sumber: http://www.waspada.co.id/Berita/Medan/HUT-Kota-Medan-Memprihatinkan.html
(MEDAN) - Hari Jadi Kota Medan ke 418 tahun 2008, disambut keprihatinan
mendalam.
Bukan saja tidak adanya perayaan, tapi juga mandegnya pemerintahan dan
pembangunan, serta etos kerja yang sangat rendah dari aparat
pemerintahan dan anggota dewan.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, di mana HUT Kota Medan selalu
meriah. Tetapi kali ini, HUT yang jatuh pada Selasa1 Juli 2008,
disambut dingin.Pada HUT ini, warga kota kehilangan pemimpinnya yakni
Walikota Drs H.Abdillah Ak MBA, dan Wakil Walikota DR Ramli MM. Mereka
kini berstatus tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam dugaan
korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran (Damkar) dan dana APBD.
Kini, kinerja aparat Pemko Medan anjlok sangat tajam. Tidak ada lagi
'kegairahan' aparatur dalam bekerja. Keseharian mereka, kini
dibayang-bayangi ketakutan luar biasa. Dampaknya sangat dirasakan
masyarakat. Sejak Abdillah dan Ramli, ditahan, pembangunan Kota Medan
berhenti. Masyarakat tidak mendapatkan haknya menikmati infrastruktur
yang baik.
Ironisnya, kinerja yang menurun tidak saja terjadi di lingkungan
pemerintahan. Anggota DPRD Medan terkena imbas. Bahkan kinerja mereka
bisa lebih buruk dari kinerja aparat Pemko.
Buktinya Senin (30/6), saat pelaksanaan rapat paripurna istimewa DPRD
Medan tentang HUT Kota Medan ke 418. Sangat sedikit anggota dewan yang
hadir. Pemandangan ini tak lazim, saat Walikota Abdillah dan Wakil
Walikota Ramli, masih aktif.
Hal ini membuat mantan Walikota Medan H.Bachtiar Djafar, yang diundang
menghadiri rapat paripurna istimewa itu kecewa melihat kinerja anggota
dewan. Dia menghitung saat rapat dibuka pukul 10:00, anggota dewan yang
hadir hanya 12 orang. Malah seorang wakil ketua hadir pada saat akan
dilaksanakan doa penutup.
Bachtiar Djafar menyebutkan, minimnya anggota dewan yang hadir pada
acara yang digelar setahun sekali itu, sebagai pertanda buruknya
disiplin para wakil rakyat.
"Tadi saya hitung, saat pimpinan dewan dan Sekda datang, baru ada lima orang
anggota DPRD yang hadir," katanya.
Merosotnya kedisiplinan anggota dewan, lanjutnya, terjadi sejak adanya
reformasi. Padahal, seharusnya reformasi menjadi momentum perubahan ke
arah yang lebih baik.
" Pada era Orde Baru, pemandangan di dewan seperti ini tidak pernah terjadi,"
katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Medan Syahdansyah Putra, mengakui buruknya
disiplin anggota dewan sekarang ini. Dia menyesalkan sikap anggota
dewan yang tidak disiplin.
"Kita memang sangat kecewa. Itu mencerminkan tingkat disiplin kita
terus menurun. Karena itu, kita akan beritahukan secara musyawarah agar
hal tidak akan terjadi lagi ke depan," katanya.
Usai rapat paripurna DPRD Medan, peringatan HUT Kota Medan ke 418, dilaksanakan
dengan melakukan ziarah ke makam pahlawan.
(ags)
Best Regarts
www.dausmedia.cjb.net