Antisipasi Kelangkaan Pupuk
Petani di Karo Ambil Humus dari Kawasan Hutan
Tanah Karo, (Analisa)
Akibat mahalnya beragam pupuk dan pestisida, petani
di sejumlah kecamatan di Tanah Karo terpaksa mengambil humus ke
hutan-hutan. Karena jika tidak dipupuk tanaman hortikultura milik
petani terancam gagal dipanen.
Hal ini dijelaskan beberapa petani warga Kecamatan Naman
Teran, Kecamatan Simpang Empat, Kecamatan Barusjahe, Kecamatan Dolat
Rayat Kabupaten Karo secara terpisah kepada wartawan, di Kabanjahe.
Misalnya dikatakan Sanggup Colia, mantan Kepala Desa
Kubu Colia dan beberapa warga lainnya, kemampuan para petani pada
umumnya saat ini di Karo sudah tidak mampu membeli pupuk dan pestisida
karena tingginya harga beli.
Selain terbatasnya kuota pupuk bersubsidi disetujui
Pemprovsu ke Kabupaten Karo, juga sampai saat ini petani belum bisa
mendapatkan pupuk bersubsidi sebelum Pemkab Karo rampung membuat daftar
RDKK ke PT Pusri dan Petro Kimia Gersik.
Terpaksa
Sehingga para petani terpaksa mencari pupuk jenis humus
ke hutan,” ujar Colia didampingi Sadrah Sembiring, anggota Kelompok
tani bibit jeruk “Sada Perarih Kubucolia” dan Fernando Sembiring,
Sekretaris Desa Kubu Colia.
Demikian juga, pantauan wartawan ke berbagai pelosok
desa di beberapa kecamatan tersebut membenarkan bahwa, petani
mengumpulkan puluhan pupuk humus yang diambil dari kawasan hutan.
Seperti di jalan ke “Uruk Tuhan” yang baru dibuka di
Kecamatan Naman Teran. Puluhan pupuk dikemas dalam karung ditemui di
pinggir jalan siap diangkut.
Pihak Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Pemkab Karo yang dikonfirmasi
sebelumnya di Kabanjahe, enggan berkomentar.
“Kita upayakan Juli 2008 ini penyusunan RDKK sudah
rampung agar penyaluran pupuk bersubsidi dapat ditebus dari
distributor,” ujar pejabat Dinas Pertanian. Sedangkan pupuk humus yang
diambil petani dari kawasan hutan tidak dikomentarinya. (ps)
Best Regarts
www.dausmedia.cjb.net