wah pertanyaan Kila ini luar biasa advanced.
--- In [email protected], MU Ginting <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > >  > Re: kemungkinan adanya jawaban baru . . . >  > Perpindahan teknik maju dan ilmu pengetahuan ke seluruh dunia >terutama ke negeri-negeri berkembang, bisa dikatakan adalah revolusi >pemerataan dunia dalam bidang teknik dan ilmu pengetahuan. saya rasa kesimpulan yang tidak salah. >Dalam era permulaan revolusi ini masih terlihat bahwa tenaga >penggerak revolusi itu sebagian besar masih ditangan pemegang kapital >besar dan motiv utamanya masih seperti yang dikatakan Marx dalam >kutipan Carlos Patriawan yaitu profit sebesar-besarnya. Nah ada perbedaan mendasar dengan pemikiran Marx classic : (i) dalam dunia hitech, umumnya kaum 'buruh'nya diberikan insentif super-yahud seperti stock options , ESPP , bonus dlsb. stock options ini adalah kepemilikan saham persh yang diberikan pemilik persh kepada pekerja persh , sehingga kaum buruh sekarang punya status sama dengan pemilik persh, yaitu mereka sama sama memiliki perusahaan. kalau persh itu untung, si kaum buruh mendapatkan keuntungan yang berlipat ganti, kalaupun persh itu rugi, kaum buruh tidak mengalami kerugian (untungnya zero). Kalau persh rugi, yang umumnya rugi adalah investor yang beli saham persh itu. Jadi kalau di hitech di negara maju, kecenderungnya adalah win-win situation buat kaum buruh. Justru kaum borjuis kapital yang merugi kalau persh rugi meskipun kalau untung dia untung lebih banyak. (ii) Dalam hal PROFIT setinggi tingginya, ini juga yg menarik dan berbeda dengan Marx. Karena PROFIT harus disertai dengan lower cost, secara tidak langsung kapitalis pemilik persh harus melakukan produksi di tempat dimana cost of production lebih murah, jawabanya tentu saja di Asia karena di asia jumlah engineer JAUH lebih banyak daripada di negara barat. Cuman, karena terlalu banyak persh yang melakukan ini, mau tidak mau persh barat yang investasi di asia ini harus berkompetisi untuk mendapatkan engineer terbaik, akibatnya adalah average salary increase di negara ASIA. kalau dulu di India ratio gaji antara amerika dan india adalah 1:10 sekarang hanya 1:2.50 saja. Jadi di negara manapun (terutama negara asia), pekerja IT (dan natural resources employee) secara tidak langsung menjadi kaum borjuis baru :-)) ini yang gak ada di marx >Paradoxalnya ialah bahwa secara tersembunyi revolusi itu berangsur-angsur akan membuka jalan ke 'tak bergunanya kapital besar itu' dalam jangka waktu yang 'sudah dekat' kedepan. Inilah tendensi utama yang akan menjadi basis perubahan paradigma kapitalism dalam era IT menuju ke era baru sistem produksi (hubungan produksi baru) kapitalisme-high tech atau era perusahaan rakyat, yang juga pada gilirannya akan melahirkan redistribusi wealth yang adil atau lebih >adil. Tapi apakah sudah terlihat tanda-tanda ini? kalau di negara asia timur dan asia selatan jelas sudah terlihat dengan segala macam persoalan barunya. Cuman, karena capital ini sekarang dimiliki oleh kaum buruh yang tadinya (most likely) miskin , capital ini mungkin lebih berfaedah dan punya efek ke gross-root development. kalau dulu capitalnya dipegang orang barat yang gak pernah miskin, sekarang capitalnya dipegang orang timur yang pernah miskin. Tentunya dengan segudang masalah barunya. bujur, carlos > Bujur ras mejuah-juah > MUG >  >  > --- In [email protected], "cpatriawgmail" <cpatriawgmail@> wrote: >  > --- In [email protected], MU Ginting <gintingmu@> wrote: > > > > à > > Soal Gaji > > "Kesimpulanya seringkali Pendapatan kaum ''uruh' di bidang IT/hitech > > melebihi pendapatan kaum 'borjuis' yang mengepalai pemerintahan atau > > persh negara. Ini yang belum ada di pemikiranya para filsuf atau > > theoritis politik-ekonomi terdahulu." (Carlos Patriawan) > > > > Dalam posting saya Jun 29 saya tulis: > > > > Untuk murid yang suka bolos Jun 29, 2008 9:56 pm > > Bahan pikiran untuk murid filsafat > > "Tetapi yang sangat menarik bagi saya dan saya harapkan bagi kita > semua ialah bagaimana pertanyaan ini akan terjawab atau kemungkinan > adanya jawaban baru sekarang ini dalam era IT, sehubungan dengan > adanya faktor-faktor baru yang telah terlihat jelas dalam konteks > perubahan dan perkembangan, yaitu info dan aliran info dengan > kecepatan elektronik serta pemanfaatan tekniknya dalam produksi dan > ekonomi. Faktor-faktor inilah yang mendorong dan menjadi dasar > perubahan dan perkembangan masyarakat dan karena itu juga menjadi > bagian dasar dari seluruh struktur bangunan masyarakat. Perubahan > dasar inilah yang telah mengubah struktur kebutuhan dan yang pada > gilirannya sangat mempengaruhi (atau satu-satunya yang mempengaruhi?) > kesedaran manusia ketingkat yang lebih tinggi, termasuk budaya dan > politik." (milis tanahkaro, Wed Jan 10, 2007 1:06 pm) > > à > > "kemungkinan adanya jawaban baru" . . . > > Mungkinkah gaji ini salah satu unsur jawabannya? > > Bujur ras mejuah-juah > > MUG > > à > > > > Memang itu untuk menjawab sebagian pertanyaan pilosopis Kila. Cuman gara2 > ini saya mesti buka lagi buku2 ttg Marx dan Ekonomi :-)) gak > papa....sebenarnya subjek ini sangat menarik dan saya pernah sedikit > sedikit menuliskan 'what should we do' di sebuah majalah teknologi. > > Sedikit kembali ke sejarah, kalau Marx menginginkan pemisahan antara > proletariat dan borjuis (class struggle daqn union of workers atau > Workers in the world, United !), Di AS pada 1800an kecenderunganya > adalah aliansi antara Labour & Capital (istilahnya United We Stand, > Divided we Fall). > > Selanjutnya Marx mengatakan "Harmony between the classes (borgouise > and labour) would be ideal, of course, and an equitable redistribution > of wealth and peace for all BUT ... > > It is not possible because the capitalist system has only one aim , > PROFIT, based on private property which is obtained by exploiting the > labours of the Proletariat (Labour). > > Nah kuncinya saya rase disini pada kata2 "based on private property" > atu "based on one natural resources" and so on. Kalau dalam sektor > hitech penghasil "supply" bukanlah private property atau natural > resources melainkan Otak manusia. Karena otak manusia yg digunakan > jadi ini punya casuality langsung dengan sistem pendidikan. Hebatnya > lagi, ternyata dalam 50 tahun terakhir, yang ternyata hebat dalam > sistem pendidikan adalah negara2 sosialis ( Cina, India , Russia dan > Eropa Timur). > > Nach, karena "otak" manusia itu tidak mengenal ras ( baca: ketika > dilahirkan, otak orang amerika atau orang India sama saja > bandwidthnya, selanjutnya pengalaman-lah yang mengajarkan manusia) ; > maka bisa saja seperti yang terjadi sekarang.........dimana industri > industri maju berebutan SDM2 pintar dari India dan China. > > Benar masih ada "exploitasi" seperti kata Marx, tapi karena hakekat > dari exploitasi ini adalah *redistribusi* (redistribution of wealth > and knowledge actually) dari negara kaya ke negara miskin (dalam hal > ini outsourcing atau offshore R&D) jadi sebenarnya yang DIUNTUNGKAN > adalah negara BERKEMBANG > , sementara negara maju, sebenarnya mengalami > kemunduran karena hakekatnya, job atau pekerjaan yang tadinya hanya > ada di negara barat, sekarang dipindhkan ke timur (Asia). Lama > kelamaan, karena yang ditransfer bukan saja wealth tapi "ilmu", ya > negara2 asia ex-sosialis ini tiba2 maju pesat karena bisa > mengembangkan lebih banyak lagi teknologi yang asalnya berasal dari > transfer of technology tsb. > > Jadi dalam hal kapitalisme-hitech (SDM) , tidak dikenal istilah > perbedaan bangsa dan ras, karena semua orang punya peluang yang sama > (egaliter). Masih belum banyak orang Indonesia yang aware dengan hal > ini....padahal ini bagus sekali untuk diexploitasi baik secara > individu atau level pemerintahan. > > India bisa begitu, mungkin karena mereka punya "Guru" yang bener bener > hebat dan mikir jauh ke depan, yaitu Gandhi dan Rabindranath Tagore, > yang terakhir ini pernah mengatakan ... > > "Untuk bisa sejajar dengan Kolonial Barat --Ingris waktu itu-- , India > mesti menguasai science dan teknologi yang hanya dikuasai negara Barat". > > saya pikir cita citanya terwujud setelah 120 tahun. > > kalau ada yang tertarik dengan hal ini ada dua buku yang ok untuk > dibaca 'the world is flat' dan 'capital flight'. > > Bujur, > > > > Carlos > > > -- >  > > > ___________________________________________________ > Sök efter kärleken! > Hitta din tvillingsjäl på Yahoo! Dejting: http://ad.doubleclick.net/clk;185753627;24584539;x?http://se.meetic.yahoo.net/index.php?mtcmk=148783 >
