Kompatibilitas PKS
'PKS dalam perjalanan keatas', sering tertulis dalam milis kita. Seperti semua
hal-ihwal ada puncaknya, begitu juga partai politik. Golkar sudah pernah
mencapai puncaknya, sekarang dalam perjalanan kebawah. Apapun mereka bikin
mereka tetap turun dan sedang turun. Dan yang mereka bikin juga masih sama
seperti sudah terpakai selama 30 tahun dan semua orang juga sudah tahu. PKS
sebaliknya, sedang naik selama 'barang-barang mereka masih sedang ngetrend dan
laku'. Dan memang sedang laku, terutama 'gerakan moral bangsa' nya. Tifatul
menyampaikan kembali misi yang diemban partainya yaitu sebagai partai dakwah
yang selalu berusaha membenahi moral bangsa. "Misi itu adalah dakwah sampai
kapanpun" tegas Tifatul.
Mereka jual barang yang disukai rakyat, tapi sebaliknya tidak disukai
pertai-partai lain. Partai-partai lain sikut-sikutan siapa jadi pemimpin. PKS
persialahkan siapa mau maju. "Di PKS selalu seru sorong- sorongannya, saling
menyilakan maju dan tidak ada kampanye untuk maju memimpin apalagi memakai
politik uang," kata Tifatul menjelaskan. Tifatul Sembiring banyak mengerti soal
perkembangan partai pada zaman ini. Salah satu yang ngetrend dan tepat sasaran
seperti Presiden PKS juga menegaskan bahwa PKS komitmen terhadap NKRI. "Karena
PKS adalah partai nasionalis yang relijius," kata Tifatul. Yang lain ialah
bahwa semua kader PKS yang jadi pejabat harus melepaskan jabatannya di partai.
Nurmahmudi Ismail melepaskan jabatan presiden PKS setelah jadi menteri hutan
Gus Dur. Nur Wahid lepaskan jabatan presiden PKS begitu jadi ketua MPR. Ini
tentu sesuai dengan gerakan moral bangsa tadi, bikin jelas jarak antara
keserakahan dan pekerjaan (partai), sangat
berlainan dengan partai-partai politik lainnya dimana keserakahan dan tugas
tidak terpisah. Yang lainnya yang pernah terjadi ialah menolak 'tunjangan' DPR
dan menolak 'Volvo'.
Sekarang ini ialah gerakan mengerahkan pemuda, selain gerakan nasional tadi.
Tifatul punya 'basis' termasuk di daerah-daerah bukan muslim, seperti Bali dan
Papua dengan kadernya juga yang nonmuslim. Trend modern. Gerakan pemuda atau
kemudaan ini pastilah juga akan mendapat respon mengejutkan dalam pemilihan
legislatif nanti. Secara organisasi PKS sangat 'indah dan berdisplin', terlihat
juga di luar negeri termasuk dikalangan mahasiswa. Dalam hal ini belum ada
tandingannya (kecuali PKI) dalam sejarah partai politik Indonesia.
Secara filosofis, bagi PKS, dengan mengikuti garis politik Al-Ikhwan
Al-Muslimun (IM), demokrasi itu tidak diharamkan asal tidak bertentangan dengan
syari'ah. Kekuasaan itu ditangan umat, tapi kedaulatan ada di tangan Allah
sebagai sumber dan tata nilai serta prinsip keberislaman. Berbeda dengan diktum
demokrasi sekuler, "kedaulatan ada di tangan rakyat dan suara rakyat adalah
suara Tuhan", Islam lebih memilih kedaulatan ada di Tangan Tuhan, dan Suara
Tuhan harus menjadi suara rakyat. Sejauh pemahaman demokrasi semacam itu, maka
PKS tidak mengharamkannya (Abu Ridho, salah satu ideolog PKS).
Satu alasan lain penerimaan demokrasi oleh PKS dinarasikan secara apik oleh
Anis Matta bahwa titik temu politik PKS dengan nilai demokrasi, terutama pada
aspek partisipasi. Konsep partisipasi yang ditawarkan sistem demokrasi memiliki
relevansi dengan politik Islam, karena menjadikan posisi tawar masyarakat
terhadap negara semakin kuat, berbasis pada kebebasan dan hak asasi manusia,
sedang keunggulan akal kolektif berbasis pada upaya untuk merubah keragaman
menjadi kekuatan, kreatifitas, dan produktifitas. Oleh karena itu, demokrasi
memberikan kontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat. Dengan penerimaan
"relatif" pada demokrasi, terutama pada level partisipasi, maka tidak menjadi
hambatan syar’i bagi PKS masuk ke dalam gelanggang demokrasi untuk turut
menjalani kontestasi politik dengan partai lainnya.
Jelaslah secara filosofis PKS berusaha membentuk kompatibilitas PKS dengan
trend modern. Dan ini yang membikin perjalanan ’naik’. Masalah abadi ialah
'kedaulatan Tuhan', bukan soal baru, karena inilah yang telah menjadi persoalan
abadi semua agama, islam maupun kristen dan agama apa saja selama 1000 tahun
terakhir. Siapa atau golongan mana yang kompeten menterjemahkan 'kedaulatan
Tuhan' itu. Dan perang yang melibatkan agama selalu dari situ juga datangnya.
Tetapi sambil jalan PKS kelihatannya tidak menekankan sangat hal ini, dan
mereka berhasil. Tifatul Sembiring dan pemimpin-pemimpin PKS lainnya masih
dibawah 50, jika dapat suara mendekati 40 % legislatif, 'anak panah' Tifatul
Sembiring bisa meluncur ke kursi RI 1. Megawati PDIP akan senang dapat
tandingan.
MUG
--- In [EMAIL PROTECTED], simb bangun <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Selasa, 22 Juli 2008 | 19:49 WIB Kompas/Totok Wijayanto
JAKARTA, SELASA - Secara khusus, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati
Soekarnoputri menantang Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul
Sembiring untuk maju sebagai calon presiden pada 2009. Megawati berpesan kepada
Tifatul untuk tidak takut bila ingin maju, bersaing dalam pertarungan mendatang.
"Kalau ada dan memang ada, ya silakan, maju dong. Yang ada sekarang kan, hanya
media yang membuat terwacanakan saja. Pasar selalu memberikan wacana seperti
itu. Memang disukai, tapi tidak kemudian dijadikan bahan polemik," tegas
Megawati usai memberikan orasi politiknya di depan ratusan kader dalam acara
kaderisasi nasional kader muda PDI Perjuangan, di Kantor DPP PDI Perjuangan,
Jalan Raya Lenteng Agung, Selasa (22/7).
"Kalau memang berani, silakan maju, jangan berwacana saja. Pak Tifatul kalau
mau maju, monggo. Makanya saya bilang, yang mau maju dari partai politik, mau
dari independen, ya ayo," tegasnya lagi.
Apa yang diungkapkan Megawati ini sekaligus menjawab pernyataan Tifatul
Sembiring dalam acara mukernas PKS di Makassar. Tifatul dalam acara itu sedikit
menyindir kepada para politisi uzur untuk segera pensiun dalam dunia
perpolitikan. Menurut Tifatul, sudah waktunya para politisi gaek untuk pensiun.
"Pemimpin 2009 adalah pemimpin muda dan enerjik serta berani mengambil risiko,"
katanya.
"Ada yang pernah gagal tapi kepingin lagi maju. No way. Silahkan minggir.
Pemimpin baru itu balita dibawah lima puluh tahun. Dan jadilah bangsa yang siap
pada perubahan karena perubahan adalah keniscayaan, " tegas Tifatul dalam
pidato politiknya, di Hotel Clarion, Jl AP Pettarani, Makassar, Senin (21/7).
Kalau saja Tifatul berani menyambut tantangan Megawati untuk bertarung pada
Pilpres 2009 nanti tentu akan menjadi hal yang menarik. Menurut analisa politik
dari Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicated (SSS), Sukardi Rinakit, PKS
belum akan berani mengumumkan calon presidennya pada 2009.
PKS, kata Sukardi, akan bersikap realistis melihat perolehan suaranya terlebih
dahulu pada pemilu legislatif nanti. Sikap PKS ini sekaligus memberikan jawaban
mengapa PKS menyatakan sikap hanya akan mendukung pemerintahan sampai tahun
2008 saja.
"Untuk sementara ini, PKS saya pikir akan pilih figur lain. Termasuk mencari
figur lain selain Presiden SBY. Namun semuanya, memang tergantung dari situasi
perubahan politik yang tak terduga," kata Sukardi Rinakit.
Ia tidak sepakat bila dikatakan keinginan PKS yang bersikap hanya akan mengawal
pemerintahan SBY-JK sebagai bentuk dari ketakutan politik PKS mendukung hingga
akhir 2009.
"Akan tetapi, PKS sudah semakin yakin dengan kandidat yang ada sekarang yang
sudah mereka temukan. Dengan demikian, paling tidak di 2009 mereka (PKS) sudah
bisa berkampanye untuk figurnya itu. Harapannya tentu, akan bisa mendongkrak
suara PKS dalam memperoleh kursi di DPR. Antara figur yang diusung dengan PKS
harus saling menguntungkan, " jelas Sukardi Rinakit.
Kini, menarik ditunggu, apakah Tifatul akan menerima tantangan Megawati untuk
maju dalam pertarungan di 2009. Tapi, bila mengacu pada survei terkini yang
dirilis Indobarometer beberapa waktu lalu, Megawati adalah yang terkuat. Capres
terkuat masih didominasi calon yang pernah jadi presiden (Megawati, SBY, dan
Gus Dur) atau pernah jadi capres (Wiranto, Amien Rais). Nama Tifatul Sembiring,
tak muncul dalam hasil survei ini
__________________________________________________________
Låna pengar utan säkerhet. Jämför vilkor online hos Kelkoo.
http://www.kelkoo.se/c-100390123-lan-utan-sakerhet.html?partnerId=96915014