Gia enggo sitik nimpang bas aslina nari tapi tema 'rasis' enda mejile kang kuakap ikembangken janah iperdalam, nambahi pemeteh ras pencerahan bas soal mbelin enda man banta permilis khususna janah man Karo bagepe Indonesia umumna. Sada sikuperdiateken emkap enggo muat ganjangna tuntutenta man calon- calon si nampung suara Karo. Enda perkembangen si mehuli, gelah ngurangi mekatepsa kita tertipu sebagai pemilih. "kodrat/naluri" nina Shodan Purba, payo tuhu sebab enda me bagian dari "ethnic groups self-assertion" si la ka terelakken menuju ke "Struggling for power". Maka enda tema diskusi simerandal kel. Tema 'sipanjang punjuten' si mungkin ka menghasilkan kelegaan dan semangat masa depan man banta kalak Karo ras nation Indonesia sebagai negeri multi-etnis. Bujur ras mejuah-juah MUG
--- In [EMAIL PROTECTED], shodan purba <[EMAIL PROTECTED]> wrote: MJJ Anthony Malem Ukur ras pemilis si la erndobahen: ====Anthony Malem Ukur <[EMAIL PROTECTED]> nyarankan: Jangan pernah memilih hanya kerena "Rasis" , sebab bila dengan dasar itu kita memilih maka kita menciptakan RASIS bagi kita sendiri. ============= Saya agak bingung kalau yang dimaksud dengan "rasis" dalam konteks yang sedang dibicarakan termasuk kalau umpamanya saya memilih orang Karo ketimbang orang nonKaro, walaupun keduanya saya tidak kenal secara pribadi? Karena kalau betul demikian, maka saya sudah menciptakan rasis bagi diri saya sendiri? Kalau saya jadi pemilih di Sumut, saya akan memilih orang Karo, walaupun, umpamanya saya pernah kenal dengan politikus kawakan Rambe Kamarulzaman. Tapi kemudian, kalau dipikir lebih dalam bukankah itu kodrat/naluri manusia normal?
