MJJ,
Yang namanya TAHAPAN, BRITAMA, CU,KSP,DSP,"Jula-Jula" dsb kan objeknya sama 
"Duit" yang tujuannya penghimpunan dan penyaluran dana. 
Yang beda jelas "besaran alias jumlahnya" dan mekanisme penghimpunan dan 
penyalurannya. Para pengguna dana , terutama masyarakat menengah kebawah, yang 
membutuhkan dana sangat paham perbedaan "cost of money" dan prosedur 
memperolehnya dari lembaga keuangan bank, non bank dan lainnya.Pada saat mereka 
mereka tidak dapat memenuhi persyaratan (yang memang rumit.... mungkin lebih 
dari 5 dokumen) untuk mendapatkan kredit/ dana yang dibutuhkan... alternatif 
lain pasti dicari...(sebelumm putus asa tentunya)  dan disiitulah peran 
tengkulak, rentenir dan derivat nya. 
Kalau menurut saya ddinegara kita, tengkulak, rentenir, jula-jula pasti akan 
tetap subur, dapt diibaratkan seperti orang yang hanyut.....jerami padi yang 
lewat juga akan diraih meskipun sudah pasti itu tidak akan menolong.
Perkembangan tengkulak, rentenir  dsb adalah refleksi dari ketidak berdayaan 
pemerintah menurus rakyatnya (itu menurut saya). 
PS


--- On Wed, 8/6/08, shodan purba <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: shodan purba <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [tanahkaro] Re: kembangkan tengkulak
To: [email protected], "Kom Karo" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wednesday, August 6, 2008, 8:38 AM










    
            MJJ:
Setuju. Mungkin berangsur-angsur warga RW-RW yang ada di Indonesia ini boleh 
menjadi se-cohesive di RW kam dan RW saya serta pada beberapa bentuk2 arisan 
lainnya, sehingga mampu membangun lembaga simpan pinjam yang memadai. Kalaupun 
tumbuh lebih sebagai lembaga sosial, kalau jumlahnya jutaan maka akan boleh 
juga menjadi soko guru ekonomi bangsa. 

Saya merujuk kepesatan perkembangan CU di NTT maupun di Karo (yang saya tahu) 
dan BMT (dengan dukungan BUKOPIN), karena lembaga yang juga merupakan simpan 
pinjam ini sudah mampu, membayar 'professional' sebagai pengurusnya. 
Sedangakan  koperasi di RW saya dan mungkin juga di RW kam diserahkan 
kepengurusannya bergilir diantara anggota atau dirangkap oleh pengurus RW, 
tanpa bayaran yang berarti. Satu lagi, seperti yang disampaikan
 Carlos, CU dan BMT itu bertahan dan maju karna ada 'ideologinya' , di-inisiasi 
dan digembalakan oleh lembaga agama.  

Kapitalis besar sekarang sudah merambah kebidang simpan pinjam ke segala 
pelosok. Omzet Danamon Simpan Pinjam, satu diantaranya, barangkali sudah 
mencapai puluhan triliunan rupiah. Ideologinya juga jelas: kapitalisme. Mereka 
mencari celah diantara peraturan perkoperasian, penabung atau peminjam baru 
langsung dianggap menjadi anggota. Lembaga simpan pinjam sejenis DSP merasuk 
karena KSP (dengan keanggotaan 'murni') tidak mampu melayani anggotanya. 
Seperti kebanyakan pemilis, saya mau KSP yang berjaya, tetapi kalau KSP 
terseok-seok, saya merasa ekonomi Indonesia harus me-welcome KSP-KSP jadian 
sejenis DSP.

Kita baru berbicara tentang satu jenis kegiatan koperasi, koperasi duit. Kalau 
berbicara tentang koperasi produk dan jasa tertentu, apalagi KSU, lebih rumit 
lagi.  

Sentabi,
Bp Nona Sampaguita 
    

----- Original Message ----
From: Firman Surbakti <[EMAIL PROTECTED] ca.com>
To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
Sent: Thursday, August 7, 2008 6:35:26 AM
Subject: RE: [tanahkaro] Re: kembangkan tengkulak

Sharing……Mulailah ber Koperasi di lingkungan
kita.Sudah 3 bulan ini Koperasi yang dibentuk oleh ibu-ibu di
lingkungan RW (-/+ 500 KK) di wilayah saya berjalan. Koperasi ini dikelola
beberapa orang pengurus yang dipilih dengan  setoran awal per anggota Rp
20.000,- dan iuran wajib Rp 2000/bln + simpanan sukarela (nominal tidak diatur
boleh Rp 10.000 boleh juga Rp 1.000.000, boleh juga nggak bayar.....namanya
juga sukarela). Dari 500 KK tersebut yang baru menjadi anggota
sekitar 100 KK. Pinjaman diberikan hanya kepada anggota Koperasi sebesar
maksimal 3x dari dana yang disimpan oleh si Peminjam dengan biaya jasa sebesar
2%/bln (tanpa jaminan). Hasil
investasi diberikan kepada anggota per 6 bulan. Koperasi RW ini saat ini
berjalan dengan baik.   Koperasi ini sangat membantu para anggota yang butuh 
dana
untuk biaya masuk sekolah, dagang  atau untuk yang lainnya.    RegardsFirman    
  From: [EMAIL PROTECTED] ps.com [mailto: [EMAIL PROTECTED] ps.com ] On Behalf 
Of NUAH TARIGAN
Sent: Wednesday, August 06, 2008
1:33 AM
To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
Subject: Re: [tanahkaro] Re:
kembangkan tengkulak  Mejuah juah,


MARI BELAJAR GRAMEEN BANK, bank kaum miskin di Bangladesh , MJJ

NT



--- In [EMAIL PROTECTED] ps.com,
"MU Ginting" <[EMAIL PROTECTED] ..> wrote:

>

> Merandal kuakap e Edi, enggo tambahindu sada pemikiren bas soal 

> tengkulak ndai. KOPERASI.

> Tapi sada sirusur nai nari jadi pemikiren man bangku, perdalanen 

> koperasi enda lalap denga kuidah bagi si lenga 'meyakinkan' , atau 

ja 

> kin mungkin lepakna perkembangan koperasi enda? Sada si mekatep     New
Email names for you! 

Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.

Hurry before someone else does!


      
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke