Mejuah-juah permilis sirulo
Enggo ka melala sorotan tentang 'petisi' 52, je termasuk ka MS Kaban, menteri 
pertama kalak Karo. Perbahan ia kalak Karo maka melala ka pemikiran dari segi 
Karo, enda la ka terelakken. Perkembangan Karo pe terpaksa ka nge lewat proses 
sibagenda, erbage-bage perukuren ras erbage-bage aksi ngepkep sada visi janah 
visina pe erbage-bage ka ngepkep sada visi: Karonta. Ibas proses (perjuangan) 
kerina pikiren enda nari nge kari turah simbaru ras sitengteng atau kemungkinen 
lebih tengteng, je nari perubahan, perkembangan/kemajuan. Maka la perlu 
'isesali' atau ceda ukur, kai pe terjadi ibas proses pergolakan Karo. Pasti nge 
melala kejadin diluar kontrol kita sebagai Karo. Maon bas ukurku pribadi 
ngarapken muat lalana kejadin atau pristiwa ibas proses perkembangan enda, 
sebab adi lalit kai pe tentu la ka bo lit kaipe. Adi la lit kaipe tentu 
perkembangan pe labo lit. 
 
Sadanari si tergiat ka ukurku terpaksa ngataken emkap soal kekacauan negara 
Indonesia ibas permuloaan reformasi. Piga-piga pemikiren: situasi nasional 
semua instansi umumnya masih didominasi oleh orang-orang Orba artinya mereka 
ini pasti akan mengacau sebanyak mungkin. Situasi internasional, penguasa 
finans global menginginkan kekacauan total tiap negara yang mereka incer supaya 
lebih gampang mengontrolnya dan memasukkan ide-ide mereka menjadikan negeri 
bersangkutan tak berkutik dan tak mampu ngurus dirinya, jadi koloni mereka 
secara ekonomi untuk selama-lamanya. Jadi ada kekuatan-kekuatan yang bisa jadi 
pendukung kekacauan termasuk dan mungkin yang utama ketika itu dari segi 
finans/ekonomi dengan KKN menghabiskan uang negara mengacau petugas-petugas 
negara supaya tak berdaya (legislatif dan eksekutif).  
 
Sada nari si enggo ka isingetken Carlos Patriawan, soal KKN i Sumbar ras kota 
Padang ibas permulaan reformasi (menam serentak i seluruh Indonesia semarak KKN 
enda) uga Sumbar (kalak Minang khususna) menangani KKN orang Minang. Ma lenga 
kita lupa gelar-gelar si terkenal sanga e (bas milista ninta Zhu Minang), : Zen 
Gomo, Gamawan Fauzi, Saldi Isra ras piga-piga LSM militan Sumbar. Zhu Minang 
Zen Gomo ku asosiasiken ras Zhu Karo Sion Ginting (bernasib sama dengan Zen 
Gomo). "Drs Moh Zen Gomo-satu-satunya wakil rakyat yang mogok lalu mundur dari 
lembaga legislatif karena banyak penyimpangan yang dilakukan DPRD Sumbar" 
(Kompas Selasa, 17 Februari 2004), dan kemudian diikuti dengan sebuah artikel 
"Revolusi" Itu Mulai Menyala di Padang, Kompas: Sabtu, 12 Juni 2004. Patut dan 
tidak berlebihan kalau dikatakan revolusi soal KKN ini dimulai oleh orang 
Minang di Padang. Memang demikian, dan pastilah tidak terlepas dari karakter 
(way of thinking etnis Minang): "Karakter orang Minang antara lain dibentuk 
oleh ungkapan kalau Waang kayo, aden indak kamamintak, kalau Waang pandai aden 
indak kabaraja, tapi kalau Waang babuek dilua alua jo patuik, waang berhadapan 
jo kami (kalau Anda kaya, saya tak akan meminta; kalau Anda pandai, saya tak 
akan belajar/berguru; tapi kalau Anda berbuat di luar alur dan patut, Anda akan 
berhadapan dengan kami-Red),". Watak ras cara pikir sibagenda nge ndai maka 
'revolusi' mungkin i mulai i Padang. 
I Karo lit sura-sura anak-anak muda termasuk dr Supredo Kembaren ngisi 
legislatif-eksekutif fifti-fifti orang tua ras anak-anak muda, kombinasi 
pengalaman/teori ras kecepatan/kelincahan. Jenda banci kang imulai sada 
'revolusi' sosial mbaru ngepkep perkembangan atau kemungkinan perkembangan baru 
ka. 
Mejuah-juah ktia kerina
MUG
 
Enda sitiki cuplikan dari milis tanahkaro 3 tahun silewat:
 
MUG: Saldi Isra adalah salah satu diantara 3 orang ’Zhu Minang’ atau secara 
nasional disebut "Revolusi" Itu Mulai Menyala di Padang, yang pernah kita 
omongkan dalam milis ini sehubungan dengan omongan Zhu Karo. Dua lainnya ialah 
Zen Gomo, bekas anggota DPRD Sumbar dan Gamawan Fauzi Bupati Solok, yang 
sekarang jadi salah satu calon gubernur Sumbar (kelihatannya akan menang). 
Tahun lalu Bupati Solok Gamawan Fauzi dan Koordinator Forum Peduli Sumatera 
Barat Saldi Isra menerima Bung Hatta Anti Corruption Award. 
Idenya untuk membangun zona bebas korupsi yang berbasis orang-orang jujur anti 
korupsi terlihat jelas dari basis pengalaman ’Zhu Minang’ yang pernah kita 
omongkan dimilis ini. Pengalaman mereka menunjukkan bahwa mereka berhasil 
memenjarakan (vonis PN Pdang) 45 orang anggota DPRD Sumbar dijatuhi hukuman 2 
tahun dan 13 orang DPRD Padang dijatuhi hukuman 4 tahun penjara + masih banyak 
pejabat lainnya divonis hukuman penjara. (milis tanahkaro, Message no11323, Tue 
Jun 28, 2005 4:26 pm)
 


      __________________________________________________________
Låna pengar utan säkerhet. Jämför vilkor online hos Kelkoo.
http://www.kelkoo.se/c-100390123-lan-utan-sakerhet.html?partnerId=96915014

Kirim email ke