Renungan hari ini
Iseng-iseng saya baca soal perkembangan perorangan (diri), atau personal
development. Baru sedikit saya baca, timbul pikiran: boring. Tapi coba teruskan
dikit lagi, ada coaching atau apa tidak bisa coaching sendiri? Saya baca terus
. . .tiba-tiba “sudah waktunya pergi” terdengar panggilan dari pintu. Eh,
boring . . . entah mana yang boring, pergi atau baca. Tapi harus pergi.
Dikota melintasi jalan agak sempit, kota ini penduduknya cuma setengah juta,
tapi musim panas jadi satu juta, turis memenuhi seluruh kota terutama di
centrum kota, pada simpang siur kesana-sini, yang jalan kaki maupun mobil,
didepan berhenti sebuah mobil ditengah jalan, kalau saya mau lewat harus harus
klakson atau sambil maki-maki seperti kebiasan lama saya dulu, atau saya naik
trottoar sebelah kanan dan lewat diam saja sambil jengkel dihati seperti
kebiasaan saya dulu juga. Tapi kenapa kok tiba-tiba teringat lintasan dibacaan
yang boring tadi dirumah, satu kalimat yang mengatakan, expressi assertiv atau
agressiv adalah pilihan sendiri. Hanya dalam tempoh beberapa detik, saya harus
plih. Saya menaikkan sedikit ban mobil ke trettoar sebelah kanan dan berhenti
pas disamping supir mobil turis tadi, buka jendela dan menyapa dengan riang,
”hey kalian turis-turis ya . . . kesasar kalian?” Melihat muka saya yang begitu
riang dan seakan-akan menyambut
para turis, merekapun riang sekali, 5 orang anakanak muda dimobilnya, mereka
tidak sempat juga mengutarakan minta maafnya, untuk apa lagi? Lewat dari situ,
tidak tahu kenapa koq kegembiraan mereka menambah juga kegembiraan saya.
”Membagi kegembiraan adalah dubbel kegembiraan”, kata orang Swedia, ada
betulnya pikirku.
Dan motivasi atau expressi diri kita memang pilihan. Kita sendiri yang pilih.
Selamat libur Sabtu-Minggu
MUG
__________________________________________________________
Ta semester! - sök efter resor hos Kelkoo.
Jämför pris på flygbiljetter och hotellrum här:
http://www.kelkoo.se/c-169901-resor-biljetter.html?partnerId=96914052