Mejuah-juah permen Carlos Mejuah-juah permilis semua Jadi sangat menarik diskusi ini setelah kam tambahkan Tadi saya tulis pendek mengingat hanya mau bikin definisi pendek dan sesederhana mungkin maksud saya. Tapi kam sudah mengatasi kemalasan saya menambahkan dan melengkapi lebih luas. Terima kasih. Saya pendekkan tadi "sosialisme menurut marxisme" artinya hanya yang menurut Marx atau Engels saja, dan sangat sederhana saya bikin hanya beberapa kalimat/pengertian dari Marx. Selebihnya cari sendiri (selebihnya juga maksud saya yang marxisme saja, yang ditulis Marx).
Dari dulu saya sering tulis sosialisme/komunisme tanpa sempat menjelaskan perbedaan diantara kedua kata itu, pertama karena dalam hubungan yang lain misalnya blok sosialis/komunis, dan terkadang juga semacam keyakinan implisit sepertinya semua orang sudah mengerti, anggapan mana adalah salah, terutama juga karena 'momok'atau fobi zaman lama telah menghambat pengertian atau pemahaman yang elementer sekalipun. Tapi dengan tambahan Carlos dari berbagai pengertian sosialisme dan bedanya dengan komunisme, tentu postingan bersama ini jadi jauh lebih lengkap sehingga bisa lebih banyak yang bisa mengikuti dan memperluas pengertian secukupnya di milis kita. Dan itulah saya kira yang terpenting. Bujur ras mejuah-juah MUG --- In [email protected], "cpatriawgmail" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Sosialisme/komunisme > > Sopsialisme menurut marxisme adalah masyarakat peralihan ke masyarakat > komunisme. Alat produksi berada ditangan negara. Negara adalah > kekuasaan kelas pekerja/buruh. Dalam sosialisme pendapatan menurut > hasil kerja, dalam komunisme menurut kebutuhan. Definisi dan > pengertian secara sangat sederhana. Lengkapnya bisa dibaca dimana saja > literatur marxisme atau tentang sosialisme/komunisme. > >>>>> > > saya tambahkan dan koreksi kuliah S2nya Kila, Maap kalu salah :-) > semoga berkenan, akan saya sertakan referensinya. > > Saya pikir menggolongklan sosialisme sama dengan komunisme adalah > kurang tepat karena > Komunis tidak sama dengan sosialis dan marxisme-pun tidak sama dengan > komunis. > Marxisme justru, adalah satu cabang dari sosialisme. Meskipun > 'gurunya' mungkin sama > (Marx, Hegel, Rosa Luxemburgh,etc). > > saya lihat penjelasan dari "wikipedia" cukup netral: > > >>Socialism refers to a broad array of ideologies and political > movements with the goal of a socio-economic system in which property > and the distribution of wealth are subject to control by the > community.[1] This control may be either exercised through popular > collectives such as workers' councils or on behalf of the people by > the state. As an economic system, socialism is often characterized by > state, worker, or community ownership of the means of production, > goals which have been attributed to, and claimed by, a number of > political parties and governments. > > The modern socialist movement largely originated in the late19th > century working class movement. During this period, the term > "socialism" was first used by European social critics, who spoke > against capitalism and private property. Karl Marx, who helped > establish and define the modern socialist movement, wrote that > socialism would be achieved through class struggle and a >>proletarian > revolution.[2] Marxism has had a lasting influence on most branches of > socialism. > > Misalnya dibandingkan dengan sosialisme-demokrasi: > > Sosialisme-Demokrasi (Kerakyatan) di Indonesia berbeda dengan > "sosialisme komunisme" ala Moskow. Karena dalam sistem > komunisme-moskow, manusia hanyalah bagian abstrak dari > sebuah kelompok, kelas atau kolektif sistem. Komunis hanya memandang > manusia sebagai tenaga kerja saja, hanya bagian sebagai faktor > produksi. Komunis juga berbeda dengan sosialisme-kerakyatan dalam hal > semangat dan mental. sosialisme di Indonesia yang berbasis demokrasi > mengannggap pentingnya peri-kemanusiaan dan peri-keadilan. > > Komunis-moskow dalam teori dan prakteknya juga berbeda dengan > sosialisme-kerakyatan dimana komunisme dalam pengertian > persatuan/kesatuan dan kesamaan hak hidup manusia/egalitarian. > Komunis-moskow mengenal solidaritas antar-kelas tapi pada prakteknya, > komunisme-moskow hanya bertujuan menegakan 'disiplin partai' saja. > > Dalam prakteknya, komunisme-moskow menganggap kelompok atau orang yang > tidak seanggapan dengan partai sebagai musuh. Sosialisme-Kerakyatan > tidak begitu.Oleh karena itu, Komunisme-Moskow justru bertolak > belakang dengan sosialisme berbasis demokrasi. > > ( Referensi: Sjahrir: Indonesian Socialism ,1951 ) > > dalam buku buku lama seperti Brackman, Indonesia Communism (1963), > sosialisme-demokrasi sering dikategorikan sebagai "Right-Wing > Socialism" sementara Moscow based komunism dianggap sebagai "Left- Wing > Socialism" (?). sosialisme-moskow ini pada periode 1920-1950 sering > dianggap sebagai "Komunisme-Stalin". > > Kita tengok kebelakang, Agus salim, pada 1918 di sebuah sidang SI > mengutarakan "Sosialisme sudah ada pada ajaran agama dari ratusan > tahun yang lalu". Bung Hatta pada 1948 pun berpendapat "Sosialisme di > Indonesia adalah sosialisme yang berasal dari Barat, akan tetapi > sosialisme di Indonesia adalah sebuah sinkretis antara sosialisme > barat dan sosialisme yang berasal dari Agama.basisnya adalah , jika > ada sepotong roti, bagilah roti itu kepada temanmu". > > ( Referensi: Marx, Mohammedan and Marhaenism, 1961) > > Selanjutnya, Hatta menjelaskan, sistem ekonomi komunis adalah suatu > perekonomian yang terpimpin sama sekali dari pusat. Kemerdekaan > bergerak bagi bagian bagianya tidak ada. Seluruh sistem ini merupakan > apa yang disebut dalam bahasa Inggris "pure collectivism". Disini > tidak ada tempat bagi 'perusahaan pribadi' atau koperasi sebagai badan > usaha yang mempunyai otonomi. Oleh karena disini pimpinan dipusatkan > sepunuhnya dan hanya pimpinan pusat yang memutuskan, maka rakyat > tidak ada mempunyau tujuan dan semangat ekonomi sendiri. Konkurensi > hanya ada dan dianjurkan dalam hal perlombaan bekerja, untuk > memperoleh sistem bekerja yang terbaik serta hasil yang terbesar. > > ( Referensi: Hatta: Ekonomi Terpimpin , Kuliah di UI pada 1961) > > Selanjutnya , Hatta menjelaskan perbedaan sosialisme-demokrat dan > sosialisme-komunis sbb: > > >> > Ditilik benar-benar, Marx adalah nabi dari sosialisme, , tetapi studen > pada kapitalisime. Setab itu tidak mengherankan, apabila gerakan > sosialisme sepeninggalnya terpengaruh oleb 3 macam aliran. > > Ada aliran jang mau memperbarui pandangan teori dan > politiknja, disesualkan dengan kenjataan. Aliran ini disebut > revisionisme dan reformisme jang dianjurkan oleh Bernstein. > Revisionisme, karena mengadakan " perubahan pada teori. > > Reformisme, > karena menempuh djalan ke sosialisme dengan mengadakan reform, > perubahan berangsur-angsur pada kapitalisme dengan mengutarakan > perdjuangan didalam parlemen. Mereka pertjaja, dengan pelaksanaan > demokrasi kaum buruh lambat-laun akan mentjapai suara jang > terbesar dalam parlemen. > > Ada aliran jañg berpegangan teguh kepada adjaran Marx, aliran > dogmatik jang mula-mula dipimpin oleh Karl Kautsky. > > Ada pula aliran, jang secara teori tetap berpegang kepada Marx, tetapi > dalam politik menempuh djalan jang revolusioner. Aliran ini dipimpin > oleh Lenin. Adjarannja terkenal kemudian sebagai Komunisme ala Lenin > atau leninisme. > > Menurut Lenin, untuk melaksanakan peralihan dari kapitalisme ke > sosialisme, orang tak perlu menunggu sampai kapitalisme matang, tetapi > setiap ada kesempatan bági kaum buruh untuk merebut kekuasaan, > kesempatan itu dipergunakan sepenuh-penuhnya.. Aliran jang pertama dan > kedua tetap didalam gerakan partai sosial-demokrasi, sebagai > sajap kanan dan sajap kiri. sedangkan Lenin memisahkan diri. > mendirikan organisasi sendiri yang kemudian menjadi partai komunis. > bagi lenin, untuk mencapai tudjuan tidak perlu adanya partai massa. > Aksinya didasarkan kepada anggota inti yang sedikit jumlahnya, tetapi > bertekad keras dan berdisipin saja. > > Kemudian. ada lagi gerakan sosialisme jang lepas sama sekali dari > adjaran Marx. Sosialisme tidak lagi dipahamkan sebagai susunan > masjarakat baru jang datang dengan sendirinja sebagal pembawaan > per-kenbangan masyrakat atas dorongan hukum dialektikme melainkan > dikehendaki sebagal tuntutan hati. Sosialisme dipandang sebagal suatu > pergaulan hidup jang mendjamln kemakmuran bagi segala orang, > kemakmuran jang senantiasa bertambah besar . > > > Tetapi bagaimana djuga berbeda pendapat tentang sosialisme dan tjara > mencapainya, dalam satu hal ada persamaan : ----> > > Semua Sosialisme menghendaki suatu pergaulan hidup, dimana tidak ada > lagi penindasan dan penghisapan dan dijamin bagi rakjat, bagi > tiap-tiap orang, kemakmuran dan kepastian penhidupan serta > perkembangan dan kepribadianya. > > ( Referensi: Hatta: Persoalan Ekonomi sosialis Indonesia , Kuliah di UI pada 1961) > Nah , kalau ditinjau secara dialektikal historis, keadaan Indonesia > pada 1930 ( Dunia mengalami great depression-->harga raw material dari > indies jatuh, kehidupan berpolitik di berangus meskipun ethical policy > masih digunakan), partai sekuler yang berbasis di Indonesia > dikategorikan menjadi (Brackman,1961): > > - nasionalis otoriter (Soekarno dengan Old PNI dan Partindo-nya) > - sosialis demokrat (Hatta dan sjahrir dengan PNI baru-nya) > - nasionalis-Komunis-Trotskyisme (Tan Malaka dengan PARI-nya) > - Komunis-Moskow (Musso dengan PKI Illegalnya). > > Indonesia merdeka pada Agustus 1945, masing2 partai dan ideologi > tersebut berkembang dan menjadi basis pemerintahan, kabinet Achmad > Subardjo pertama merupakan kabinet bayangan Tan Malaka (PARI), kabinet > Sjahrir (tiga kali) merupakan kabinet dengan warna sosial-demokrat, > kabinet Amir Sjarifudin adalah representasi dari PKI(meskipun saat itu > masih menggunakan partai sosialis dan bergabung dengan kubu Sjahrir). > Selanjutnya Kabinet Hatta juga merupakan kabinet sosialis-demokrat > yang mayoritas berbasis agama (Masyumi). > Udah itu dulu, mau makan dulu nich..... :-) kepanjangan nulisnya.... > bujur & mjj, > carlos >
