahu pada akhirnya Sjahrir meninggal dengan keadaan lumpuh (tidak bisa berbicara) didalam pengasingan soekarno. Sumber: Mrazek: Sjahrir Sjahrir: Out of Exile Legge: Soekarno Hamid AlGadri: Sjahrir as statesman. plus ditambah artikel2 dari sudjatmoko, sultan hamid , dst. bujur & mjj, carlos
