ada beberapa point :
--- In [email protected], MU Ginting <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mejuah-juah permilis sirulo > Enggo ka melala sorotan tentang 'petisi' 52, je termasuk ka MS Kaban, menteri pertama kalak Karo. Perbahan ia kalak Karo maka melala ka pemikiran dari segi Karo, enda la ka terelakken. Perkembangan Karo pe terpaksa ka nge lewat proses sibagenda, erbage-bage perukuren ras erbage-bage aksi ngepkep sada visi janah visina pe erbage-bage ka ngepkep sada visi: Karonta. Ibas proses (perjuangan) kerina pikiren enda nari nge kari turah simbaru ras sitengteng atau kemungkinen lebih tengteng, je nari perubahan, perkembangan/kemajuan. Maka la perlu 'isesali' atau ceda ukur, kai pe terjadi ibas proses pergolakan Karo. Pasti nge melala kejadin diluar kontrol kita sebagai Karo. Maon bas ukurku pribadi ngarapken muat lalana kejadin atau pristiwa ibas proses perkembangan enda, sebab adi lalit kai pe tentu la ka bo lit kaipe. Adi la lit kaipe tentu perkembangan pe labo lit. > Â > Sadanari si tergiat ka ukurku terpaksa ngataken emkap soal kekacauan negara Indonesia ibas permuloaan reformasi. Piga-piga pemikiren: situasi nasional semua instansi umumnya masih didominasi oleh orang-orang Orba artinya mereka ini pasti akan mengacau sebanyak mungkin. =========== Benar sekali bapak. Reformasi hanya berhasil melengserkan Pak Harto artinya pergeseran kepemimpinan. Akan tetapi, dalam 10 tahun terakhir, tidak ada pergeseran capital atau kepemilikan uang , dalam kata lain struktur pemilikan capital masih dimiliki oleh orang yang sama, tidak ada industri baru, tidak ada pemecahan masalah lapangan pekerjaan dst. Situasi internasional, penguasa finans global menginginkan kekacauan total tiap negara yang mereka incer supaya lebih gampang mengontrolnya dan memasukkan ide-ide mereka menjadikan negeri bersangkutan tak berkutik dan tak mampu ngurus dirinya, jadi koloni mereka secara ekonomi untuk selama-lamanya. Jadi ada kekuatan-kekuatan yang bisa jadi pendukung kekacauan termasuk dan mungkin yang utama ketika itu dari segi finans/ekonomi dengan KKN menghabiskan uang negara mengacau petugas-petugas negara supaya tak berdaya (legislatif dan eksekutif). =========================== Exactly ! ini ada doktrinnya Kila : Only a crisis - actual or perceived - produces real change... Ini adalah slight variants dari Machiavelli's way of thinking yang digunakan oleh ekonom Neo-Liberal seperti Milton Friedman. Intinya, untuk memaksakan keadaan dimana profit kapitalis lebih banyak punya projek dan punya keuntungan, harus diciptakan sebuah krisis sehingga orang banyak terjepit, dan ketika orang2 itu terjepit, dipaksakanlah ide ide kapitalisme liberal itu (shock doctrine). Salah satu contoh shock doctrine itu adalah krisis asia 1997 yang menimpa Indonesia. Berikut buku dan youtubenya: - Shock Doctrine: The Rise of Disaster Capitalism by naomi klein. - http://www.naomiklein.org/main - http://www.youtube.com/watch?v=JG9CM_J00bw ada ini juga, Crony Capitalism, Alan Greenspan mengatakan Jend. Soeharto sbg crony capitalism: http://www.youtube.com/watch?v=09zvzzCOB2M > Â > Sada nari si enggo ka isingetken Carlos Patriawan, soal KKN i Sumbar ras kota Padang ibas permulaan reformasi (menam serentak i seluruh Indonesia semarak KKN enda) uga Sumbar (kalak Minang khususna) menangani KKN orang Minang. Ma lenga kita lupa gelar-gelar si terkenal sanga e (bas milista ninta Zhu Minang), : Zen Gomo, Gamawan Fauzi, Saldi Isra ras piga-piga LSM militan Sumbar. Zhu Minang Zen Gomo ku asosiasiken ras Zhu Karo Sion Ginting (bernasib sama dengan Zen Gomo). "Drs Moh Zen Gomo-satu-satunya wakil rakyat yang mogok lalu mundur dari lembaga legislatif karena banyak penyimpangan yang dilakukan DPRD Sumbar" (Kompas Selasa, 17 Februari 2004), dan kemudian diikuti dengan sebuah artikel > "Revolusi" Itu Mulai Menyala di Padang, Kompas: Sabtu, 12 Juni 2004. Patut dan tidak berlebihan kalau dikatakan revolusi soal KKN ini dimulai oleh orang Minang di Padang. Memang demikian, dan pastilah tidak terlepas dari karakter (way of thinking etnis Minang): "Karakter orang Minang antara lain dibentuk oleh ungkapan kalau Waang kayo, aden indak kamamintak, kalau Waang pandai aden indak kabaraja, tapi kalau Waang babuek dilua alua jo patuik, waang berhadapan jo kami ( kalau Anda kaya, saya tak akan meminta; kalau Anda pandai, saya tak akan belajar/berguru; tapi kalau Anda berbuat di luar alur dan patut, Anda akan berhadapan dengan kami-Red),". Watak ras cara pikir sibagenda nge ndai maka 'revolusi' mungkin i mulai i Padang. ===================== Benar sekali, tiga hal ini yang saya maksud: kalau Anda kaya, saya tak akan meminta; kalau Anda pandai, saya tak akan belajar/berguru; tapi kalau Anda berbuat di luar alur dan patut, Anda akan berhadapan dengan kami-Red Kalau rakyat punya kemandirian, dia tidak perlu terlalu tergantung dengan siapa dan apa pemimpin yang ada di pemerintahan. Tentunya pertanyaanya adalah bagaimana bisa mandiri ? Memang ini satu PR besar untuk pemimpin. Saya sendiri mengatakan, kemandirian ekonomi tidak terjadi karena oligarkhi kekuasaan dan kapital di Indonesia (plutokrasi), kalau mau terlepas dari siklus oligarchy ini terpaksa harus belajar **menciptakan siklus ekonomi** baru, disini saya lihat dari dulu sektor teknologi bisa dijadikan salah satu cara pembebasan, terutama untuk generasi muda ya. salam, MCPS
