Kelangkaan pupuk di Kab.Karo juga... benar gak masuk nakal (tapi itu fakta) sudah 2 minggu kami mencari urea di kareo tapi tanpa hasil. Bukan maslah harga (berapapun harga kami bayar) masalah ketidak tersediaan. Kagi rekan-rekan yang punya info dimana tersedia pupuk urea tolong beritau kami.Kebutuhan kami juga tidak banyak hanya 500 kg / bulan. PS
--- On Mon, 7/28/08, Alexander Firdaust <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Alexander Firdaust <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [tanahkaro] 45 Ribu Hektar Lahan Siap Tanam di Tigalingga Gagal Tanam To: [EMAIL PROTECTED], [email protected], [EMAIL PROTECTED] Date: Monday, July 28, 2008, 12:19 PM Pupuk Langka, 45 Ribu Hektar Lahan Siap Tanam di Tigalingga Gagal TanamSidikalang (SIB) Sekitar 45 ribu hektar lahan pertanian di tiga kecamatan di Kabupaten Dairi yaitu Tigalingga, Tanah Pinem dan Gunung Sitember sejak beberapa bulan ini menjadi lahan kosong dan tidak produktif meski sudah ditraktor. Para petani tidak kunjung menanam karena khawatir sia-sia akibat pupuk tidak ada. Hal itu mengemuka dalam pertemuan anggota DPR RI Bomer Pasaribu dengan para petani dari berbagai kecamatan di Dairi, Sabtu (26/7) di ruang rapat kantor bupati di Sidikalang. Pertemuan dihadiri Plt Sekdakab Dairi Ir Arsenius Marbun, Ketua DPRD Leonard Samosir BA, sejumlah kadis termasuk Kadis Pertanian Ir Martumpal Tinambunan, Kadis Kehutanan Ir Tahan L Tobing para asisten, camat dan undangan lainnya. Petani menuturkan, hal yang paling menyulitkan saat ini adalah masalah pupuk. Sudah harganya mahal, pupuknya juga tidak ada. Kami sampai menunda tanam karena pupuk tidak ada, begitulah situasinya, ujar Sihombing seorang petani dari Sumbul. Kadis Pertanian Dairi mengatakan, pada 2008 ini diperkirakan terjadi penurunan produksi padi dan jagung (dua komoditas utama) di Dairi sejumlah 10 hingga 15 persen. “Ini akibat kelangkaan pupuk tadi. Petani jadi tidak menanam lagi, ini tentu berdampak pada hasil panen yang pasti menurun jumlahnya,’ paparnya. Camat Tigalingga Adil Tarigan SSos meminta perhatian yang optimal dari pihak DPR RI soal kelangkaan pupuk itu. “Saya sampai merinding menyaksikan lahan di daerah saya tidak kunjung ditanami padahal sudah ditraktor. Petani tidak berani menanam karena tidak ada pupuk, jadi kami berharap pertemuan ini bisa menghasilkan hal yang riil bagi para petani, terutama di Tigalingga sekitarnya,” ujar Tarigan. Tigalingga, Tanah Pinem dan Gunung Sitember dikenal sebagai daerah penghasil jagung. Plt Sekdakab Dairi mengatakan, kondisi tersebut antara lain disebabkan jatah pupuk yang diberikan jauh dibawah jumlah yang diajukan. ‘Kita ajukan 14 ribu ton, tapi yang disetujui atau realisasinya hanya 7.800 ton, ini tentu menyebabkan kelangkaan itu,’ ujarnya. Bomer mengaku terkejut dan prihatin atas kondisi itu. “Kalau sudah sampai menunda menanam, ini sungguh menyedihkan. Ini memang antara lain akibat perbedaan jumlah kebutuhan pupuk dengan jatah yang disediakan. Ini harus kita atasi, sebab menurunnya produksi padi dan jagung sudah tentu akan mengganggu ketahanan pangan nasional,” katanya. (T14/m) Best Regarts www.dausmedia. cjb.net
