sumber: 
http://www.detikpublishing.com/index.php/home.indexread/tahun/2008/bul
an/6/tgl/26/idnews/15215/idbrand/196

komentar, persh2 seperti zahir ini yang bisa mendorong pertumbuhan IT 
didalam negeri ; banyak yang kita bisa lakukan, ini langkah awal saja 
ningku. Ya kebetulan saya ikut sbg dewan juri.


bujur & mjj,


M. Carlos Patriawan 

============================
Zahir berhasil mendapatkan penghargaan Teknopreneur Award 2008 yang 
diserahkan langsung oleh Mensesneg Hatta Rajasa dalam acara meriah di 
Grand Ballroom Hotel Mulia Jakarta beberapa hari yang lalu. 
Award ini menjadi pembuktian atas komitmen yang kuat dari Zahir untuk 
terus berinovasi. Ini adalah untuk kesekian kalinya Zahir Accounting 
menerima Award bergengsi.

TEKNOPRENEUR AWARD merupakan penghargaan bagi pengembangan bisnis 
teknologi di Indonesia yang dianugrahkan oleh majaalah TEKNOPRENEUR. 
Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi kepada perusahaan yang paling 
berhasil melakukan pengembangan bisnis dengan kekuatan inovasi 
teknologi. Ini merupakan ajang yang pertama kali dihelat utuk 
mengapresiasi perusahaan lokal yang yang bergerak dalam dunia 
teknologi.


PENJURIAN

Proses penjurian yang ketat telah membawa PT. Zahir Internasional 
sebagai juara pertama peraih penghargaan Teknopreneuer Award ini. 
Bagaimana tidak, ada 45 perusahaan yang terdaftar dalam ajang ini. 
Setelah seleksi awal, dari 45 perusahaan yang terdaftar, dipilih 5 
finalis yang diwajibkan untuk mempresentasikan inovasi mereka kepada 
5 juri yang merupakan pakar di dunai teknologi dan manajemen. Kelima 
dewan juri tersebut adalah : Rinaldi Firmansyah (Dirut Telkom), 
Hanung Budya (Pertamina), Bien Subiantoro (BNI), Amir Sambodo (PP IA-
ITB, ITB 78 & Teknopreneur), Dwi Larso (SBM ITB), Rinaldi Buchari 
(Tekno Ventura), M. Carlos Patriawan (Praktisi IT Silicon Valley). 

MENGAPA ZAHIR 

Dewan juri menilai, inovasi teknologi yang dikembangkan Zahir bagus 
dan unik. Bukan itu saja, Zahir juga dinilai memiliki model bisnis 
yang bagus. Penilaian tersebut didasarkan atas presentasi yang 
disajikan masing-masing finalis. Untuk diketahui, ajang Teknopreneur 
Award 2008 ini diikuti 45 finalis. Dari jumlah tersebut tersaring 5 
perusahaan sebagai finalis. Kelima perusahaan ini kemudian diminta 
mempresentasikan inovasi teknologi yang dikembangkan, pertumbuhan 
bisnisnya, serta manfaat penggunaan teknologi tersebut bagi 
komunitas. 

Salah seorang anggota dewan juri Amir Sambodo menjelaskan, penentuan 
pemenang didasarkan atas dua hal yakni inovasi teknologi dan model 
bisnis yang dikembangkan. Adapun perusahaan yang bisa ikut serta 
dalam ajang ini adalah perusahaan yang memiliki nilai penjualan 
antara Rp 3-30 miliar per tahunnya. 

"Inovasi teknologi ini lebih pada pengembangan produk atau jasa yang 
indigenous. Yang dia kembangkan sendiri. Nah kemudian kita melihat 
bagaimana teknologi itu dikemas dalam model bisnis. Model bisnis itu 
dilihat dari bagaimana dia mengatur keuangan, bagaimana dia mengatur 
pemasaran, dan bagaimana dia mengatur distribusi," papar Amir Sambodo 
usai penyerahan hadiah di Hotel Mulia di Kawasan Senayan Jakarta. 

Penilaian terhadap finalis, kata Amir Sambodo juga didasarkan atas 
pertumbuhan bisnis perusahaan yang bersangkutan. Dari situlah, dewan 
juri yang terdiri dari 5 orang memutuskan PT. Zahir Internasional 
sebagai juara pertama. 

"Produknya ada inovasi teknologi dalam bidang software. Dan kemudian 
model bisnisnya ada dan berkembang. Zahir menciptakan produk ini, 
bisa dibeli masyarakat dan penggunanya adalah kelas kecil dan 
menengah. Itu kan model bisnis yang unik. Sehingga ini kita pilih 
karena dia punya kesempatan pertumbuhan yang sangat besar, jelas Amir 
Sambodo. 

PROSPEK BISNIS IT

Menurut Amir Sambodo, prospek bisnis TI di Indonesia ke depan masih 
lumayan besar. Ini karena dunia bisnis mengalami pertumbuhan yang 
sangat cepat dengan tingkat persaingan yang semakin tinggi. Ternyata, 
bisnis dengan kekuatan inovasi dan teknologi mampu unggul dalam 
persaingan tersebut. Fakta menunjukkan bahwa peningkatan nilai yang 
diperoleh bisnis berbasiskan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi 
sangat tinggi. Sehingga sangat wajar jika bisnis-bisnis kategori 
tersebut menjadi pemain utama dalam percaturan dunia bisnis saat ini.

Namun dia mengingatkan, pengusaha TI lokal harus bisa meningkatkan 
perannya sebagai pelaku. Bukan lagi sebagai pengguna. "Banyak produk 
asing yang masuk ke sini dan kita lebih banyak sebagai pasar. Makanya 
kami mendorong pengusaha untuk mengambil peran sebagai pelaku. Bukan 
sebagai intermediasi aja, penjual atau agent, tidak cukup seperti 
itu. Tapi kita harus menciptakan produk kita sendiri" paparnya.



Kirim email ke