sumber: 
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/sumatera-utara/menggugat-fakta-kota-medan.html


                                        Menggugat Fakta Kota Medan              
                                                        
                                                        
                        
                        
                
                                        
                                
                                        Saturday, 05 July 2008                  
        
                        
                                        
                        
                                SEJAK1971,seluruh
masyarakat sepakat 1 Juli 1590 dijadikan tonggak sejarah lahirnya Medan
sebagai kota.Sejak itu tidak ada yang menggugat keabsahan penetapan
hasil seminar yang digelar selama tiga hari tersebut. 

Letusan petasan dan pawai arak-arakan yang mewarnai
hari jadi Kota Medan ke-418, Selasa (1/7), masih menyimpan permasalahan
sejarah yang mulai terlupakan. Medan yang didengungdengungkan menuju
kota metropolitan pun mulai meninggalkan sejarahnya. Bak angin segar
yang berembus di Kota Medan dan berlalu begitu saja.Pembangunan
yang menjadi motor penggerak zaman tak lagi menghiraukan keaslian dan
keasrian peninggalan sejarah kota ini. Masyarakat dan petinggi
pemerintahan seakan tak ambil pusing dengan kesinambungan akar sejarah.
Sejarawan dari Universitas Negeri Medan (Unimed) Ichwan Azhari
menyatakan, sejatinya, jika Medan ingin menjadi kota metropolitan, pola
perkembangan pembangunannya harus berkesinambungan dengan masa lalu.Pembangunan
kekinian tidak begitu saja meratakan sisa-sisa peninggalan sejarah.
Ichwan berpendapat Medan dapat melihat pola perkembangan kota seperti
di negara-negara Eropa.Di sana masyarakat maupun pejabat pemerintahnya
menjadikan bangunan bersejarahnya sebagai bagian pusat perkembangan
kota, bukan menghilangkan seperti yang dilakukan terhadap sejumlah
bangunan sejarah di Medan. Ketidakpedulian
terhadap nilai sejarah yang dilakukan pemerintah kota terjadi karena
masyarakat umumnya tidak mengetahui atau memang tidak mengerti akar
sejarah Kota Medan. Sebab, ada kesalahan penafsiran ketika 1 Juli 1590
dijadikan tonggak sejarah awal mula ditemukannya Medan. Begitu juga
ketika Guru Patimpus dijadikan seorang tokoh pahlawan yang menemukan
Kota Medan.Padahal, berdasarkan Riwayat Hamparan
Perakyang menjadi landasan penetapan hari jadi Kota Medan,jauh sebelum
Guru Patimpus datang, Medan sudah menjadi sebuah perkampungan. Dalam
naskah Hamparan Perak tersebut juga tidak disebutkan tanggal dan tahun
kedatangan Guru Patimpus. Padahal, panitia penetapan hari jadi Kota
Medan ketika itu memutuskan tanggal berdasarkan kedatangan Guru
Patimpus. Pun begitu, bukan berarti Guru
Patimpus tak punya andil dalam perkembangan kota ketika itu.Merujuk
dari sejarah riwayat tersebut, Guru Patimpus lebih dikenal sebagai
penyebar agama Islam bagi suku Karo ketimbang penemu Kota Medan. Ichwan
menambahkan, akar sejarah penetapan hari jadi Kota Medan akan lebih
tepat jika dihubungkan dengan perkembangan perkebunan yang sempat
menggemparkan perdagangan dunia dengan kualitas tembakaunya ketika itu.
Jadi, sisasisa peninggalan sejarah yang umumnya berupa bangunan lama
peninggalan arsitektur Eropa dapat lebih dihargai dan dilestarikan
keasriannya. Satu hal yang perlu
diingat,sejarah perkembangan perkebunan di Medan bukan peninggalan
Belanda. Bangsa Eropa datang ke Sumatera ketika itu murni untuk misi
dagang. Jauhharisetelahperkebunan semakin maju,pemerintah kolonial
Belanda baru masuk ke Medan untuk mengutip retribusi pajak. ’’Jadi,
perkembangan perkebunan bukan semata-mata warisan Belanda,”ungkap pria
yang menjabat Ketua Pascasarjana Antropologi Sosial Unimed itu. Ichwan
memaparkan, penetapan hari jadi Kota Medan yang selama ini diperingati
merupakan dasar putusan yang bersifat emosional. Sejarawan ketika itu
tidak menginginkan hari jadi Kota Medan dihitung berdasarkan warisan
Belanda. Sebab,sebelum 1971,hari jadi tersebut ditetapkan berdasarkan
pembentukan gemeente (Dewan Kota) pada 1 April 1909 oleh kolonial
Belanda. Saat itulah Medan ditetapkan sebagai
kota madya. Seharusnya, penetapan hari jadi Kota Medan berdasarkan
perjalanan sejarah yang jelas dasarnya.Hal itu agar generasi penerus
dapat memahami sejarah Kota Medan secara benar dan menghargai
peninggalannya. Saksi sejarah penetapan hari jadi Kota Medan,Tengku
Lucman Sinar mengakui bahwa landasan perubahan penetapan tanggal
tersebut berangkat dari rasa nasionalisme. Sebab,mereka tidak ingin
menjadikan landasan hari lahir Medan berdasarkan warisan sejarah
Belanda. Pada 1971,Wali Kota Medan saat
itu,Soerkani menunjuk Tengku dan beberapa rekannya, yakni Prof Mahadi,
HM Said,dan Mariam Darius menjadi panitia sejarah dan hari jadi Kota
Medan. Motivasinya ketika itu yakni mencari penemu Kota Medan yang
merupakan penduduk pribumi asli.Sebab,sebelumnya hari jadi didasarkan
pada penemuan Kota Medan oleh orang Belanda. Dari situlah, dia beserta
rekan-rekannya mencari penemu pertama Kota Medan. Setelah
dilakukan riset serta studi pustaka, diketahuilah Guru Patimpus
Sembiring Pelawi merupakan orang pertama yang membuka kawasan hutan
antara Sungai Deli dan Babura yang kemudian menjadi Kampung Medan.
Ketua Fraksi PKS DPRD Medan Ikhrimah Hamidy pun sepakat pengkajian
ulang hari jadi Kota Medan . Namun, itu harus melalui pengkajian
mendalam terkait sejarah kota sehingga dasar hukum dan sejarahnya
kuat.Dengan demikian,tidak ada lagi gugat-menggugat asal mula kota
Medan dari generasi berikutnya. (m rinaldi khair/ ulfa andriani) 
Komentar: Mengapa dari semenjak Tahun 1971 Sejarah keberadaaan kota medan yang 
sudah disepakati bahwa penemunya adalah Guru Patimpus Sembiring Pelawi Tidak 
pernah diganggu gugat?, namun mengapa akhir-akhir ini marak dipertayakan 
tentang keabsahan bahwa Patimpuslah Sososk Pendiri Kota Medan, apakah ini 
karena adanya kegiatan Mahasiswa Karo Yang Rutin Setiap Tahun (dalam 3 Tahun 
Terakhir) Melakukan Kegiatan Memperingati Hari Ulang Tahun Kota Medan Dengan 
Aksi Peduli Guru Patimpusnya?

Best Regarts

www.dausmedia.cjb.net



      

Kirim email ke